Pencurian di Bogor: Imigrasi Ngurah Rai Amankan 3 WN Tiongkok

IMG-20260502-WA0041
Petugas Imigrasi Ngurah Rai mengamankan 3 pelaku WN Tiongkok pelaku pencurian di Bogor

BADUNG | dunianewsbali – Kantor Imigrasi Ngurah Rai berhasil mengamankan tiga Warga Negara Asing (WNA) asal Tiongkok yang diduga terlibat kasus pencurian dengan pemberatan di perumahan mewah Kota Bogor. Penangkapan dilakukan di Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, pada Sabtu (2/5/2026).

​Ketiga pelaku yang berinisial J.W. (33), R.W. (37), dan H.L. (39) terdeteksi saat hendak bertolak menuju Kuala Lumpur menggunakan maskapai Air Asia QZ550. Berkat respons cepat petugas, upaya pelarian para pelaku yang masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) ini berhasil digagalkan tepat pada pukul 07.00 WITA.

Kronologi Kasus Pencurian di Perumahan Mewah Bogor

​Berdasarkan keterangan Polresta Bogor Kota, aksi kriminal ini terjadi pada Minggu (22/3/2026) sekitar pukul 20.45 WIB. Para pelaku menyasar kediaman Sdr. Susanto di kawasan elite saat rumah dalam keadaan kosong karena pemilik sedang berlibur ke luar negeri.

​Modus operandi yang digunakan tergolong unik namun berbahaya. Para pelaku dilaporkan masuk ke area rumah dengan mengenakan:

  • ​Topeng bermotif wajah pesepakbola terkenal.
  • ​Sarung tangan hitam untuk menghindari jejak sidik jari.
  • ​Memanfaatkan kelengahan sistem keamanan saat malam hari.
Baca juga:  Diduga Selundupkan Ganja, WN Turki Terancam 15 Tahun Penjara

​Deteksi Dini di Bandara Ngurah Rai

​Ketiga WNA tersebut diketahui masuk ke Indonesia menggunakan Izin Tinggal Kunjungan Visa on Arrival (VoA). Keberadaan mereka terendus sistem imigrasi saat melewati pemeriksaan paspor di keberangkatan internasional.

“Petugas kami mendeteksi adanya kejanggalan saat pemeriksaan identitas. Setelah diverifikasi, ketiganya dipastikan sesuai dengan Laporan Polisi Polresta Bogor Kota terkait tindak pidana Pasal 477 UU RI No. 1 tentang KUHP,” ujar Kepala Kantor Imigrasi Ngurah Rai, Bugie Kurniawan.

​Sinergi Antarinstansi dan Infrastruktur Digital

​Penangkapan ini merupakan buah manis dari sinergitas antara Imigrasi Ngurah Rai, Imigrasi Bogor, dan Polresta Bogor Kota. Dukungan infrastruktur digital keimigrasian yang canggih menjadi kunci utama dalam memantau pergerakan pelaku kejahatan lintas wilayah.

Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Bali, Felucia Sengky Ratna, memberikan apresiasi tinggi atas profesionalisme jajarannya. Ia menegaskan bahwa Bali, sebagai gerbang internasional, harus tetap steril dari oknum yang mencederai keamanan negara.

​”Keberhasilan ini membuktikan bahwa setiap pelanggar hukum tidak akan memiliki celah untuk meloloskan diri selama koordinasi antarinstansi berjalan responsif dan akurat,” tutup Sengky.

Baca juga:  Mantan Kadis Masuk Perusahaan, DPRD Bali Minta Jangan Putarbalik Sejarah Perizinan

​Saat ini, ketiga tersangka beserta paspornya telah diserahterimakan kepada penyidik Polresta Bogor Kota untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. (*)

Berita Terpopular