Aswat Tapin Kaji Tiru ke JMSI Bali, Dalami Tata Kelola Media Siber dan Jurnalistik Pariwisata

Foto bersama jajaran Pengurus JMSI Bali dan rombongan Asosiasi Wartawan Tapin (Aswat), Kalimantan Selatan, usai kegiatan kaji tiru di Sekretariat JMSI Bali, Denpasar, Sabtu (25/7/2026). Kunjungan tersebut bertujuan mempelajari tata kelola bisnis media siber serta pengembangan jurnalistik pariwisata.

DENPASAR | Dunia News Bali – Sebanyak 23 wartawan yang tergabung dalam Asosiasi Wartawan Tapin (Aswat), Kalimantan Selatan, melaksanakan kunjungan kaji tiru ke Sekretariat Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Bali, Sabtu (25/7/2026). Kegiatan ini menjadi ajang berbagi pengalaman sekaligus memperkuat sinergi antarinsan pers dari dua daerah.

Rombongan jurnalis asal Kabupaten Tapin tersebut disambut Ketua Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (OKK) JMSI Bali, Rudianto, didampingi Bendahara JMSI Bali, Jeffry Karangan.

Dalam sambutannya, Rudianto menyampaikan apresiasi atas inisiatif Aswat Tapin yang memilih Bali sebagai lokasi kaji tiru. Menurutnya, kunjungan tersebut menjadi momentum mempererat hubungan antarkomunitas media sekaligus membuka peluang kerja sama di masa mendatang.

“Luar biasa, 23 wartawan bisa datang ke Bali untuk bersilaturahmi. Kami dari JMSI Bali menyambut hangat kunjungan teman-teman Aswat Tapin dan berharap suatu saat JMSI Bali juga dapat melakukan kunjungan balasan ke Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan,” ujar Rudianto.

Pada kesempatan itu, Rudianto juga memaparkan perkembangan organisasi JMSI Bali yang saat ini menaungi 18 perusahaan media siber. Selain membangun ekosistem media yang profesional, JMSI Bali secara rutin menggelar berbagai program edukatif, seperti sosialisasi bijak bermedia sosial, literasi digital, hingga persiapan kelas jurnalistik bagi insan pers dan masyarakat.

Baca juga:  Jangan Tunggu Kaya untuk Peduli: Pesan Tegas Yayasan Luh Getas untuk Bali

Sementara itu, perwakilan Aswat Tapin, Herman Hidayat, menjelaskan bahwa kunjungan tersebut bertujuan memperdalam pengetahuan mengenai tata kelola bisnis media digital serta strategi penyajian berita pariwisata di daerah yang telah dikenal sebagai destinasi wisata dunia.

Menurut Herman, terdapat sejumlah fokus pembelajaran dalam kaji tiru tersebut, di antaranya mempelajari strategi keberlanjutan bisnis media siber, memahami teknik penulisan berita pariwisata yang mampu menarik perhatian pembaca lokal maupun internasional, serta mengadopsi praktik-praktik terbaik untuk diterapkan di Kabupaten Tapin.

“Bali telah lama dikenal sebagai destinasi wisata internasional. Kami ingin belajar bagaimana teman-teman JMSI Bali dan wartawan mengemas berita pariwisata agar potensi di Tapin juga bisa terangkat secara maksimal,” kata Herman.

Melalui kunjungan ini, diharapkan terjalin pertukaran pengalaman dan pengetahuan yang dapat memperkuat kapasitas media siber di masing-masing daerah, sekaligus mendorong pengembangan jurnalistik yang berkualitas dan berdaya saing. (red/ich)

Berita Terpopular

Scroll to Top