BADUNG | Dunia News Bali – Perumda Air Minum Tirta Mangutama Kabupaten Badung menjadikan momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-50 sebagai langkah memperkuat kolaborasi lintas instansi sekaligus memastikan keberlanjutan pelayanan air minum kepada masyarakat. Perayaan setengah abad perusahaan daerah tersebut dipusatkan di Kantor Pusat Tirta Mangutama, Mengwi, Rabu (21/10/2026).
Mengusung semangat Setengah Abad Tirta Mangutama untuk Badung, peringatan tahun emas ini tidak hanya diisi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi ruang evaluasi terhadap tantangan pelayanan air minum, mulai dari dampak perubahan iklim hingga persoalan regulasi pemanfaatan aset negara untuk pembangunan jaringan perpipaan.

Direktur Umum Perumda Air Minum Tirta Mangutama Kabupaten Badung, I Made Putra Wijaya, S.T., mengatakan perjalanan selama lima dekade sejak 1976 menjadi bukti komitmen perusahaan dalam menjaga ketersediaan air minum bagi masyarakat Badung.
Menurutnya, keberlangsungan pelayanan tidak dapat dilepaskan dari dukungan berbagai pihak, termasuk pemerintah, instansi terkait, pelanggan, serta masyarakat yang turut menjaga sumber dan fasilitas pendukung pelayanan air minum.
“Air minum adalah fondasi hidup masyarakat. Keberhasilan pelayanan ini mustahil tercapai tanpa kemitraan erat bersama pelanggan dan tokoh warga di lapangan,” ujar Putra Wijaya.

Sejumlah kegiatan telah dilaksanakan menjelang puncak perayaan, di antaranya penanaman bibit mangrove untuk mendukung perlindungan kawasan pesisir dari ancaman abrasi.
Perusahaan juga menggelar edukasi tata kelola air bersih bagi siswa sekolah menengah pertama (SMP), disertai lomba poster berskala nasional sebagai sarana mendorong partisipasi generasi muda dalam menyampaikan pesan pelestarian air dan lingkungan.
Kepedulian sosial diwujudkan melalui kegiatan donor darah serta pemberian tali asih kepada pegawai yang telah memasuki masa purnatugas.
Selain itu, Tirta Mangutama memberikan apresiasi kepada pelanggan setia dan pegiat lingkungan yang dinilai berkontribusi terhadap keberlangsungan pelayanan. Salah satunya Bapak Kaling, yang secara konsisten ikut menjaga kebersihan kawasan tandon air Kampial.
Apresiasi tersebut menjadi bentuk pengakuan bahwa kualitas pelayanan air minum tidak hanya ditentukan oleh kesiapan infrastruktur dan kinerja perusahaan, tetapi juga oleh kepedulian masyarakat dalam menjaga fasilitas serta lingkungan di sekitarnya.
Persoalan infrastruktur menjadi salah satu agenda utama dalam refleksi perjalanan 50 tahun Tirta Mangutama. Untuk membahas tantangan tersebut, manajemen menggelar sarasehan bertajuk “Air Minum untuk Masyarakat: Antara Pelayanan Publik dan Pemanfaatan Infrastruktur Negara”.
Forum ini menyoroti kendala yang dihadapi penyelenggara layanan air minum ketika pembangunan jaringan perpipaan harus melintasi jalan nasional maupun memanfaatkan ruang milik negara.
Persoalan tersebut dinilai perlu mendapat perhatian bersama, mengingat pembangunan jaringan transmisi dan distribusi merupakan bagian penting dalam memperluas jangkauan pelayanan air minum kepada masyarakat.
Sarasehan menghadirkan perwakilan Ombudsman RI Perwakilan Bali, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur–Bali, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN), serta jajaran Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia (Perpamsi).
Pembahasan diarahkan untuk mencari solusi atas sejumlah persoalan mendasar, seperti potensi tumpang tindih birokrasi dalam perizinan penanaman pipa, beban biaya sewa pemanfaatan aset negara, serta upaya memastikan standar pelayanan publik tetap terpenuhi sesuai ketentuan perundang-undangan.
I Made Putra Wijaya menegaskan, kepastian hukum dan mekanisme pembiayaan yang proporsional diperlukan agar pembangunan infrastruktur air minum tidak terkendala persoalan administratif maupun tingginya biaya operasional.
“Kami ingin ada kepastian hukum dan keringanan beban pembiayaan yang logis. Infrastruktur negara dan sarana air minum sama-sama dibangun demi kepentingan rakyat, sehingga kebijakannya wajib berjalan selaras,” tegasnya.
Melalui forum tersebut, Tirta Mangutama berharap terbangun kesamaan pemahaman antarlembaga mengenai pemanfaatan aset negara untuk mendukung kepentingan pelayanan publik, tanpa mengabaikan ketentuan hukum yang berlaku.
Salah satu langkah yang ditempuh adalah pemasangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap melalui kerja sama dengan PLN Icon Plus.
Sistem panel surya tersebut telah diintegrasikan pada sejumlah fasilitas operasional, yakni Reservoir Anggungan, Booster Ungasan, Instalasi Pengolahan Air (IPA) Kampial, serta gedung Kantor Pusat Tirta Mangutama.
Pemanfaatan energi surya ini ditujukan untuk menekan konsumsi listrik, khususnya pada operasional pompa, dengan target penghematan hingga 25 persen sekaligus mengurangi jejak karbon perusahaan.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Tirta Mangutama membangun sistem pelayanan air minum yang tidak hanya mengutamakan keandalan pasokan, tetapi juga memperhatikan efisiensi energi dan keberlanjutan lingkungan.
Memasuki usia setengah abad, Tirta Mangutama diharapkan semakin mampu menjawab kebutuhan masyarakat Badung melalui penguatan infrastruktur, sinergi lintas instansi, inovasi teknologi, serta keterlibatan aktif masyarakat.
Peringatan HUT ke-50 ini sekaligus menjadi momentum untuk menegaskan bahwa keberlanjutan pelayanan air minum membutuhkan komitmen bersama, mulai dari pembenahan tata kelola hingga perlindungan sumber daya alam demi kepentingan generasi mendatang. (dnb13)