DENPASAR | Dunia News Bali – Pemerintah Provinsi Bali memperkuat hubungan kerja sama dengan Provinsi Yunnan, Tiongkok, melalui pengembangan pertanian hijau, agro-ekowisata, energi bersih, dan pertukaran budaya.
Penguatan kerja sama tersebut ditandai dengan kedatangan Delegasi Provinsi Yunnan sekaligus peluncuran Yunnan Hand in Hand Program bertajuk Proyek Kerja Sama Ekowisata dan Pertanian di Provinsi Bali melalui Penerangan Tenaga Surya dan Peningkatan Pertanian Organik.
Kegiatan berlangsung di Ruang Rapat Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Rabu (12/8/2026), dan secara resmi diluncurkan oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dr. drh. Luh Ayu Aryani, M.P., yang mewakili Pemprov Bali.
Program tersebut merupakan kelanjutan dari kerja sama praktis Bali dan Yunnan yang sebelumnya telah menyentuh sektor pertanian, kebudayaan dan pariwisata.

Dalam kerangka hubungan provinsi bersahabat (Friendship Provinces), Provinsi Yunnan sejak 2024 telah menjalankan Proyek Percontohan Kerja Sama Agro Ekowisata Yunnan-Bali di Kabupaten Tabanan.
Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan pemanfaatan penerangan berbasis tenaga surya atau fotovoltaik sekaligus memperluas pengembangan pertanian organik.
Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Presiden Eksekutif Asosiasi Persahabatan Rakyat Provinsi Yunnan dengan Negara-Negara Asing Wang Yu, Direktur Divisi II Audit Tanggung Jawab Ekonomi Departemen Audit Provinsi Yunnan Gao Song, Wakil Direktur Divisi Kerja Sama Luar Negeri Departemen Keuangan Provinsi Yunnan Tan Xin, serta Wakil Sekretaris Jenderal Asosiasi Persahabatan Rakyat Provinsi Yunnan dengan Negara-Negara Asing Yi Xiuping.
Turut hadir Wakil Konsul Jenderal Republik Rakyat Tiongkok di Denpasar Zhu Yu, Kepala Biro Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Bali I Made Supartha, Kepala Bagian Kerja Sama Biro Pemerintahan dan Kesra Setda Provinsi Bali Ni GAN Adyani Utari, Daily Chairman Perhimpunan Persahabatan Indonesia Tiongkok (PPIT) Bali Agus Maha Usadha, Ketua Umum Yayasan Jejaring Pengembangan Desa Wisata Indonesia (JPDWI) Wilayah Bali I Gede Putu Eka Budiyasa, serta perwakilan Perbekel Desa Senganan, Penebel, Tabanan, I Nyoman Winata dan undangan lainnya.
Dorong Agro-Ekowisata Berkelanjutan
Luh Ayu Aryani menyampaikan apresiasi atas kedatangan Delegasi Provinsi Yunnan sekaligus dukungan terhadap pengembangan Agro-Ekowisata sebagai wujud nyata kerja sama internasional yang sejalan dengan arah pembangunan Bali.
Menurutnya, kolaborasi tersebut memiliki arti penting karena pembangunan Bali saat ini menempatkan keberlanjutan, pelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat sebagai bagian yang saling terintegrasi.
Ia mengingatkan bahwa pada 2025 telah dilaksanakan peresmian Kawasan Pertanian Organik dan Pariwisata SOKA Lestari Agro Ekowisata. Program tersebut menjadi salah satu bukti konkret persahabatan sekaligus kerja sama antara Bali dan Yunnan.
Kolaborasi yang telah dibangun kemudian dilanjutkan melalui proyek kerja sama ekowisata dan pertanian yang menggabungkan penerangan tenaga surya dengan peningkatan pertanian organik.
“Ini diharapkan dapat menjadi contoh bagaimana pertanian dapat dikembangkan menjadi bagian dari pengalaman pariwisata yang berkualitas, sekaligus menciptakan nilai tambah dan peluang ekonomi bagi petani, masyarakat desa, UMKM dan pelaku ekonomi lokal,” ujar Luh Ayu.
Menurutnya, Agro-Ekowisata tidak sekadar mengembangkan sektor pertanian, tetapi juga mengintegrasikan potensi alam, pariwisata dan kebudayaan dalam satu konsep pembangunan yang saling mendukung.
Melalui kerja sama tersebut, Bali dan Yunnan juga memiliki ruang untuk saling bertukar pengalaman, pengetahuan serta praktik terbaik dalam pertanian hijau, pariwisata berkelanjutan, pelestarian lingkungan dan kebudayaan.
Pemprov Bali berharap kolaborasi ini menjadi awal bagi lahirnya berbagai bentuk kerja sama baru yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekaligus memperkuat hubungan persahabatan kedua wilayah.
“Semoga dengan adanya Agro-Ekowisata tersebut mampu menciptakan pengalaman wisata yang bermakna, membuka peluang ekonomi bagi masyarakat, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan dan keberlanjutan pembangunan Bali,” harapnya.
Hubungan Bali-Yunnan Berusia Lebih dari Dua Dekade
Sementara itu, Wakil Konsul Jenderal Republik Rakyat Tiongkok di Denpasar Zhu Yu mengatakan Tiongkok dan Indonesia merupakan negara tetangga yang dekat, sahabat baik, sekaligus mitra kerja sama strategis komprehensif.
Menurutnya, hubungan persahabatan dan pertukaran antara Tiongkok dan Bali telah berlangsung lama. Interaksi budaya kedua pihak juga terus berkembang dan memberikan pengaruh yang mendalam.
Saat ini, terdapat tiga provinsi di Tiongkok yang telah menjalin hubungan persahabatan dengan Bali. Salah satunya adalah Provinsi Yunnan yang secara resmi menjalin hubungan persahabatan dengan Bali pada 2003.
Yunnan tercatat sebagai provinsi pertama di Tiongkok yang membangun hubungan persahabatan dengan Provinsi Bali.
Selama lebih dari dua dekade, kerja sama tersebut terus berkembang melalui berbagai bidang, antara lain kebudayaan, pariwisata, pertanian dan sektor lainnya.
Pertukaran kebudayaan juga semakin intensif. Grup Seni Provinsi Yunnan, misalnya, telah beberapa kali berpartisipasi dalam Bali World Culture Celebration (BWCC), yang turut mempererat hubungan masyarakat Yunnan dan Bali.
Pertanian Organik Tabanan Capai Hampir 17 Hektare
Zhu Yu menjelaskan, pada 2024 Provinsi Yunnan untuk pertama kalinya meluncurkan proyek bantuan persahabatan bertajuk “Hati yang Terhubung, Perjalanan Yunnan” di Indonesia.
Program tersebut mencakup bantuan bibit padi organik unggul dari Yunnan kepada masyarakat di Kabupaten Tabanan, pelatihan teknik budidaya dan penanaman, serta pembangunan sejumlah fasilitas pendukung pariwisata pedesaan.
Kerja sama tersebut menunjukkan hasil positif. Hingga kini, luas lahan yang berpartisipasi dalam program budidaya padi organik melalui bantuan Provinsi Yunnan telah mencapai hampir 17 hektare.
Produktivitas padi juga mengalami peningkatan dari rata-rata sekitar 4.000 kilogram menjadi lebih dari 4.500 kilogram per hektare.
Dalam dua tahun pelaksanaan, program tersebut telah memberikan manfaat kepada lebih dari 1.000 petani lokal. Rata-rata pendapatan tahunan petani juga disebut meningkat lebih dari 20 persen.
“Pencapaian tersebut tidak hanya memberikan manfaat nyata bagi masyarakat setempat, tetapi juga menjadi salah satu bukti keberhasilan kerja sama dan persahabatan antara Yunnan dan Bali,” kata Zhu Yu.
Capaian tersebut bahkan telah tercatat sebagai salah satu pencapaian dalam Konferensi Tingkat Tinggi Forum Aksi Pembangunan Berbagi Manfaat yang ke-2.
27 Lampu Tenaga Surya dan 10 Hektare Padi Organik
Memasuki 2026, proyek ketiga dalam rangkaian program Yunnan Hand in Hand resmi diluncurkan.
Proyek tersebut mengusung tema peningkatan penerangan dengan tenaga surya atau panel surya serta pengembangan pertanian organik.
Dalam pelaksanaannya, akan dibangun 27 unit lampu penerangan jalan bertenaga surya dan kawasan percontohan budidaya padi organik dengan luas kurang lebih 10 hektare.
Menurut Zhu Yu, peluncuran proyek ini menjadi babak baru dalam kerja sama Bali dan Yunnan sekaligus menunjukkan komitmen kedua pihak dalam mendorong pembangunan berkelanjutan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Atas peluncuran proyek ini, saya menyampaikan ucapan selamat yang setulus-tulusnya. Semoga seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan lancar, memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat, serta mencapai keberhasilan yang gemilang,” ujarnya.
Ia juga berharap hubungan persahabatan Yunnan dan Bali semakin kuat dan berkembang dari waktu ke waktu.
Zhu Yu menambahkan, hubungan Tiongkok dan Indonesia saat ini memasuki fase perkembangan yang semakin komprehensif, mendalam dan dinamis.
Dengan dukungan strategis para pemimpin kedua negara, ia mengajak seluruh pihak untuk mempertahankan capaian kerja sama yang telah dibangun, memperkokoh fondasi persahabatan dan membuka peluang baru dalam kerja sama bilateral.
Ke depan, kerja sama yang saling menguntungkan serta pertukaran antarmasyarakat di berbagai bidang diharapkan terus diperkuat guna membawa hubungan Tiongkok-Indonesia ke tingkat yang lebih tinggi.
“Semoga persahabatan dan kerja sama antara Provinsi Yunnan dan Provinsi Bali senantiasa tumbuh semakin erat, menghasilkan lebih banyak capaian yang positif, dan menjadi jembatan penting dalam memperkokoh hubungan persahabatan antara Tiongkok dan Indonesia,” pungkasnya. (red/riza)