Denpasar | dunianewsbali.com – Kelurahan Padangsambian, Kecamatan Denpasar Barat, menggelar Lomba Bulan Bahasa Bali ke VIII Tahun 2026 sebagai upaya melestarikan bahasa dan budaya Bali. Kegiatan ini mengusung tema “Atma Kerthi Udiana Purnaning Jiwa” dan dilaksanakan pada Jumat, (06/02/2026), mulai pukul 09.10 Wita, bertempat di Balai Desa Adat Padangsambian, Jalan Tangkuban Perahu No. II.
Kegiatan ini diikuti oleh berbagai unsur masyarakat, mulai dari anak-anak hingga dewasa, serta para prajuru adat se-Kelurahan Padangsambian. Adapun lomba yang dipertandingkan meliputi Mesatwa Bahasa Bali tingkat dewasa, Pidato Bahasa Bali oleh Kelian Adat, serta Nyurat Aksara Bali tingkat anak-anak.
Lomba Bulan Bahasa Bali ini bertujuan untuk menjaring potensi peserta berprestasi di bidang bahasa Bali yang nantinya akan mewakili Kelurahan Padangsambian pada Lomba Bulan Bahasa Bali tingkat Kota Denpasar. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi dan pelestarian budaya, khususnya dalam meningkatkan kemampuan masyarakat membaca, menulis aksara Bali, dan berbahasa Bali secara aktif.
Rangkaian acara diawali dengan pembukaan oleh MC, menyanyikan lagu Indonesia Raya, doa bersama, sambutan Ketua Panitia, Camat Denpasar Barat, dan Lurah Padangsambian. Kegiatan secara resmi dibuka dengan pemukulan gong, dilanjutkan dengan pelaksanaan perlombaan.
Acara ini dihadiri oleh Camat Denpasar Barat, Majelis Desa Adat Kota Denpasar, Lurah Padangsambian, Jero Bendesa Adat Padangsambian, Ketua Tim Penggerak PKK, para Kelian Adat, serta unsur TNI-Polri. Babinsa Kelurahan Padangsambian Serda Bawi bersama Bhabinkamtibmas Aiptu Made Merta turut melakukan pemantauan dan pengamanan guna memastikan kegiatan berlangsung aman dan tertib.
Penilaian lomba dilakukan oleh tim juri yang terdiri dari Penyuluh Aksara Bali Dinas Kebudayaan Provinsi Bali dan Penyuluh Bahasa Bali Kecamatan Denpasar Barat. Selama kegiatan berlangsung, suasana acara berjalan lancar, tertib, dan aman, dengan antusiasme tinggi dari peserta maupun masyarakat sebagai bentuk kecintaan terhadap bahasa dan budaya Bali. (*)