Moody’s Pertahankan Peringkat Indonesia, OJK Optimistis Ekonomi Tetap Tangguh

Screenshot_20260206_165954_ChatGPT

Jakarta|dunianewsbali.com – Lembaga pemeringkat internasional Moody’s Investors Service menegaskan ketahanan ekonomi Indonesia dengan mempertahankan Sovereign Credit Rating Republik Indonesia pada level Baa2. Meski demikian, Moody’s menyesuaikan outlook peringkat Indonesia dari stabil menjadi negatif seiring meningkatnya dinamika dan ketidakpastian global.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai keputusan tersebut mencerminkan fundamental ekonomi Indonesia yang tetap solid. Pertumbuhan ekonomi yang relatif kuat, kerangka kebijakan makro yang disiplin, serta ketahanan sektor jasa keuangan menjadi faktor utama yang menopang kepercayaan Moody’s terhadap perekonomian nasional.

Moody’s juga menilai Indonesia tetap resilien berkat kekuatan struktural ekonomi serta kebijakan fiskal dan moneter yang dijalankan secara prudent.

Di tengah tekanan global, fondasi tersebut dinilai mampu menjaga stabilitas dan keberlanjutan pertumbuhan ekonomi.

Sejalan dengan rilis data Badan Pusat Statistik, ekonomi Indonesia tumbuh 5,11 persen sepanjang 2025, lebih tinggi dibandingkan capaian tahun sebelumnya. Kinerja ini menunjukkan kemampuan perekonomian nasional dalam menjaga momentum pertumbuhan, sekaligus meredam dampak ketidakpastian jangka pendek yang tercermin dalam perubahan outlook.

Baca juga:  Perkuat Literasi Investasi, Mirae Asset Resmikan Kantor Advisory Wealth Management di Denpasar

OJK memandang prospek ekonomi nasional tetap positif dan berkelanjutan. Permintaan domestik yang solid, kontribusi sektor keuangan yang stabil, serta kesinambungan agenda reformasi struktural menjadi penopang utama ke depan.

Pejabat Sementara Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi menegaskan komitmen OJK untuk terus menjaga stabilitas sistem keuangan sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Menurutnya, OJK akan secara konsisten menjalankan Program Prioritas 2026 dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian dan penguatan ketahanan sektor jasa keuangan.

“Seluruh agenda diarahkan untuk menjaga stabilitas sistem keuangan, mendukung pembiayaan program prioritas pemerintah, serta memperkuat kepercayaan pelaku pasar dan investor,” ujar Friderica.

OJK juga menilai posisi Indonesia yang dinilai relatif lebih baik dibandingkan negara-negara sekelasnya mencerminkan kepercayaan terhadap kapasitas kebijakan nasional. Ke depan, OJK akan terus mendorong penguatan koordinasi lintas lembaga agar kebijakan yang ditempuh semakin selaras dan konsisten.

Sebagai anggota Komite Stabilitas Sistem Keuangan, OJK menegaskan akan memperkuat sinergi kebijakan dengan pemerintah dan otoritas terkait. Langkah ini ditempuh untuk menjaga stabilitas sistem keuangan sekaligus memperluas dukungan pembiayaan bagi pembangunan jangka menengah dan panjang di tengah tantangan global yang terus berkembang. (*)

Berita Terpopular

tanah lot
galungan