Dari Kampus ke Jalan Dharma, Mantan Warek ITB STIKOM Bali Resmi Menjadi Sulinggih

IMG-20260114-WA0043
Prosesi sakral Diksa Nyeda Raga dalam rangkaian Upacara Rsi Yadnya Apodgala Sulinggih yang dijalani Ida Bhawati Pasek I Made Sarjana, disaksikan para sulinggih dan tokoh adat di Desa Bebetin, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng, Minggu (4/1/2026).

BULELENG | Dunia News Bali, Institut Teknologi dan Bisnis STIKOM Bali menyatakan dukungan penuh terhadap perjalanan spiritual mantan Wakil Rektor III, Ida Bhawati Pasek I Made Sarjana, yang secara resmi menjalani Upacara Rsi Yadnya Apodgala Sulinggih, Minggu (4/1/2026).

Prosesi sakral tersebut berlangsung khidmat di Banjar Dinas Desa, Desa Bebetin, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng, dan menjadi momentum penting peralihan pengabdian dari dunia akademik menuju jalan spiritual sebagai sulinggih.

Upacara Rsi Yadnya Apodgala Sulinggih dilaksanakan bersama sang istri, Ida Bhawati Pasek Lily Marheni, sebagai rangkaian penyucian diri sekaligus pengukuhan swadharma. Kehadiran figur akademisi yang telah lama mengabdi di pendidikan tinggi ini menarik perhatian umat serta masyarakat luas.

Prosesi upacara dipuput oleh sejumlah sulinggih ternama di Bali. Ida Pandita Mpu Nabe Jaya Sandhika Yoga dari Griya Sunia Amertha Tengah Padang, Denpasar, bertindak sebagai Pinaka Nabe Napak. Sementara Pinaka Nabe Waktra diemban Ida Pandita Mpu Nabe Jaya Acharya Nanda dari Griya Mumbul Sari Serongga, Gianyar, dan Pinaka Nabe Saksi oleh Ida Pandita Mpu Nabe Siwananda Wira Dharma Jaya Dangkara dari Griya Santhi Bhuwana Asram, Mayong, Buleleng.

Baca juga:  Ketua PSN Bali: Lebih dari 3.000 Pemedek Padati Pantai Mertasari dalam Upacara Banyu Pinaruh

Upacara yang dimulai sekitar pukul 16.00 WITA tersebut dihadiri para sulinggih, jro mangku, Bupati Buleleng beserta jajaran, tokoh adat dan dinas, krama desa, serta semeton Pasek dari berbagai wilayah di Bali.

Turut hadir Pembina Yayasan Widya Dharma Santi Denpasar Prof. Dr. I Made Bandem, MA, Ketua Yayasan Widya Dharma Santi Denpasar Drs. Ida Bagus Dharmadiaksa, M.Si., Ak., Rektor ITB STIKOM Bali Dr. Dadang Hermawan, serta jajaran pimpinan dan civitas akademika ITB STIKOM Bali.

Kehadiran pimpinan yayasan dan perguruan tinggi tersebut menjadi simbol penghormatan dunia akademik terhadap pilihan pengabdian spiritual yang ditempuh Ida Bhawati Pasek I Made Sarjana. Dalam sambutannya, Prof. Dr. I Made Bandem, MA., menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan kontribusi beliau selama berkiprah di dunia pendidikan tinggi, khususnya saat menjabat sebagai Wakil Rektor III STIKOM Bali.

Sementara itu, Rektor ITB STIKOM Bali menyampaikan doa dan harapan agar Ida Bhawati Pasek I Made Sarjana beserta istri senantiasa dianugerahi kesehatan serta kekuatan lahir dan batin dalam mengemban swadharma, demi kemajuan umat Hindu di Bali, Nusantara, hingga tingkat global.

Baca juga:  Sukseskan Bulan Bahasa Bali Ke 6, BTID Dan Desa Seràngan Saling Berkolaborasi

Dari pihak PHDI Kabupaten Buleleng, disampaikan rasa bangga atas hasil penilaian Sisya Turiksa oleh MGPSSR Buleleng dan Diksa Pariksa oleh PHDI Buleleng, yang menetapkan Ida Bhawati Pasek I Made Sarjana dan Ida Bhawati Pasek Lily Marheni sebagai calon sulinggih terbaik.

Usai prosesi Diksa Nyeda Raga, berdasarkan usulan para Nabe, PHDI Buleleng menetapkan abhiseka Ida Bhawati Pasek I Made Sarjana dengan gelar Ida Pandita Mpu Acharya Sandhikajaya Nanda, serta Ida Bhawati Pasek Lily Marheni sebagai Ida Pandita Mpu Istri Sandhikajaya Nanda.

Sebagai wujud dukungan dan rasa bangga, pada penutupan upacara Apodgala Sulinggih, Pembina dan Ketua Yayasan Widya Dharma Santi bersama Rektor ITB STIKOM Bali menyerahkan secara simbolis punia CSR ITB STIKOM Bali berupa seperangkat Siwa Krana, meliputi pakaian kebesaran sulinggih dan perlengkapan upakara lengkap. Punia serupa juga diserahkan oleh Bupati Buleleng. (red)

Berita Terpopular

selamat natal
tanah lot
natal
happy
galungan
galungan1
galunan2