Bali Jagadhita VII 2026 Dorong Perdagangan, Investasi, dan Pariwisata Berkelanjutan untuk Perkuat Ekonomi Bali

DENPASAR | Dunia News Bali – Bank Indonesia Provinsi Bali kembali menggelar Bali Jagadhita VII Tahun 2026 sebagai ajang promosi terintegrasi yang memperkuat tiga pilar utama perekonomian Bali, yakni perdagangan, investasi, dan pariwisata. Kegiatan yang dibuka pada Jumat, 5 Juni 2026 di Mal Bali Galeria, Denpasar, ini diarahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Bali yang inklusif, berkualitas, dan berkelanjutan.

Mengusung tema “Sudha Bumi Parihita”, Bali Jagadhita VII menegaskan pentingnya pembangunan ekonomi yang sejalan dengan pelestarian lingkungan, sesuai nilai kearifan lokal Bali, Nangun Sat Kerthi Loka Bali. Selain menjadi ruang promosi, kegiatan ini juga berfungsi sebagai wadah kolaborasi berbagai pemangku kepentingan dalam memperluas akses pasar UMKM, meningkatkan promosi pariwisata, serta mendorong investasi yang mampu memberikan dampak nyata bagi perekonomian daerah.

Pada penyelenggaraan tahun ketujuh ini, Bank Indonesia turut memperkuat fokus pada pengembangan ekonomi hijau. Upaya tersebut diwujudkan melalui peragaan busana berbahan ramah lingkungan yang berkolaborasi dengan Dekranasda Provinsi Bali, pameran hasil pengolahan sampah, serta berbagai kegiatan edukatif seperti gelar wicara pengolahan sampah dan sustainable talk.

Penguatan ekonomi hijau tersebut diarahkan untuk meningkatkan kapasitas dan akses pasar UMKM agar mampu bertransformasi menjadi pelaku usaha yang berorientasi ekspor dan berkelanjutan. Kegiatan ini dihadiri sejumlah pejabat dan pemangku kepentingan, di antaranya Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM RI, Asisten II Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Bali, perwakilan Kementerian Pariwisata RI, Ketua Bidang Manajemen Usaha Dekranasda Provinsi Bali, serta pimpinan organisasi perangkat daerah dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Achris Sarwani, menegaskan bahwa Bali Jagadhita merupakan kegiatan strategis yang menjadi wadah kolaborasi berbagai pihak dalam memperkuat kinerja ekonomi daerah sekaligus menjaga stabilitas inflasi agar tetap berada dalam sasaran.

Baca juga:  Puspa Negara: Tanpa Pembenahan, Bali Bisa Jadi ‘Destination of Yesterday’

Menurutnya, Bali memiliki potensi besar untuk terus tumbuh melalui penguatan sektor pariwisata yang mampu menggerakkan sektor lain, seperti pertanian, industri, UMKM, dan ekonomi kreatif. Karena itu, sinergi lintas sektor dinilai penting untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Achris juga menyampaikan bahwa di tengah dinamika global, termasuk ketegangan geopolitik di Timur Tengah, perekonomian Bali tetap menunjukkan ketahanan. Optimisme tersebut diperkuat oleh capaian Pemerintah Provinsi Bali yang meraih kategori Pengendalian Inflasi pada ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Regional Jawa-Bali.

Keberhasilan menjaga inflasi tersebut dinilai menjadi modal penting untuk mendorong aktivitas perdagangan, investasi, dan pariwisata yang menjadi fokus Bali Jagadhita 2026. Dengan dukungan berbagai sektor, pertumbuhan ekonomi Bali pada 2026 diproyeksikan berada pada kisaran 5,5 hingga 6 persen.

Sementara itu, Asisten II Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Bali, Dr. Luh Ayu Aryani, mengapresiasi penyelenggaraan Bali Jagadhita sebagai ruang strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang merata, inklusif, dan berkelanjutan.

Ia menilai UMKM tidak hanya berperan sebagai penggerak ekonomi, tetapi juga menjadi penjaga budaya Bali. Menurutnya, pelaku UMKM memiliki kontribusi penting dalam memperkuat perekonomian daerah sekaligus menjaga identitas budaya. Ke depan, Bali diharapkan tidak hanya mengejar pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memperkuat ekonomi berbasis budaya lokal dan masyarakat, termasuk melalui pengembangan desa wisata.

Dukungan terhadap Bali Jagadhita juga datang dari Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM RI, Riza Adha Damanik. Ia mengapresiasi konsistensi Bank Indonesia Provinsi Bali dan Pemerintah Provinsi Bali dalam mengawal Bali Jagadhita sebagai salah satu agenda unggulan pengembangan UMKM dan perekonomian daerah selama tujuh tahun terakhir.

Baca juga:  Tren Kuliner Korea Menguat, Archipelago Luncurkan Program “60 Seconds to Seoul”

Menurutnya, tren ekonomi global saat ini terus mengalami perubahan. Konsumen semakin selektif dalam menentukan produk yang dibeli dan dikonsumsi, termasuk mempertimbangkan aspek lingkungan, kesehatan, serta keadilan dalam proses produksi. Karena itu, penyelenggaraan Bali Jagadhita yang menampilkan berbagai produk berbahan ramah lingkungan dinilai sangat relevan dengan perkembangan kebutuhan pasar.

Ia berharap Bali Jagadhita dapat terus menjadi wadah pengembangan UMKM hijau sekaligus mendorong lahirnya wirausaha baru yang produktif dan berdaya saing.

Kegiatan Bali Jagadhita VII terbuka untuk masyarakat umum dan berlangsung selama tiga hari, pada 5–7 Juni 2026 di Mal Bali Galeria. Beragam kegiatan diselenggarakan dalam rangkaian acara ini, mulai dari showcase, talkshow, perlombaan hingga pertunjukan musik.

Pada pilar perdagangan, Bali Jagadhita menghadirkan pameran UMKM yang melibatkan lebih dari 60 pelaku usaha binaan se-Bali-Nusra dari sektor makanan dan minuman, kriya, fesyen, hingga industri kreatif lainnya. Selain itu, digelar pula pasar murah bahan pangan melalui kolaborasi dengan Perumda Pangan Bali sebagai upaya menjaga stabilitas harga, mengendalikan inflasi, dan memastikan ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat.

Sejumlah lomba kreatif turut meramaikan kegiatan, antara lain lomba masak serba ikan yang bekerja sama dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali serta PLN UID Bali, lomba kreasi kerajinan dari bahan purna pakai bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Denpasar, lomba gebogan bersama Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, lomba videografi dengan Institut Desain dan Bisnis Bali, hingga lomba melukis motif endek untuk anak-anak.

Baca juga:  OJK, LPS, dan BPS Perluas Survei Literasi Keuangan, Data SNLIK 2026 Jadi Fondasi Kebijakan Nasional

Sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan akses pembiayaan UMKM dan edukasi sistem pembayaran digital, Bank Indonesia juga menyelenggarakan sosialisasi produk pembiayaan UMKM, edukasi QRIS, serta perlindungan konsumen. Selain itu, masyarakat dapat memanfaatkan layanan Kas Keliling untuk penukaran uang pecahan kecil.

Pada sektor pariwisata, Bali Jagadhita mendukung pengembangan quality tourism yang ditandai dengan seremoni komitmen bantuan kepada Desa Wisata Dukuh Penaban, salah satu desa wisata mitra Bank Indonesia. Desa tersebut juga akan berpartisipasi dalam Bali Beyond Travel Fair (BBTF) 2026, ajang business matching terbesar sektor pariwisata di Indonesia.

Sementara pada sektor investasi, Bali Jagadhita menghadirkan program showcasing proyek investasi unggulan Balinusra yang dipadukan dengan kunjungan langsung ke lokasi investasi (site visit) serta kegiatan one-on-one business meeting dengan calon investor potensial.

Melalui sinergi berbagai pihak, Bank Indonesia berharap Bali Jagadhita VII mampu melahirkan karya-karya kreatif bernilai tambah tinggi yang memberikan manfaat nyata bagi pertumbuhan ekonomi Bali. Kegiatan ini juga diharapkan dapat meningkatkan kebanggaan masyarakat terhadap produk lokal serta memperkuat daya saing pariwisata Bali di tingkat nasional maupun global. (red/ich)

Berita Terpopular

Scroll to Top