Zurich Airport Mulai Jajaki Kerja Sama dengan BIBU untuk Bandara Bali Utara

Jannes Pasaribu, Direktur Pengembangan Usaha PT BIBU Panji Sakti, bersama tim Zurich Airport dalam pertemuan penjajakan kerja sama pengelolaan dan investasi Bandara Internasional Bali Utara di Jakarta.

JAKARTA | Dunia News Bali – Rencana pembangunan Bandara Internasional Bali Utara mulai memasuki pembahasan yang lebih jauh. Bahkan sebelum proyek bandara tersebut berdiri, peluang kerja sama dengan operator bandara internasional telah mulai dijajaki.

Hal itu terlihat dari pertemuan antara PT BIBU Panji Sakti dan Zurich Airport yang berlangsung Kamis, 10 September 2026, di kantor Alien Design Consultant (Alien DC), Jakarta Selatan. Pertemuan tersebut membahas kemungkinan kerja sama pengelolaan sekaligus peluang investasi dalam proyek Bandara Internasional Bali Utara.

Dari PT BIBU Panji Sakti hadir Direktur Pengembangan Usaha Jannes Pasaribu, didampingi Direktur Komunikasi Ahmed Kurnia dan Corporate Secretary Fritz Tanos. Sementara Zurich Airport diwakili Thomas Müller selaku Head Masterplan Aviation.

Pertemuan itu difasilitasi Alien DC, perusahaan konsultan desain arsitektur yang sejak awal terlibat dalam perancangan Bandara Internasional Bali Utara yang diprakarsai PT BIBU Panji Sakti.

CEO sekaligus pendiri Alien DC, Hardyanthony Wiratama atau Hardy, membuka agenda tersebut. Ia berharap pertemuan antara kedua pihak tidak sebatas menjadi forum pertukaran gagasan, tetapi dapat berkembang menuju bentuk kerja sama yang konkret dan memberikan manfaat bagi seluruh pihak.

“Semoga pertemuan ini nantinya akan membuahkan hasil kerja sama yang baik dan saling menguntungkan di antara para pihak,” ujar Hardy.

Keterlibatan Alien DC sendiri bukan sekadar pada aspek desain visual bandara. Perusahaan yang berdiri sejak 2016 itu memiliki layanan yang mencakup arsitektur, interior, lanskap hingga engineering, mulai dari tahap konsep, penyusunan gambar konstruksi, pengawasan lapangan sampai manajemen proyek.

Pengalaman Alien DC juga mencakup sejumlah proyek di kawasan Asia, Eropa dan Afrika. Dalam portofolio sektor transportasi, perusahaan tersebut antara lain terlibat dalam proyek Ekstensi Bandara Komodo, Bandara Mentawai Baru, Bandara El Tari, Bandara Internasional Vanuatu, Bandara Dili serta sejumlah proyek pelabuhan.

Baca juga:  Kinerja Pansus TRAP Diapresiasi, Laporan Tiga Bulanan Disahkan Aklamasi DPRD Bali

Untuk Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, Alien DC mengerjakan Detail Engineering Design (DED) bersama Arkonin berdasarkan rancangan awal Atelier 6.

Sementara untuk Bandara Internasional Bali Utara, Alien DC mengembangkan rancangan yang berupaya menerjemahkan identitas Bali ke dalam arsitektur kontemporer. Konsep desainnya mengambil inspirasi dari Bedawang Nala, kura-kura kosmik dalam mitologi Bali, yang kemudian dipadukan dengan elemen Anantabhoga dan Basuki.

Konsep tersebut tidak hanya menonjolkan karakter lokal, tetapi juga memasukkan unsur ruang hijau, pemanfaatan energi terbarukan serta perhatian terhadap pengalaman penumpang.

Namun, pertemuan dengan Zurich Airport membawa pembahasan proyek Bali Utara ke ranah yang lebih luas. Fokusnya tidak lagi sebatas bentuk dan desain bangunan, tetapi menyangkut bagaimana bandara tersebut nantinya dioperasikan dan dikembangkan sebagai sebuah ekosistem bisnis.

Zurich Airport merupakan perusahaan asal Swiss yang memiliki sekaligus mengoperasikan Bandara Zurich. Perusahaan ini mengembangkan bisnis kebandarudaraan tidak hanya melalui pengelolaan terminal, tetapi juga sektor komersial, properti dan infrastruktur yang berada dalam ekosistem bandara.

Di luar Swiss, Zurich Airport juga terlibat dalam pengembangan serta pengoperasian berbagai bandara melalui skema kepemilikan maupun konsesi.

Pada 2025, portofolio perusahaan tersebut antara lain mencakup kepemilikan penuh atas Bandara Florianópolis, Vitória, Macaé dan Natal di Brasil, Bandara Iquique di Chile, serta proyek Noida International Airport di India. Zurich Airport juga memiliki kepentingan di Belo Horizonte, Curaçao dan sejumlah proyek lainnya.

Pengalaman tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat posisi Zurich Airport menarik dalam pembicaraan mengenai Bandara Internasional Bali Utara. Perusahaan Swiss itu memiliki pengalaman dalam mengelola bandara yang telah beroperasi sekaligus mengembangkan bandara baru dari fase pembangunan hingga memasuki tahap operasional.

Salah satu proyek terbaru adalah Noida International Airport di dekat Delhi, India. Bandara tersebut mulai beroperasi pada Juni 2026, dengan penerbangan domestik dan kargo dibuka lebih dahulu, sementara penerbangan internasional menyusul.

Baca juga:  Dana Nasabah LPD Mambal Tak Kunjung Cair, ARUN Bali Dorong Penegakan Hukum

Kinerja sejumlah bandara yang mayoritas dimiliki Zurich Airport di Brasil juga menunjukkan perkembangan positif. Pada semester pertama 2026, empat bandara tersebut mencatat pertumbuhan jumlah penumpang lebih dari 10 persen.

Bandara Florianópolis bahkan kembali memperoleh predikat sebagai bandara terbaik di Brasil dan menempati posisi teratas untuk keenam kalinya secara berturut-turut.

Dengan rekam jejak tersebut, pembicaraan yang berlangsung di Jakarta Selatan itu kemudian berkembang pada kemungkinan Zurich Airport mengambil peran lebih besar dalam proyek Bali Utara.

Dalam pertemuan tersebut, Zurich Airport menyatakan ketertarikannya untuk terlibat sebagai operator Bandara Internasional Bali Utara. Tidak hanya itu, perusahaan asal Swiss tersebut juga menyatakan minat untuk melakukan investasi dengan melihat potensi komersial yang dinilai sangat besar.

Thomas Müller hadir untuk mendalami peluang tersebut. Menurutnya, pertemuan dengan PT BIBU Panji Sakti menjadi pembicaraan penting karena membuka kemungkinan kerja sama dalam jangka panjang.

“Bagi kami, ini adalah pembicaraan yang penting karena menyangkut kemungkinan kerja sama jangka panjang,” kata Thomas.

Hasil pertemuan tersebut selanjutnya akan disampaikan Thomas kepada jajaran direksi Zurich Airport di Swiss. Laporan itu akan menjadi bahan pertimbangan manajemen untuk menentukan tahapan berikutnya, termasuk kemungkinan penyusunan Memorandum of Understanding (MoU) antara Zurich Airport dan PT BIBU Panji Sakti.

Thomas juga dijadwalkan kembali ke kantor pusat Zurich pada Kamis malam setelah pertemuan di Jakarta untuk menyampaikan langsung perkembangan pembicaraan tersebut kepada jajaran manajemen Zurich Airport.

Dari sisi PT BIBU Panji Sakti, pertemuan ini dinilai menunjukkan bahwa pembahasan Bandara Internasional Bali Utara mulai bergerak ke tahap yang lebih substantif.

Direktur Pengembangan Usaha PT BIBU Panji Sakti, Jannes Pasaribu, mengatakan perhatian tidak hanya diarahkan pada pembangunan fisik bandara, tetapi juga pada bagaimana fasilitas tersebut nantinya dikelola dan dikembangkan dengan standar internasional.

Baca juga:  Temui Nelayan Kusamba, BM PAN Siap Kawal Persoalan Abrasi dan BBM Subsidi ke Pemerintah Pusat

“Yang kami bicarakan bukan hanya bagaimana membangun bandara, tetapi bagaimana memastikan bandara ini nantinya dikelola dengan standar internasional dan mampu memberikan nilai tambah bagi Bali serta Indonesia,” ujar Jannes.

Menurut dia, kehadiran calon mitra yang memiliki pengalaman dalam pembangunan dan pengoperasian bandara di berbagai negara menjadi hal penting bagi PT BIBU Panji Sakti.

“Pengalaman Zurich Airport dalam mengembangkan dan mengoperasikan bandara di berbagai negara tentu menjadi sesuatu yang sangat berharga untuk kami pelajari dan, jika prosesnya berjalan baik, bisa menjadi bagian dari perjalanan Bandara Internasional Bali Utara,” kata Jannes.

Proyek Bandara Internasional Bali Utara pada akhirnya tidak hanya berbicara mengenai pembangunan terminal dan landasan pacu. Ada persoalan lebih besar yang harus dipersiapkan sejak awal, mulai dari siapa yang akan mengoperasikan bandara, standar pelayanan dan pengelolaan yang digunakan, hingga bagaimana bandara tersebut dapat berkembang menjadi simpul ekonomi baru tanpa menghilangkan karakter Bali.

Pertemuan antara PT BIBU Panji Sakti, Zurich Airport dan Alien DC menjadi bagian dari proses menuju tujuan tersebut.

Alien DC membawa pengalaman dan rancangan arsitektur. PT BIBU Panji Sakti membawa proyek pembangunan Bandara Internasional Bali Utara. Sementara Zurich Airport menawarkan pengalaman sebagai pengembang dan operator bandara internasional.

Meski masih berada pada tahap penjajakan dan belum menghasilkan kesepakatan final, pertemuan pada 10 September 2026 itu setidaknya membuka pembicaraan baru mengenai masa depan Bandara Internasional Bali Utara.

Jika proses tersebut berlanjut hingga kesepakatan kerja sama, proyek ini tidak hanya dipersiapkan sebagai pembangunan infrastruktur baru, tetapi juga diarahkan sejak awal untuk memiliki tata kelola dan pengalaman operasional yang mengacu pada standar operator bandara internasional. (red/riza)

Berita Terpopular

Scroll to Top