DENPASAR | Dunia News Bali – Wakil Ketua Komisi I DPRD Provinsi Bali, Dewa Nyoman Rai, S.H., M.H., meminta Kapolda Bali mengambil langkah tegas terhadap lima anggota kepolisian yang disebut sedang menjalani pemeriksaan internal oleh Propam Polda Bali.
Kelima anggota tersebut diduga berkaitan dengan aktivitas kriminal di kawasan pariwisata Bali. Dewa Rai menegaskan, apabila hasil pemeriksaan membuktikan adanya keterlibatan atau tindakan memberikan perlindungan terhadap aktivitas kejahatan, sanksi tegas hingga pemberhentian dari institusi Polri harus diberikan.
Pernyataan itu disampaikan Dewa Rai saat dihubungi, Selasa (15/9/2026).
Menurut Dewa Rai, persoalan tersebut tidak boleh dipandang sebagai masalah internal semata. Dugaan keterlibatan aparat dalam aktivitas kriminal, jika terbukti, dapat berdampak terhadap kepercayaan masyarakat sekaligus citra Bali sebagai destinasi wisata internasional.
“Bali di mata dunia sudah dikenal sebagai daerah wisata yang terbaik dan aman. Namun kalau ternyata masih terjadi kejahatan dan ada oknum polisi yang diduga membackup, ini harus menjadi perhatian serius,” ujar Dewa Rai, yang juga Sekretaris Pansus TRAP DPRD Bali.
Dewa Rai menyoroti sejumlah persoalan kriminalitas yang terjadi di kawasan pariwisata, mulai dari pencopetan, pencurian, perampokan hingga kekerasan yang melibatkan wisatawan.
Ia mengingatkan, keamanan menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kepercayaan wisatawan mancanegara terhadap Bali.
Bahkan, Dewa Rai menyatakan kekhawatirannya apabila persoalan kriminalitas berkembang hingga memunculkan peringatan dari negara lain kepada warganya yang hendak berkunjung ke Bali.
“Jangan sampai karena persoalan kriminalitas ini kemudian muncul warning dari negara-negara lain. Ini tentu sangat merugikan Bali,” tegasnya.
Menurut dia, kawasan seperti Kuta, Nusa Dua, Uluwatu dan wilayah Bali Selatan lainnya perlu mendapat perhatian serius karena merupakan pusat aktivitas pariwisata.
Kasus yang menyangkut keamanan wisatawan, termasuk dugaan penganiayaan maupun persoalan yang berkaitan dengan transportasi wisatawan, kata Dewa Rai, harus ditangani secara serius dan profesional.
“Kalau keamanan tidak dijaga, bagaimana kita bisa meyakinkan dunia bahwa Bali adalah destinasi yang aman?” katanya.
Dewa Rai mengungkapkan, berdasarkan informasi yang diterimanya, terdapat lima anggota kepolisian yang disebut berkaitan dengan proses pemeriksaan di Propam Polda Bali.
Dari jumlah tersebut, tiga anggota disebut berasal dari Polsek Nusa Dua, sementara dua lainnya disebut berasal dari Polsek Kuta.
Namun demikian, Dewa Rai menegaskan bahwa dugaan tersebut tetap harus dibuktikan melalui proses pemeriksaan sesuai ketentuan yang berlaku.
Ia meminta proses pemeriksaan dilakukan secara profesional, transparan dan berdasarkan fakta serta alat bukti yang ada.
“Kalau memang terbukti terlibat, dipecat saja. Jangan dibiarkan. Kalau dibiarkan, nanti bisa menjamur,” ujarnya.
Bagi Dewa Rai, pemberian sanksi tegas terhadap anggota yang terbukti menyalahgunakan kewenangan juga penting sebagai bentuk penegasan bahwa institusi Polri tidak memberikan ruang bagi praktik yang merusak kepercayaan masyarakat.
“Ini sekaligus menjadi contoh bahwa polisi sekarang tegas. Kalau ada anggotanya bermain, disikat dan diberhentikan,” katanya.
Komisi I DPRD Bali Siap Minta Penjelasan Kapolda dan Propam
Dewa Rai menyatakan Komisi I DPRD Provinsi Bali tidak menutup kemungkinan meminta penjelasan langsung kepada pihak terkait mengenai perkembangan pemeriksaan lima anggota tersebut.
Menurutnya, Kapolda Bali maupun Propam Polda Bali dapat dimintai keterangan apabila persoalan tersebut tidak mendapatkan penanganan secara serius.
“Kalau persoalan ini tidak ditangani secara serius, kami dari Komisi I akan mengajak diskusi dan memanggil semua pihak, termasuk Kapolda dan Propam,” ujarnya.
Dewa Rai menilai DPRD Bali memiliki kepentingan untuk memastikan keamanan di kawasan pariwisata tetap terjaga. Hal itu dinilai penting karena sektor pariwisata merupakan salah satu penopang utama perekonomian Bali.
Ia juga menyebut berdasarkan informasi yang diterimanya dari Dinas Pariwisata, jumlah kunjungan wisatawan ke Bali terus mengalami peningkatan.
Kondisi tersebut, menurut dia, harus diikuti dengan penguatan jaminan keamanan bagi wisatawan maupun masyarakat.
“Wisatawan terus meningkat. India juga menjadi salah satu pasar yang besar. Kepercayaan ini harus kita jaga. Jangan sampai wisatawan datang ke Bali tetapi merasa tidak aman,” kata Dewa Rai.
Dewa Rai menegaskan bahwa persoalan keamanan di Bali tidak dapat dipandang sebatas persoalan kriminalitas biasa.
Setiap kasus yang menimpa wisatawan berpotensi menjadi perhatian publik internasional dan pada akhirnya dapat memengaruhi persepsi terhadap keamanan Bali.
Karena itu, ia meminta jajaran kepolisian, khususnya yang bertugas di kawasan wisata, meningkatkan pengawasan serta merespons setiap dugaan tindak kriminal secara cepat dan sesuai hukum.
“Bali sudah mendapatkan kepercayaan dunia. Jangan sampai kepercayaan itu rusak karena ulah oknum,” ujarnya.
Ia juga meminta proses pemeriksaan terhadap anggota yang saat ini sedang ditangani Propam dilakukan secara transparan dan profesional, tanpa mengabaikan asas praduga tak bersalah.
“Kalau terbukti, berikan sanksi tegas. Jangan ada yang dilindungi. Hukum harus berlaku sama,” tegasnya.
Dewa Rai berharap penanganan terhadap anggota yang nantinya terbukti bersalah dapat menjadi momentum untuk memperkuat pengawasan internal sekaligus menjaga nama baik institusi kepolisian dan keamanan Bali.
“Kalau ada anggota yang benar-benar terbukti membackup kejahatan, jangan dipertahankan. Ini demi nama baik kepolisian dan demi keamanan Bali,” pungkasnya.
Catatan Redaksi: Pemberitaan ini memuat pernyataan dan pandangan Dewa Nyoman Rai terkait dugaan keterlibatan anggota kepolisian yang disebut sedang menjalani pemeriksaan internal. Dugaan tersebut belum merupakan kesimpulan hukum. Dunia News Bali menghormati asas praduga tak bersalah dan memberikan ruang hak jawab serta klarifikasi kepada pihak-pihak yang disebut dalam pemberitaan. (red)