Dari Lapas Kerobokan, GAJISI–Octav Sicilia Luncurkan “Safer Societies” untuk WCPP 2026

IMG-20260406-WA0009
Personel GAJISI bersama musisi Octav Sicilia dalam visual lagu “Safer Societies”, karya kolaboratif dari warga binaan Lapas Perempuan Kerobokan untuk menyambut WCPP 2026.

BALI | Dunia News Bali – Grup musik GAJISI yang lahir dari Lapas Perempuan Kelas IIA Kerobokan kembali menghadirkan karya bermakna. Bersama musisi Octav Sicilia, mereka merilis lagu berjudul “Safer Societies” untuk menyambut 7th World Congress on Probation and Parole (WCPP) 2026 yang akan digelar di Bali.

GAJISI merupakan wadah kreatif bagi warga binaan yang terbentuk dari program pembinaan seni musik di dalam lapas. Berawal dari pelatihan sederhana, para anggota kemudian mengembangkan minat dan bakat mereka hingga menjadi kelompok musik yang produktif. Kehadiran GAJISI bukan hanya sebagai sarana berkarya, tetapi juga menjadi ruang ekspresi, membangun kepercayaan diri, serta memperkuat identitas diri para anggotanya.

Seiring waktu, proses latihan yang konsisten, pendampingan, dan semangat untuk berubah menjadikan GAJISI sebagai simbol perjalanan transformasi diri. Setiap karya yang mereka hasilkan mencerminkan proses pembelajaran, harapan, dan tekad untuk masa depan yang lebih baik.

Kolaborasi dengan Octav Sicilia terjalin atas kesamaan visi dalam menjadikan musik sebagai medium perubahan sosial. Keterlibatan Octav tidak hanya menghadirkan sentuhan profesional dalam karya, tetapi juga membuka ruang kolaborasi yang autentik antara musisi dan warga binaan. Melalui proses kreatif yang intens dan penuh empati, kolaborasi ini menghasilkan karya yang sarat makna.

Baca juga:  PERATIN Ungkap Kekacauan Kerja Sama Tower: Pemkab Badung dan Bali Towerindo Dinilai Picu Masalah Serius

Octav Sicilia dikenal sebagai musisi, penulis lagu, sekaligus produser yang kerap mengangkat tema kemanusiaan dalam karyanya. Dalam proyek ini, ia menghadirkan pendekatan musik yang tidak hanya menghibur, tetapi juga menginspirasi serta membangun kesadaran sosial. Keterlibatannya menjadi bentuk dukungan nyata terhadap proses pembinaan dan pemberdayaan warga binaan melalui seni.

Salah satu personel GAJISI yang tengah menjalani masa hukuman mengungkapkan rasa haru karena dapat menjadi bagian dari grup musik tersebut. Ia mengaku tidak pernah membayangkan karyanya bisa didengar oleh masyarakat luas. Baginya, GAJISI menjadi harapan baru untuk memperbaiki diri dan menatap masa depan dengan lebih baik.

Lagu “Safer Societies” sendiri diciptakan sebagai refleksi pentingnya keadilan yang berkeadaban, pemulihan, serta peran setiap individu dalam menciptakan masyarakat yang aman dan inklusif. Sejalan dengan tema besar WCPP 2026, “Getting Smart on Justice, Healing Hearts & Safe Societies”, karya ini menjadi pesan bahwa perubahan adalah sesuatu yang nyata dan mungkin diwujudkan.

Dari balik keterbatasan, GAJISI bersama Octav Sicilia membuktikan bahwa seni dapat menjadi jembatan menuju pemulihan. Musik menjadi medium yang menyampaikan harapan, sekaligus menguatkan semangat perubahan bagi para warga binaan.

Baca juga:  Pansus TRAP Tegaskan Penertiban di Jatiluwih, Pengusaha Minta Dialog dan Keadilan, Status UNESCO Jadi Taruhan

Kepala Lapas Perempuan Kelas IIA Kerobokan, Ni Luh Putu Andiyani, turut menyampaikan apresiasi terhadap karya tersebut. Ia menegaskan bahwa pembinaan melalui seni merupakan salah satu pendekatan efektif dalam membentuk karakter warga binaan.

Menurutnya, GAJISI menjadi bukti bahwa proses pembinaan di dalam lapas dapat berjalan secara positif dan produktif. Ia berharap karya ini mampu menjangkau masyarakat luas, sekaligus menghadirkan pesan inspiratif tentang perubahan dan harapan.

Saat ini, lagu “Safer Societies” telah tersedia di platform digital seperti Spotify. Sementara itu, video musiknya juga dapat disaksikan melalui kanal YouTube LPP Kerobokan. Kehadiran karya ini diharapkan mampu menjadi jembatan komunikasi antara warga binaan dengan masyarakat luas.

GAJISI bukan sekadar grup musik, melainkan representasi semangat perubahan yang lahir dari dalam keterbatasan menuju harapan baru. (red)

Berita Terpopular