THK Tourism Awards Genap 25 Tahun, 14 Hotel Jadi Pilar Pariwisata Berkelanjutan Bali

IMG-20260110-WA0061

BADUNG — Dunianewsbali.com, Memasuki usia seperempat abad, Tri Hita Karana (THK) Tourism Awards kembali menegaskan perannya sebagai tolok ukur pariwisata berkelanjutan di Bali. Ajang yang telah berjalan sejak tahun 2000 ini dinilai berhasil menjaga konsistensi nilai harmoni antara manusia, alam, dan spiritualitas di tengah pesatnya perkembangan industri pariwisata.

THK Tourism Awards pertama kali diluncurkan pada 22 Desember 2000 sebagai upaya sosialisasi nilai-nilai Tri Hita Karana kepada pelaku pariwisata. Seiring waktu, program ini berkembang menjadi sistem akreditasi profesional yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan lintas sektor, mulai dari akademisi, dosen, praktisi pariwisata, hingga wartawan pariwisata.

Pada fase awal penyelenggaraan, THK Awards lebih berfokus pada perekrutan dan pembekalan asesor agar memahami filosofi Tri Hita Karana. Kini, proses penilaian dilakukan secara komprehensif oleh asesor lintas profesi yang menilai penerapan nilai-nilai THK secara nyata di lapangan, termasuk perilaku wisatawan dan pengelolaan destinasi.

Setiap hotel peserta diwajibkan membentuk Tim THK internal sebagai motor penerapan nilai. Penilaian mengacu pada 17 tujuan utama yang terbagi dalam tiga pilar, yakni Pawongan dengan 10 indikator, Palemahan lima indikator, serta Parhyangan dua indikator yang menekankan aspek spiritualitas.

Baca juga:  Pemeriksaan Ketat di Pintu Masuk Bali Pasca Lebaran, Pendatang Diminta Patuhi Aturan

Ketua Yayasan Tri Hita Karana, Ir. I Gusti Ngurah Wisnu Wardana, menjelaskan bahwa seluruh peserta menjalani proses akreditasi berjenjang berdasarkan skor penilaian. Skor 65–70 dinilai masih tahap pembelajaran, 70–85 masuk kategori Silver, 85–100 meraih Gold. Hotel yang berhasil mempertahankan Gold selama tiga tahun berturut-turut akan naik ke Emerald, dilanjutkan Platinum, hingga Super Platinum melalui proses berkelanjutan.

Pada momentum 25 tahun penyelenggaraan, Yayasan THK memberikan Lifetime Achievement Awards kepada 14 hotel yang dinilai konsisten mengikuti THK Tourism Awards sejak awal pelaksanaan pada tahun 2000. Keikutsertaan berkelanjutan ini menjadi bukti komitmen jangka panjang industri perhotelan dalam menjaga filosofi Tri Hita Karana.

Wisnu Wardana berharap, usia ke-25 ini menjadi titik penguatan profesionalisme pariwisata Bali, khususnya dalam pengelolaan lingkungan dan penanganan sampah. Menjawab tantangan wellness tourism, Yayasan THK juga menggandeng Balai Pelatihan Kesehatan Masyarakat (Bapelkesmas) Bali untuk membekali staf hotel dengan keterampilan pertolongan pertama atau first aid.

Menurutnya, staf hotel merupakan pihak pertama yang berada di lokasi ketika terjadi kondisi darurat pada wisatawan. Karena itu, kemampuan penanganan awal sebelum intervensi lanjutan menjadi sangat krusial demi keselamatan dan kenyamanan tamu.

Baca juga:  Pansus TRAP DPRD Bali Turun Tangan Sengketa Tanah Adat dan Akses Pura di Jimbaran

Pada puncak THK Awards 2025, penghargaan diberikan dalam lima kategori utama, yakni THK-Innovation Awards, THK-PR Awards, THK Awards and Accreditation, Lifetime Achievement Awards, serta THK-CSR Awards. Rangkaian ini mencerminkan komitmen THK dalam mendorong inovasi, komunikasi publik, serta tanggung jawab sosial industri pariwisata.

Sebagai bagian dari pelestarian budaya, Yayasan THK juga memastikan kembalinya THK-Melapa-Melapi Awards pada tahun mendatang. Penghargaan ini ditujukan bagi para chef yang dinilai konsisten menjaga dan menghidupkan kembali cita rasa kuliner warisan leluhur Bali.

Sepanjang tahun ini, tercatat sebanyak 70 hotel dan daya tarik wisata (DTW) berpartisipasi dalam THK Tourism Awards. Lebih dari 500 akreditasi yang diberikan selama 25 tahun menjadi penanda kuat bahwa nilai Tri Hita Karana tetap relevan di tengah arus modernisasi pariwisata.

Selain 47 hotel dan DTW yang meraih THK Awards 2025 dari level Silver hingga Super Platinum II, terdapat pula lima perusahaan penerima THK CSR Awards 2025 atas kontribusi nyata mereka terhadap lingkungan dan masyarakat.

Baca juga:  Dr. Togar Situmorang Ingatkan Warga Bali untuk Tolak Politik Uang dalam Pilkada 2024

Menutup rangkaian acara, Wisnu Wardana menegaskan bahwa Tri Hita Karana adalah warisan lintas generasi. Filosofi ini menjadi pengingat bahwa bumi bukanlah warisan leluhur semata, melainkan titipan bagi generasi mendatang, dan Bali tetap hidup sebagai doa yang dijaga bersama. (red)

Berita Terpopular

tanah lot
galungan