Bank BPD Bali: Tulang Punggung Ekonomi Kerakyatan Bali

IMG-20260204-WA0015(1)

Oleh : Putu Dharmapatni.

 

DENPASAR | Dunia News Bali – Bali kerap dipuja karena cahaya pariwisatanya. Hotel, bandara, dan investasi datang silih berganti. Namun kehidupan pulau ini sesungguhnya disangga oleh kerja-kerja  kecil yang nyaris tak terdengar: pedagang pasar, petani, nelayan, perajin, dan UMKM yang menjaga dapur tetap menyala.

Di sanalah ekonomi Bali berakar.

Ekonomi kerakyatan bukan slogan, melainkan denyut harian. Ia hidup dari modal terbatas dan harapan panjang. Karena itu ia membutuhkan penopang yang setia bukan sekadar bank yang mengejar laba, tetapi lembaga yang mengerti makna pengabdian.

Melalui kredit mikro, pembiayaan desa adat, dan dukungan bagi usaha kecil, BPD Bali bekerja di ruang sunyi: memastikan rakyat tetap punya pijakan. Spiritnya lebih dekat pada ngayah ketimbang transaksi. Uang tak berhenti sebagai angka, melainkan diputar kembali menjadi kehidupan.

Ketika dana masyarakat Bali tumbuh dan kembali untuk Bali, di situlah kedaulatan ekonomi menemukan bentuknya. Seperti air subak yang tak pernah lupa ke mana ia harus mengalir.

Baca juga:  Perjuangkan Keadilan, Pelaku Usaha SPA Adakan Seminar Nasional

Tantangan zaman menuntut modernisasi. Digitalisasi tak bisa dihindari. Namun satu hal tak boleh berubah: keberpihakan. Tanpa itu, bank daerah hanya papan nama.

Pada akhirnya, Bali bukan berdiri karena gemerlap investasi, melainkan karena rakyat kecilnya bertahan. Jika tulang punggung ini rapuh, Bali ikut runtuh. Jika ia kokoh, Bali tak perlu takut pada siapa pun.

Penulis Adalah : Pemerhati Ekonomi dan Perbankan.

Berita Terpopular

tanah lot
galungan