DENPASAR | Dunia News Bali – Pengembangan karakter, pemahaman terhadap potensi diri, serta kemampuan memanfaatkan teknologi secara bijak menjadi bekal penting bagi mahasiswa dalam menghadapi tantangan zaman. Selain mengejar prestasi akademik, mahasiswa juga didorong untuk aktif berorganisasi guna memperluas wawasan dan membangun jejaring.
Pesan tersebut disampaikan I Gusti Ngurah Arya Utama Putra atau yang akrab disapa Wah Arya saat menjadi narasumber dalam kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) yang diselenggarakan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Institut Sains & Teknologi Nahdlatul Ulama Bali (ISTNUBA) di Denpasar, Jumat hingga Minggu, 9–11 Oktober 2026.
Dalam kegiatan tersebut, mantan Ketua Pimpinan Daerah Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI) DKI Jakarta periode 2019–2022 itu membawakan materi mengenai pengembangan karakter mahasiswa. Ia mengingatkan mahasiswa baru agar memulai proses pengembangan diri dengan mengenali minat, bakat, serta kemampuan yang dimiliki.

Menurut Wah Arya, pemahaman terhadap potensi diri merupakan langkah awal untuk menentukan arah dan menyusun target selama menempuh pendidikan tinggi. Dengan mengenali kekuatan diri, mahasiswa diharapkan mampu merancang langkah pengembangan diri secara lebih terarah.
“Tahap pertama ketika kalian sebagai mahasiswa ingin berkembang, kalian harus mengenali potensi diri melalui minat, bakat dan kekuatan diri, serta membuat plan ke depan hal apa yang perlu dicapai,” ujar Wah Arya, yang juga menjabat Sekretaris Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Bali.
Selain pengembangan karakter, Wah Arya menyoroti perkembangan teknologi yang semakin memengaruhi kehidupan mahasiswa, khususnya kehadiran Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan. Teknologi ini memberikan kemudahan dalam memperoleh informasi, mendukung proses pembelajaran, hingga membantu menyelesaikan berbagai pekerjaan.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa kemajuan teknologi perlu diimbangi dengan sikap bijaksana dan kemampuan berpikir kritis. Mahasiswa tidak seharusnya hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga perlu memahami cara memanfaatkannya secara tepat dan bertanggung jawab untuk menunjang proses belajar.
“Zaman sudah sangat maju, teknologi pun sudah sangat modern. Hari ini kita disajikan teknologi yang mempermudah kehidupan kita, yaitu AI. Namun, sebagai mahasiswa, kalian harus bijaksana menggunakan teknologi tersebut,” tambahnya.
Wah Arya juga menekankan pentingnya keterlibatan mahasiswa dalam organisasi, baik organisasi internal maupun eksternal kampus. Menurutnya, pengalaman berorganisasi dapat menjadi sarana pembelajaran di luar perkuliahan yang membantu mahasiswa mengembangkan keterampilan interpersonal dan memperluas wawasan.
Melalui organisasi, mahasiswa berkesempatan mengasah kemampuan komunikasi, membangun hubungan dengan berbagai kalangan, memperluas jaringan, serta memperoleh akses dan pengalaman yang tidak selalu didapatkan di ruang kelas.
“Organisasi itu penting, mau itu di intra kampus ataupun ekstra kampus. Karena, banyak hal yang kalian akan dapatkan di luar kampus. Salah satunya jaringan, akses, relasi, dan lain-lain yang kalian tidak dapatkan di dalam ruang kelas,” tutup Wah Arya.
Melalui materi yang disampaikan dalam PKKMB tersebut, Wah Arya berharap mahasiswa baru ISTNUBA mampu menjalani masa perkuliahan secara lebih optimal. Tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, mahasiswa juga diharapkan terus mengembangkan potensi diri, membangun karakter yang kuat, memanfaatkan teknologi secara bijak, serta aktif mencari pengalaman melalui kegiatan organisasi. (dnb13)