Oleh: Prof. Dr. I Ketut Sukawati Lanang Putra Perbawa, S.H., M.Hum
DENPASAR | Dunia News Bali – Pada Minggu, 7 Juni 2026, langkah harapan kembali ditorehkan di Pulau Bali. Presiden Prabowo Subianto meninjau pelaksanaan Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 17 Tabanan, sebuah ikhtiar besar bangsa untuk memastikan bahwa kemiskinan tidak lagi menjadi tembok yang menghalangi anak-anak Indonesia meraih masa depan.
Jauh sebelumnya, pada 23 Desember 2025, Gubernur Bali Wayan Koster telah meletakkan batu pertama pembangunan Sekolah Rakyat Provinsi Bali di Desa Tulamben. Berdiri di atas lahan seluas 5,6 hektare dengan investasi nasional sebesar Rp255 miliar, sekolah ini bukan sekadar bangunan pendidikan, melainkan mercusuar peradaban yang menyalakan cahaya di wilayah yang selama ini menjadi kantong kemiskinan.
Di tanah yang menghadap laut dan gunung itu, lahirlah sebuah cita-cita besar, yakni menghadirkan pendidikan terpadu dari SD hingga SMA dalam sistem asrama penuh. Anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem akan tumbuh dalam lingkungan yang membentuk ilmu pengetahuan, karakter, disiplin, serta jiwa kebangsaan.
Cerita rakyat masa depan Bali tidak lagi berkisah tentang keterbatasan, melainkan tentang kebangkitan. Dari Tulamben hingga Tabanan, dari Karangasem hingga Buleleng, tumbuh tunas-tunas muda negeri yang tidak menyerah pada nasib. Mereka belajar bahwa kemiskinan bukan warisan yang harus diterima, melainkan tantangan yang harus ditaklukkan.
Secara spiritual, Sekolah Rakyat mengajarkan bahwa setiap anak adalah cahaya Tuhan yang layak bersinar. Secara patriotik, sekolah ini meneguhkan bahwa negara hadir untuk mengangkat martabat rakyatnya. Sementara secara visioner, sekolah ini menjadi jembatan menuju Indonesia yang lebih adil, unggul, dan berdaya saing.
Sekolah Rakyat adalah cahaya. Cahaya yang menembus gelapnya keterbatasan. Cahaya yang menumbuhkan harapan. Cahaya yang membimbing tunas muda negeri menjadi generasi yang berilmu, berakhlak, dan mencintai tanah air.
Dari Bali, cahaya itu kini menyala. Dan dari cahaya itulah masa depan Indonesia akan bertumbuh.
Penulis adalah Ketua LSM Bli Braya.