DENPASAR | Dunia News Bali – Pemilihan Jegeg Bagus Bali 2026 resmi dimulai melalui rangkaian Press Conference dan Sashing Ceremony yang digelar di Amphiteater Living World Denpasar, Jumat (19/6/2026). Ajang tahunan yang menjadi wadah pengembangan generasi muda Bali tersebut tahun ini mengusung tema “Prananing Atma Raksa”, yang mengandung makna pentingnya menjaga keseimbangan antara kehidupan lahiriah dan batiniah sebagai fondasi dalam membangun karakter, integritas, serta jati diri.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, I Wayan Sumarajaya, menegaskan bahwa Jegeg Bagus Bali bukan sekadar ajang pemilihan duta pariwisata, melainkan bagian dari upaya pembinaan generasi muda untuk mendukung pembangunan pariwisata Bali yang berbasis budaya, berkualitas, dan berkelanjutan.
Menurutnya, keunggulan Bali tidak hanya terletak pada keindahan alam maupun kekayaan budayanya, tetapi juga pada kuatnya penerapan nilai-nilai lokal yang diwariskan secara turun-temurun. Filosofi Tri Hita Karana, yang menekankan keharmonisan hubungan manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan lingkungan, menjadi landasan penting dalam menjaga identitas Bali di tengah perkembangan zaman.

“Jegeg dan Bagus Bali tidak hanya menjadi ikon pariwisata, tetapi juga diharapkan mampu menjadi duta budaya yang aktif mengedukasi masyarakat maupun wisatawan tentang pentingnya pelestarian budaya dan lingkungan,” ujarnya.

Ia menambahkan, Dinas Pariwisata Provinsi Bali terus melakukan evaluasi terhadap penyelenggaraan Jegeg Bagus Bali agar peran para finalis semakin relevan dengan tantangan masa kini. Generasi muda diharapkan mampu mengambil bagian dalam pembangunan daerah, khususnya melalui sektor pariwisata yang menjadi salah satu tulang punggung perekonomian Bali.
Tema Prananing Atma Raksa yang diusung tahun ini mengajak generasi muda untuk tidak hanya mengejar pencapaian secara material, tetapi juga membangun kualitas diri dan kehidupan batin yang kuat sebagai bekal menghadapi berbagai tantangan di masa depan.
Dalam kesempatan tersebut, sebanyak sembilan pasang finalis dari kabupaten/kota se-Bali diperkenalkan kepada publik. Selain memperkenalkan diri, para finalis juga memaparkan berbagai program advokasi yang berfokus pada isu-isu strategis, mulai dari digitalisasi UMKM, pemberdayaan perempuan perajin, pelestarian budaya, pengelolaan sampah berbasis sumber, pengembangan desa wisata, hingga penguatan ekonomi kreatif masyarakat.
Beragam program yang diusung menunjukkan bahwa peran Jegeg dan Bagus Bali kini berkembang menjadi agen perubahan yang mampu memberikan kontribusi nyata terhadap persoalan sosial, budaya, ekonomi, dan lingkungan di daerah masing-masing.
Jegeg Bali 2025, Ni Made Lifia Kristina, mengajak seluruh finalis menjadikan proses pemilihan sebagai ruang belajar dan pengembangan diri. Menurutnya, pengalaman selama mengemban tugas sebagai Jegeg Bali telah memberikan banyak pelajaran berharga sekaligus memperluas jejaring antargenerasi muda di Bali.
Sementara itu, Bagus Bali 2025, Made Agus Mahendra, berharap seluruh finalis dapat terus mengembangkan potensi dan gagasan yang dimiliki sehingga mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat Bali.
Sembilan Pasang Finalis Jegeg Bagus Bali 2026
Sebanyak sembilan pasang finalis yang akan bersaing memperebutkan gelar Jegeg dan Bagus Bali 2026 berasal dari seluruh kabupaten/kota di Bali.
Kota Denpasar diwakili oleh Wayan Inggi Pratiwi dari Universitas Udayana dan Kadek Refan Resepiyan Artadhi dari Universitas Udayana.
Kabupaten Badung mengirimkan Ni Made Yulan Pradnyaning dari Universitas Udayana bersama Putu Abhidhamma Dharmika Putra dari SMA Negeri 1 Kuta Utara.
Kabupaten Tabanan diwakili oleh Ni Luh Made Maha Sanjiwani dari Poltekkes Kemenkes Denpasar dan I Made Wikrama Atmaja dari Universitas Udayana.
Kabupaten Gianyar mempercayakan wakilnya kepada Ni Komang Yunita Purnama Sari dan Ari Dwarsa Dhyana Yogananda, yang keduanya berasal dari Universitas Udayana.
Kabupaten Bangli mengusung Gusti Ayu Anggi Regina Arya Putri dari Universitas Warmadewa serta I Made Candra Widjaya dari Universitas Udayana.
Kabupaten Jembrana diwakili oleh Ni Komang Vira Ananda Putri dan I Ngurah Putu Adi Artha Wirawan, yang sama-sama berasal dari SMA Negeri 2 Negara.
Kabupaten Buleleng mengirimkan pasangan Luh Velia Putri Arsita dan Gede Raditya Harischandra Kusa, yang keduanya merupakan mahasiswa Universitas Pendidikan Ganesha.
Kabupaten Klungkung diwakili oleh Ni Luh Komang Chika Widhi Sari dari Universitas Udayana bersama Putu Orlon Putra Santosa dari Institut Bisnis dan Teknologi Indonesia (INSTIKI).
Sementara Kabupaten Karangasem mengutus Ni Putu Nadine Villarin Manda dari Politeknik Negeri Bali dan Ida Bagus Girindra Yogananta dari Universitas Udayana.
Para finalis selanjutnya akan mengikuti tahapan pembekalan, karantina, dan penilaian sebelum tampil pada malam puncak pemilihan.
Grand Final Jegeg Bagus Bali 2026 dijadwalkan berlangsung pada 7 Agustus 2026 di Taman Budaya Bali (Art Center) Denpasar, yang akan menjadi momentum penobatan Jegeg dan Bagus Bali 2026 sebagai representasi generasi muda Bali dalam mempromosikan budaya, pariwisata, serta berbagai program pembangunan daerah. (rz)