Koster Kukuhkan 4.592 Pengurus PDIP Buleleng, Konsolidasi Partai Diperkuat hingga Tingkat Banjar

IMG-20260315-WA0065

BULELENG | Dunia News Bali – Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali, Wayan Koster, secara resmi mengukuhkan 4.592 pengurus Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Kabupaten Buleleng yang terdiri dari pengurus PAC, ranting hingga anak ranting masa bakti 2025–2030. Pengukuhan tersebut berlangsung di GOR Bhuana Patra, Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng, Minggu (15/3/2026).

Acara ini dihadiri sejumlah tokoh partai, di antaranya Ketua DPRD Bali Dewa Made Mahayadnya, Wakil Ketua Bidang Ideologi dan Kaderisasi DPD PDI Perjuangan Bali I Made Supartha, Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra, Wakil Bupati Buleleng sekaligus Ketua DPC PDI Perjuangan Buleleng Gede Supriatna, serta anggota DPR RI Dapil Bali I Ketut Kariyasa Adnyana.

Selain jajaran pimpinan partai, ribuan kader dari tingkat DPC, PAC, ranting hingga anak ranting juga memadati GOR Bhuana Patra dalam momentum konsolidasi organisasi tersebut.

Dalam sambutannya, Wayan Koster menegaskan bahwa pengukuhan pengurus partai bukan sekadar agenda seremonial, melainkan amanah perjuangan yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab oleh seluruh kader.

Menurutnya, para pengurus yang dilantik merupakan ujung tombak partai di tengah masyarakat yang memiliki peran penting menjaga ideologi partai, memperkuat konsolidasi organisasi, serta menggerakkan masyarakat dengan semangat menyama braya dan gotong royong.

Baca juga:  Sinergi untuk Bali, Pertemuan Hangat Koster dan De Gadjah

Koster juga mengingatkan pentingnya menjaga nilai-nilai kearifan lokal Bali melalui konsep Sad Kerthi yang meliputi Atma Kerthi, Segara Kerthi, Danu Kerthi, Wana Kerthi, Jana Kerthi, dan Jagat Kerthi.

Ia menegaskan bahwa perjuangan PDI Perjuangan di Bali harus selaras dengan visi pembangunan daerah Nangun Sat Kerthi Loka Bali, yakni menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta seluruh isinya guna mewujudkan kesejahteraan generasi sekarang maupun mendatang.

Dalam kesempatan tersebut, Koster juga menyampaikan kebanggaannya terhadap kekuatan konsolidasi organisasi PDI Perjuangan di Bali yang dinilai menjadi yang pertama dan tercepat di Indonesia hingga menjangkau struktur partai di tingkat akar rumput.

Ia menekankan bahwa jabatan pengurus partai memiliki makna penting sebagai bentuk kepercayaan, kebanggaan, sekaligus ruang pengabdian kepada rakyat.

“Kader harus menjadi teladan, figur pemersatu, dan pribadi yang dirindukan masyarakat. Tidak boleh melanggar norma, tidak boleh sombong, serta haram hukumnya serakah, korupsi, hingga terlibat narkoba dan judi yang merugikan rakyat,” tegas Koster.

Dalam arahannya, Koster juga kembali menggaungkan pesan Proklamator RI, Sukarno, melalui slogan “Jasmerah” atau Jangan Sekali-kali Meninggalkan Sejarah, sebagai pengingat bagi kader agar tetap berpegang pada nilai perjuangan partai.

Baca juga:  Dari Jukung ke Penjor, Menyama Braya Warnai Piodalan di Pura Dalem Sakenan

Lebih lanjut, Koster meminta seluruh struktur partai untuk menyelaraskan kerja organisasi dengan agenda pembangunan daerah, khususnya dalam mengawal visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali dan Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun Bali Era Baru 2025–2125.

Ia berharap kader partai dapat berperan aktif membantu masyarakat rentan, menjaga ketahanan lingkungan, serta mendorong kedaulatan pangan dan penggunaan produk lokal Bali.

Sementara itu, Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Buleleng, Gede Supriatna, menjelaskan bahwa total pengurus partai di wilayahnya mencapai 4.592 orang.

Jumlah tersebut terdiri dari 21 pengurus DPC, 99 pengurus PAC, 1.332 pengurus ranting yang tersebar di 148 desa atau kelurahan, serta 3.140 pengurus anak ranting dari 628 banjar atau lingkungan.

Menurutnya, kekuatan struktur tersebut diharapkan mampu menjadikan mesin partai semakin solid dan bergerak dalam satu komando.

Hal senada disampaikan Wakil Ketua Bidang Ideologi dan Kaderisasi DPD PDI Perjuangan Bali, I Made Supartha. Ia menilai pengukuhan pengurus PAC hingga anak ranting merupakan hasil kerja kolektif kader yang dilandasi semangat gotong royong.

Baca juga:  Kolaborasi DPW Srikandi Bali Santhi dan MGI, Sapa Masyarakat Dengan Pemeriksaan Mata Dan Kacamata Gratis

Supartha menegaskan bahwa posisi pengurus partai bukan sekadar jabatan struktural, melainkan amanah perjuangan yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, loyalitas, dan dedikasi kepada partai serta rakyat.

Ia juga mendorong pengurus PAC yang baru dilantik agar menjadi garda terdepan partai di tingkat kecamatan sekaligus memperkuat konsolidasi organisasi hingga ke tingkat ranting dan anak ranting.

“Kader harus hadir langsung di tengah masyarakat untuk memperjuangkan kepentingan wong cilik sesuai ajaran Bung Karno,” pungkasnya. (red)

Berita Terpopular

tanah lot
galungan