Gede Pawana Lulus Doktor dengan Predikat Sangat Memuaskan, Usung Model Smart Desa Bali

Rektor UHN IGB Sugriwa Denpasar, Prof. IGN Sudiana (kanan), menyerahkan penghargaan kepada Perbekel Desa Duda Timur, Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem, I Gede Pawana, usai sidang promosi doktor Program Studi Ilmu Agama Pascasarjana UHN IGB Sugriwa Denpasar, Senin (15/6/2026). Gede Pawana dinyatakan lulus dengan predikat Sangat Memuaskan melalui disertasi tentang sinergi desa adat dan desa dinas dalam penerapan teknologi informasi berbasis Tri Hita Karana. (Dnb/ist)

DENPASAR | Dunia News Bali – Perbekel Desa Duda Timur, Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem, I Gede Pawana, S.Ag., M.Fil.H., resmi menyandang gelar Doktor setelah menyelesaikan pendidikan pada Program Studi Ilmu Agama Pascasarjana UHN IGB Sugriwa Denpasar. Gelar tersebut diraih melalui sidang promosi doktor yang digelar pada Senin (15/6/2026).

Dalam sidang terbuka tersebut, Gede Pawana dinyatakan lulus dengan predikat “Sangat Memuaskan” melalui disertasi berjudul “Sinergi Desa Adat dan Desa Dinas dalam Penerapan Teknologi Informasi Berbasis Tri Hita Karana di Desa Duda Timur, Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem.”

Sosok yang dikenal identik dengan busana poleng hitam-putih itu tampil khas dengan mengenakan dasi bermotif poleng saat mengikuti sidang promosi doktor. Nuansa serupa juga tampak dari sejumlah tamu undangan yang hadir sebagai bentuk dukungan sekaligus ciri khas yang melekat pada dirinya.

Dengan kelulusan tersebut, Gede Pawana tercatat sebagai doktor ke-184 yang dilahirkan Pascasarjana UHN IGB Sugriwa. Sertifikat kelulusan diserahkan langsung oleh Rektor UHN IGB Sugriwa, Prof. IGN Sudiana.

Sidang promosi doktor dipimpin oleh Promotor Prof. Dr. Drs. I Gusti Ngurah Sudiana, M.Si., didampingi Ko-Promotor Prof. Dr. Drs. I Nengah Lestawi, M.Si., serta dewan penguji yang terdiri dari sejumlah akademisi dan profesor di lingkungan UHN IGB Sugriwa.

Baca juga:  Kemenimipas Panen Perdana di Nusakambangan, Dorong Ketahanan Pangan dan Kemandirian Warga Binaan

Selain dikenal sebagai akademisi, Gede Pawana juga merupakan figur yang aktif dalam berbagai organisasi strategis. Ia menjabat Ketua MGPSSR Kabupaten Karangasem sejak 2013, Ketua Relawan Pasebaya Agung Bali sejak 2017, Ketua Forum Perbekel Bali sejak 2014, serta Ketua Asosiasi Smart Desa sejak 2018.

Komitmennya dalam mendorong transformasi digital di tingkat desa telah mengantarkannya meraih enam penghargaan Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). Salah satu inovasi yang mendapat pengakuan adalah penerapan aplikasi kependudukan daring pertama yang tetap dapat diakses meskipun tanpa jaringan internet.

Berbagai inovasi lainnya juga berhasil dikembangkan, mulai dari layanan administrasi non-tunai di tingkat desa, sistem pelaporan keadaan darurat secara real-time, hingga pengelolaan administrasi dan anggaran desa berbasis digital.

Atas kiprahnya tersebut, Gede Pawana juga pernah menjadi pembicara pada forum G20 Disaster Risk Reduction Working Group (G20 DRR WG) di Gandhinagar, Gujarat, India, pada 2023.

Rektor UHN IGB Sugriwa, Prof. IGN Sudiana, menilai penelitian yang dilakukan Gede Pawana sangat relevan dengan kebutuhan pembangunan desa di era transformasi digital saat ini.

Menurutnya, pemanfaatan teknologi informasi di tingkat desa akan memberikan dampak signifikan terhadap percepatan pembangunan. Ia berharap hasil penelitian tersebut dapat menjadi model bagi desa-desa lain di Bali dalam mengembangkan tata kelola pemerintahan berbasis digital.

Baca juga:  Jembrana Terapkan e-Retribusi Parkir Gilimanuk, Bank BPD Bali Perkuat Elektronifikasi Penerimaan Daerah

Prof. Sudiana juga mendorong agar hasil penelitian tersebut dikembangkan menjadi buku panduan pembangunan desa berbasis teknologi informasi. Menurutnya, digitalisasi memungkinkan proses pelayanan dan pengawasan berjalan lebih cepat, transparan, dan terukur, meskipun tetap memerlukan kesiapan sumber daya manusia serta pemeliharaan sistem yang berkelanjutan.

Dalam disertasinya, Gede Pawana menyoroti pentingnya sinergi antara desa adat dan desa dinas dalam menghadapi era digital. Penelitian tersebut menjadikan konsep Tri Hita Karana sebagai landasan utama dalam pengembangan teknologi informasi di desa.

Tri Hita Karana sendiri merupakan filosofi kehidupan masyarakat Bali yang menekankan keseimbangan hubungan manusia dengan Tuhan (parhyangan), sesama manusia (pawongan), dan lingkungan (palemahan).

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi antara desa adat dan desa dinas mampu meningkatkan efektivitas pelayanan publik, memperkuat transparansi administrasi, serta menjaga identitas budaya lokal dalam pemanfaatan teknologi.

Sinergi tersebut diwujudkan melalui pengelolaan sistem informasi desa, pelayanan administrasi berbasis digital, serta tata kelola pemerintahan yang partisipatif dengan melibatkan prajuru adat dan perangkat desa dinas.

Penelitian itu juga mengungkap bahwa digitalisasi yang dibangun di atas nilai-nilai budaya lokal dapat menjaga keseimbangan antara modernisasi dan pelestarian tradisi Bali.

Baca juga:  Desa Kutuh Bersinar di Tingkat Nasional, Raih Juara II Jaga Desa Award 2026

Gede Pawana berharap aplikasi Sm@rtDesa yang dikembangkannya sejak 2017 dapat terus diperluas penerapannya di berbagai wilayah Bali. Menurutnya, keberadaan desa adat dan desa dinas harus terus berjalan beriringan dalam mendukung pembangunan yang harmonis.

Ia menggambarkan desa dinas sebagai unsur purusa dan desa adat sebagai pradana, sehingga keduanya harus bersinergi untuk mewujudkan pembangunan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi tanpa meninggalkan akar budaya.

Menurut Pawana, penerapan teknologi di desa bukanlah hal yang sulit selama pemerintah desa mengedepankan keterbukaan dalam pengelolaan keuangan serta berorientasi pada pelayanan masyarakat.

Penelitian tersebut dinilai sejalan dengan kebijakan Pemerintah Provinsi Bali yang tengah mempercepat implementasi sistem pemerintahan berbasis digital atau Government Technology (GovTech).

Sebelumnya, Gubernur Bali Wayan Koster bersama pemerintah kabupaten/kota se-Bali menggelar rapat khusus terkait percepatan transformasi digital pemerintahan yang turut dihadiri Penasihat Khusus Presiden Urusan Investasi sekaligus Ketua Dewan Ekonomi Nasional, Luhut Binsar Pandjaitan.

Digitalisasi pelayanan publik menjadi salah satu fokus utama guna mewujudkan birokrasi yang lebih cepat, transparan, efisien, dan terintegrasi di seluruh Bali. (red)

Berita Terpopular

Scroll to Top