Kartini Day HIPPI Bali: Perempuan Jadi Motor Pariwisata Edukasi Berbasis Budaya

IMG-20260426-WA0025
Foto Kolase: Momentum Kartini Day 2026 dimanfaatkan HIPPI Bali untuk mendorong peran perempuan dalam ekonomi kreatif berbasis budaya dan pendidikan, Selasa (21/4/2026).

BULELENG | Dunia News Bali – Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) Provinsi Bali menggelar peringatan Kartini Day bertema “KARTINI Goes to EDU–Culture Tourism” di STIE Satya Dharma Singaraja, Buleleng, Selasa (21/4/2026).

Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam mendorong peran perempuan untuk memperkuat ekonomi kreatif berbasis pendidikan dan budaya di sektor pariwisata.

Ketua DPD HIPPI Bali, AAA Ngurah Tini Rusmini Gorda, mengatakan tema tersebut diangkat sebagai upaya mengintegrasikan semangat emansipasi perempuan dengan pemberdayaan ekonomi kreatif, sekaligus menjaga keseimbangan antara kemandirian ekonomi dan pelestarian budaya, khususnya di wilayah Buleleng.

Menurutnya, tren pariwisata global kini bergerak menuju konsep sustainable tourism dan experience tourism, di mana nilai edukasi serta budaya menjadi daya tarik utama bagi wisatawan.

“Perempuan memiliki peran penting sebagai penggerak, tidak hanya dalam ekonomi, tetapi juga sebagai penjaga nilai-nilai budaya,” ujarnya.

Gung Tini Gorda menambahkan, semangat tersebut berakar dari perjuangan Raden Ajeng Kartini yang menempatkan pendidikan sebagai fondasi utama kemerdekaan perempuan. Jika pada masa lalu perempuan menghadapi keterbatasan fisik, kini tantangan berkembang ke arah digitalisasi dan kompleksitas peran sosial.

Baca juga:  Strategi Membendung Pendatang Baru Saat Arus Balik

Karena itu, peringatan Kartini Day yang digelar HIPPI Bali tidak sekadar seremoni, tetapi juga menjadi ruang aktualisasi nilai-nilai emansipasi dalam konteks kekinian.

“Emansipasi hari ini berarti penguasaan teknologi, ketangguhan mental, dan kemandirian finansial,” tegasnya.

Melalui kegiatan ini, HIPPI Bali berharap lahir perempuan-perempuan yang adaptif dan inovatif, sekaligus mampu menjaga kedaulatan budaya lokal di tengah arus globalisasi.

Selain itu, momentum ini juga dimanfaatkan untuk memperkuat kapasitas perempuan dalam menghadapi tantangan global serta mendukung terwujudnya visi Indonesia Emas yang inklusif.

Sejak 2024, HIPPI Bali secara konsisten menjadikan Kartini Day sebagai wadah refleksi perjuangan perempuan melalui berbagai program yang menekankan emansipasi, modernisasi, dan kontribusi perempuan di berbagai sektor.

Kegiatan ini terselenggara melalui kolaborasi sejumlah pihak, di antaranya STIE Satya Dharma, Rotary Club of Bali Bersinar, Koperasi Perempuan Ramah Keluarga (KPRK), Perempuan Pemimpin Indonesia (PERPINA), Cahaya Ladara Nusantara Bali, Rotaract Club of STIE Satya Dharma, serta Perempuan Berkebaya Indonesia (PBI) Bali. (red)

Berita Terpopular