Membanggakan, BPD Bali Naik Kelas ke KBMI 2

Oleh: Prof. Dr. Ida Bagus Raka Suardana, S.E., M.M.

Guru Besar FEB Undiknas Denpasar dan WKU Kadin Bali 2025–2030

 

DENPASAR | Dunia News Bali – Keberhasilan Bank BPD Bali naik kelas ke Kelompok Bank Berdasarkan Modal Inti (KBMI) 2 merupakan pencapaian strategis yang membanggakan dan layak diapresiasi karena mencerminkan semakin kuatnya fondasi sektor perbankan daerah dalam menopang pembangunan ekonomi Bali.

Status baru ini tidak sekadar menunjukkan kepatuhan terhadap regulasi Otoritas Jasa Keuangan, tetapi juga memperbesar kapasitas Bank BPD Bali dalam menjalankan fungsi intermediasi, memperluas layanan, serta meningkatkan daya saing di tengah dinamika industri perbankan nasional.

Bagi perekonomian Bali, pencapaian itu memberikan optimisme terhadap semakin kuatnya dukungan pembiayaan bagi sektor-sektor produktif, khususnya pariwisata, pertanian, perdagangan, ekonomi kreatif, dan industri berbasis budaya.

Bank daerah yang memiliki modal lebih besar akan memiliki ruang ekspansi kredit yang semakin luas sehingga mampu menjadi penggerak investasi domestik, mempercepat perputaran ekonomi, dan meningkatkan kesempatan kerja. Kondisi tersebut sangat penting mengingat Bali masih membutuhkan penguatan struktur ekonomi agar tidak hanya bergantung pada sektor pariwisata, melainkan juga mendorong diversifikasi ekonomi yang lebih berkelanjutan.

Baca juga:  Aksi Sosial Program HOSES, Membantu Memberikan Dana Bagi Siswa Yang Terpilih

Bagi masyarakat Bali, kenaikan status menjadi KBMI 2 akan meningkatkan kepercayaan terhadap Bank BPD Bali sebagai lembaga keuangan milik daerah yang semakin profesional, modern, dan aman.

Pengembangan layanan digital seperti BPD Bali Mobile, QRIS Cross Border, QRIS NFC, serta penguatan keamanan siber akan memberikan kemudahan transaksi bagi masyarakat, pelaku usaha, maupun wisatawan mancanegara. Digitalisasi tersebut sekaligus mendukung percepatan inklusi keuangan, efisiensi transaksi, dan peningkatan produktivitas ekonomi masyarakat.

Dampak yang paling signifikan tentu sangat dirasakan oleh pelaku UMKM Bali. Selama ini, UMKM merupakan tulang punggung perekonomian daerah yang menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.

Dengan kapasitas permodalan yang lebih kuat, Bank BPD Bali memiliki peluang lebih besar memperluas akses pembiayaan produktif melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) maupun skema pembiayaan lainnya. Hingga Juni 2026, realisasi KUR telah mencapai Rp1,17 triliun atau sekitar 64,55 persen dari target tahunan, menunjukkan komitmen nyata dalam memperkuat sektor UMKM.

Dukungan pembiayaan tersebut akan meningkatkan kapasitas produksi, memperluas pasar, mempercepat transformasi digital UMKM, serta memperkuat daya saing produk lokal Bali di pasar nasional maupun internasional.

Baca juga:  Kuasa Hukum Nilai Unsur Pidana Tak Terpenuhi, Suwito Gunawan Tempuh Amnesti Presiden

Secara keseluruhan, kenaikan Bank BPD Bali ke KBMI 2 merupakan momentum penting bagi penguatan ekonomi Bali. Keberhasilan itu menunjukkan bahwa sinergi pemerintah daerah sebagai pemegang saham, manajemen bank, regulator, dan masyarakat telah menghasilkan institusi keuangan daerah yang semakin tangguh.

Jika momentum ini terus dijaga melalui tata kelola yang baik, inovasi digital, dan keberpihakan kepada sektor produktif, maka Bank BPD Bali akan semakin berperan sebagai lokomotif pembangunan ekonomi daerah, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memperkuat UMKM, serta mendukung terwujudnya ekonomi Bali yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan. (red)

Berita Terpopular

Scroll to Top