PHDI Gelar Doa Lintas Agama di UNHI Denpasar, Ajak Bangsa Perkuat Spiritualitas Hadapi Gelombang Bencana Nasional

20251212_152710

DENPASAR – dunianewsbali.com, Meningkatnya intensitas bencana alam di berbagai daerah Indonesia dalam beberapa pekan terakhir melahirkan keprihatinan sekaligus dorongan untuk memperkuat solidaritas antarumat beragama. Mulai dari banjir bandang di Bali hingga rangkaian longsor dan banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, situasi ini menegaskan perlunya memperkuat ikatan sosial dan spiritual bangsa.

Di tengah suasana tersebut, Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI) menggelar Doa Bersama lintas agama di Gedung Rektorat Universitas Hindu Indonesia (UNHI) Denpasar pada Jumat, 12 Desember 2025. Kegiatan ini dihadiri tokoh-tokoh agama dari Hindu, Islam, Buddha, Katolik, Kristen, hingga Konghucu sebagai simbol persatuan, empati, dan kebersamaan nasional menghadapi bencana.

Doa dipimpin oleh Ida Pedanda Gde Bang Buruan Manuaba, Dharma Adhiyaksa PHDI Pusat, dalam suasana hening dan penuh kekhidmatan. Hadir pula perwakilan MUI Provinsi Bali, Muhamad Toha, rohaniawan Budha Bhante Rung Subhantdho, serta tokoh agama Katolik, Kristen, dan Konghucu Putu Shantiro.

Ida Pedanda menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan panggilan moral seluruh umat untuk bersama-sama mendoakan keselamatan bangsa. “Doa bersama ini kami laksanakan sebagai bentuk empati kepada saudara-saudara kita yang terdampak bencana. Melalui doa ini, kami memohon keselamatan bagi Indonesia, terutama agar Bali dijauhkan dari marabahaya dan bencana,” ujarnya.

Baca juga:  Pansus TRAP Selidiki Dampak Gorong-Gorong, Sejumlah Area Bali Handara Disorot

Selain memanjatkan doa bagi para korban dan daerah terdampak, acara ini juga menjadi pengingat tentang pentingnya menjaga keseimbangan alam. Menurut Ida Pedanda, bencana alam tidak hanya membutuhkan respons fisik dan kebijakan, tetapi juga perubahan perilaku manusia dalam memperlakukan lingkungan.

Ketua PHDI Bali, I Nyoman Kenak, yang hadir mewakili Ketua Umum PHDI Mayjen TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya, menyebut bahwa doa lintas agama merupakan langkah strategis memperkuat keharmonisan sosial di tengah meningkatnya risiko bencana. “Kami berharap nilai spiritual dari kegiatan ini dapat mendorong masyarakat menjaga keseimbangan alam, mempererat hubungan antar sesama, dan menjauhkan diri dari segala bentuk kemurkaan alam,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa kegiatan serupa diharapkan terus digelar secara rutin sebagai ruang memperkuat silaturahmi antarumat beragama di Bali. Menurutnya, kerukunan dan kekompakan masyarakat menjadi fondasi penting untuk mengurangi dampak bencana yang semakin sering terjadi akibat perubahan iklim dan ketidakseimbangan lingkungan.

Doa lintas agama yang digelar di UNHI Denpasar ini menjadi pesan kuat dari Bali untuk Indonesia: bahwa solidaritas, spiritualitas, dan kebersamaan antarumat beragama adalah kunci menghadapi tantangan besar yang datang dari alam. (Brv)

Berita Terpopular

tanah lot
galungan