Kabid Propam Polda Bali Pimpin Berbagi Takjil, Ustadz Harap Ramadan Bawa Keberkahan

IMG-20260303-WA0021
Kabid Propam Polda Bali Kombes Pol. I Ketut Agus Kusmayadi saat memimpin kegiatan berbagi takjil kepada masyarakat di Mushola Raudhatul Jannah, Jalan Bedahulu, Denpasar, Selasa (3/3/2026).

DENPASAR | Dunia News Bali – Kegiatan bagi takjil yang digelar di Mushola Raudhatul Jannah, Jalan Bedahulu Nomor 31, Denpasar, Selasa, 3 Maret 2026, menjadi bagian dari rangkaian Safari Ramadan jajaran Polda Bali. Agenda ini merupakan program rutin tahunan yang dilaksanakan secara bergilir di berbagai titik selama bulan suci Ramadan, sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus upaya mempererat kedekatan antara Polri dan masyarakat.

Kabid Propam Polda Bali, Kombes Pol. I Ketut Agus Kusmayadi, S.I.K., S.H., M.H., menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar berbagi hidangan berbuka, melainkan upaya mempererat kedekatan Polri dengan masyarakat.

Kabid Propam Polda Bali, Kombes Pol. I Ketut Agus Kusmayadi, S.I.K., S.H., M.H.

“Kami melaksanakan kegiatan ini setiap hari selama Ramadan, berpindah dari satu lokasi ke lokasi lainnya, baik di masjid maupun ruang publik. Tujuannya mendekatkan diri dengan masyarakat, berbagi dengan yang berpuasa, serta menjaga situasi keamanan dan ketertiban di lingkungan,” ujarnya.

Ia menyebutkan, pendekatan humanis menjadi bagian penting dalam pelaksanaan tugas kepolisian. Kehadiran Polri di tengah kegiatan keagamaan diharapkan mampu membangun komunikasi yang lebih hangat sekaligus memperkuat rasa aman.

Baca juga:  Made Supartha Tegaskan Pansus TRAP Bukan Alat Eksekutif, Fokus Awasi dan Tertibkan Pembangunan Liar di Bali

Penasehat Mushola Raudhatul Jannah, H. Muhtar Hasyari, turut menyampaikan apresiasi atas kegiatan tersebut. Ia berharap momentum Ramadan membawa keberkahan dan kesehatan bagi seluruh masyarakat.

“Semoga kegiatan ini membawa barokah, semua diberikan kesehatan, dan ke depan keadaan semakin baik,” tuturnya.

Penasehat Mushola Raudhatul Jannah, H. Muhtar Hasyari.

Momentum Ramadan tahun ini dinilai memiliki makna khusus karena perayaan Idulfitri berdekatan dengan Hari Raya Nyepi. Bali sebagai daerah dengan keberagaman tinggi kembali diuji dalam menjaga harmoni antarumat beragama.

Menurut Kombes Agus, perbedaan waktu perayaan tersebut justru menjadi ruang untuk memperkuat toleransi. Ia berharap seluruh masyarakat dapat saling menghargai dan menghormati dalam menjalankan ibadah masing-masing, dengan tetap menyesuaikan kearifan lokal.

“Kita jaga silaturahmi, jaga toleransi, saling menghormati. Mudah-mudahan perayaan tahun ini berjalan aman, lancar, dan penuh kebersamaan,” tegasnya.

Safari Ramadan ini diharapkan tidak hanya menjadi agenda seremonial, melainkan wujud nyata kehadiran negara dalam membangun kedekatan sosial dan memperkokoh persatuan di tengah keberagaman Bali. (Ich)

Berita Terpopular

tanah lot
galungan