DENPASAR | Dunia News Bali – Produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) binaan Dekranasda Provinsi Bali kini mulai mengisi area Sira Village Grand Outlet Bali (GOB) yang berada di kawasan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura Bali. Kehadiran para pelaku UMKM tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas promosi produk unggulan Bali kepada wisatawan domestik maupun mancanegara.
Salah satu UMKM yang dipercaya menampilkan produknya di pusat perbelanjaan premium tersebut adalah Ipong Design. Perwakilan Ipong Design, Nami Ani, mengaku bangga dapat menjadi bagian dari soft opening Sira Village Grand Outlet Bali yang resmi dibuka pada Jumat (31/7/2026).
Menurut Nami Ani, selama ini Ipong Design aktif mengikuti berbagai program dan kegiatan promosi yang difasilitasi Dekranasda Provinsi Bali, termasuk pameran kerajinan di Art Center Denpasar.
“Setiap acara yang diadakan sama Dekranasda Bali, kita selalu ikut. Kita juga sudah masuk di grup itu. Jadi, setiap ada event atau yang ada kayak sekarang ini yang diadakan Dekranasda Bali, kita pasti ikut juga,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Dekranasda Bali melakukan proses kurasi terhadap UMKM yang dinilai layak mengikuti berbagai kegiatan promosi. Dari Kabupaten Bangli, terdapat tiga UMKM yang terpilih, yakni Ipong Design, Kembang Putuk, dan Basuh Dewa.
Nami Ani menilai kehadiran produk UMKM di Sira Village Grand Outlet Bali menjadi peluang besar untuk memperkenalkan karya lokal kepada pasar yang lebih luas. Terlebih, kawasan tersebut diproyeksikan menjadi destinasi wisata belanja baru yang akan dikunjungi wisatawan mancanegara, termasuk melalui rencana kedatangan kapal pesiar.
Soft opening Sira Village juga menghadirkan sejumlah pencapaian baru di Bali dan Indonesia, di antaranya toko buku Kinokuniya pertama di Bali, peluncuran Sira Space yang menghadirkan kurasi brand premium dari MAP, hingga debut merek fesyen asal Amerika Serikat, Hazelwood, di Indonesia.
Selain itu, kawasan tersebut turut diramaikan berbagai merek internasional seperti Coach, Kate Spade, BOSS, Adidas, Nike, True Religion, Puma, Lacoste, Steve Madden, Tommy Hilfiger, hingga Alun Alun Indonesia. Kehadiran tenant juga akan terus bertambah dalam beberapa bulan mendatang untuk memperkuat posisi Sira Village sebagai destinasi belanja, kuliner, seni, dan hiburan baru di Bali.
Bagi Nami Ani, kesempatan memasarkan produk UMKM berdampingan dengan berbagai merek global menjadi kebanggaan tersendiri sekaligus momentum untuk memperluas jangkauan pasar.
“Jadi, kita sekalian mempromosikan ini. Berarti ini tempat yang bagus buat kita promosi juga, biar makin dikenal luas,” katanya.
Terkait fasilitas, ia mengungkapkan bahwa para pelaku UMKM memperoleh pembebasan biaya sewa selama tiga bulan pertama. Sementara untuk skema kerja sama selanjutnya, pihak pengelola masih akan menyampaikan informasi lebih lanjut.
“Untuk selanjutnya, mungkin nanti kita dikasih tahu untuk kelanjutannya seperti apa. Kalau memang akan lanjut di sini, mungkin ada sistem sewa, tapi sampai sekarang pembiayaannya belum ada informasi dari pihak mall,” ungkapnya.
Selama masa promosi awal tersebut, para pelaku UMKM juga difasilitasi tempat berjualan beserta kebutuhan dekorasi stan.
Ipong Design sendiri dikenal dengan produk fesyen yang mengusung lukisan tangan bertema alam, flora, dan fauna. Motif burung merak menjadi salah satu karya yang paling diminati pelanggan.
Nami Ani mengungkapkan, pihaknya sengaja mempertahankan konsep tersebut dan tidak menerima semua permintaan desain karena ingin menjaga karakter khas karya yang dihasilkan.
“Kemarin kita diminta melukis Harley atau pesawat oleh beberapa komunitas, tapi kita tidak ambil karena menurut kami kurang hidup. Kami lebih memilih flora dan fauna, seperti tumbuhan, burung, atau kucing karena lebih memiliki karakter dalam lukisan,” tuturnya.
Produk Ipong Design yang dipasarkan meliputi kebaya, kemeja pria, kemeja wanita, dress, hingga berbagai aksesori berbahan premium seperti linen, sutera, katun, dan kain endek. Harga produk disesuaikan dengan jenis bahan serta tingkat kesulitan proses melukis, dengan produk termurah berupa dompet yang dibanderol sekitar Rp395 ribu.
Ia juga memastikan kualitas cat tekstil yang digunakan aman dicuci maupun disetrika sehingga warna dan motif tetap awet.
“Cat yang kami gunakan adalah cat khusus tekstil, jadi aman dicuci dan disetrika. Bahkan saat disetrika tidak perlu dibalik, justru akan semakin melekat pada kain,” pungkasnya. (riza)