Lanang Umbara Ungkap Fakta Sampah Kiriman Usai Teguran Presiden

IMG-20260204-WA0088
Anggota DPRD Badung Fraksi PDI Perjuangan, I Gusti Lanang Umbara

DENPASAR | Dunia News Bali –  Presiden Prabowo Subianto menyoroti persoalan sampah di Bali yang mengotori kawasan pantai, khususnya di wilayah Kabupaten Badung. Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah di Sentul, Bogor, Senin (2/1/2025).

Dalam forum tersebut, Presiden Prabowo menampilkan sejumlah slide yang memperlihatkan kondisi pantai di Badung, termasuk Pantai Kuta, yang dipenuhi tumpukan sampah. Tayangan tersebut menjadi sorotan nasional sekaligus peringatan bagi pemerintah daerah.

Menanggapi hal itu, Anggota DPRD Badung Fraksi PDI Perjuangan, I Gusti Lanang Umbara, menyampaikan apresiasi atas perhatian Presiden. Ia menilai teguran tersebut sebagai bentuk kasih sayang dan kepedulian kepala negara terhadap Bali sebagai destinasi pariwisata dunia.

“Kami berterima kasih atas perhatian dan kecintaan Bapak Presiden kepada Pulau Bali. Teguran ini menjadi pengingat sekaligus pemacu bagi kami semua untuk semakin sadar menjaga kebersihan,” ujar Lanang.

Namun demikian, Lanang juga membeberkan realitas yang terjadi di lapangan. Menurutnya, persoalan sampah di pesisir Bali tidak sepenuhnya disebabkan oleh kelalaian masyarakat setempat.

Baca juga:  n-JAWA-ni: Kearifan Lokal Jawa yang Mendunia

Ia menegaskan, berdasarkan data dan temuan di lapangan, sebagian besar sampah yang menumpuk di pantai merupakan sampah kiriman dari luar Bali yang terbawa arus laut.

“Faktanya, ratusan hingga ribuan ton sampah itu sekitar 80 persen berasal dari luar Pulau Bali yang terdekat,” jelasnya.

Lanang menjelaskan, sampah tersebut berasal dari wilayah lain yang dibuang ke sungai, kemudian hanyut ke laut dan terbawa arus angin muson. Saat angin barat bertiup, sampah akan menumpuk di kawasan barat seperti Kuta, Kedonganan, dan Canggu. Sementara saat angin timur, tumpukan sampah mengarah ke Tanjung Benoa.

Kondisi tersebut, menurutnya, perlu menjadi perhatian serius Pemerintah Pusat karena melibatkan lintas wilayah dan lintas pulau.

“Bali adalah wajah pariwisata Indonesia. Kebersihan dan keindahannya harus dijaga. Karena ini persoalan lintas pulau, maka Pemerintah Pusat harus ikut turun tangan,” tegasnya.

Ia juga berharap ada penanganan serius terhadap persoalan sampah di wilayah hulu, khususnya di wilayah barat Bali dan sekitarnya. Dengan pengelolaan yang baik di daerah asal, diharapkan volume sampah yang terbawa ke Bali saat musim angin barat dapat ditekan.

Baca juga:  DPRD Bali Murka, Perusahaan Tak Berani Teken Jaminan Akses Pura

Minta Penutupan TPA Suwung Ditunda

Mengingat besarnya volume sampah kiriman, Lanang turut menyampaikan permohonan terkait infrastruktur pengelolaan sampah. Ia meminta agar rencana penutupan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung ditunda hingga fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) beroperasi secara optimal.

Menurutnya, hal tersebut penting karena pemerintah daerah masih terbatas oleh regulasi dalam pengadaan alat pengolahan sampah secara mandiri.

“Kami memohon agar penutupan TPA Suwung ditunda sampai PSEL benar-benar berjalan. Sampah kiriman ini perlu tempat penampungan sementara, sementara kami tidak diperbolehkan membeli mesin incinerator sendiri,” ungkapnya.

Dorong Penindakan Tegas Pembuang Sampah

Lanang juga menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Badung telah berupaya maksimal dalam menjaga kebersihan lingkungan. Upaya tersebut melibatkan TNI, Polri, desa adat, hingga organisasi kemasyarakatan.

Selain itu, regulasi dan sanksi tegas telah diterapkan bagi masyarakat yang membuang sampah sembarangan, khususnya ke sungai.

“Dari tingkat banjar sampai kecamatan, kami sudah melarang dan memberikan sanksi tegas bagi warga yang membuang sampah ke sungai,” katanya.

Baca juga:  Keretakan Pasangan Incumbent, Sanjaya Tak Pertahankan Edi Wirawan

Ia berharap Presiden Prabowo turut menyerukan peringatan keras kepada seluruh masyarakat Indonesia agar tidak menjadikan sungai sebagai tempat pembuangan sampah.

“Ini membutuhkan kesadaran kolektif seluruh rakyat Indonesia. Jangan buang sampah ke sungai, karena akan terbawa ke laut dan akhirnya mengotori banyak wilayah, termasuk Bali,” pungkasnya. (red)

Berita Terpopular

selamat natal
tanah lot
natal
happy
galungan
galungan1
galunan2