TABANAN | Dunia News Bali – Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), robotika, teknologi kesehatan untuk memperpanjang usia manusia (longevity), hingga transformasi pendidikan menjadi sorotan utama dalam penyelenggaraan Genius Future Summit 2026 di Nuanu Creative City, Bali.
Konferensi internasional yang berlangsung selama dua hari, 5–6 November 2026, di Labyrinth Convention Center, Nuanu Creative City, ini mempertemukan ilmuwan, pengusaha, investor, serta praktisi pendidikan dari lebih dari 15 negara.
Memasuki penyelenggaraan edisi kedua, forum tersebut menghadirkan 18 pembicara internasional dan nasional untuk membahas berbagai perubahan teknologi serta dampaknya terhadap kehidupan, dunia kerja, pendidikan, dan peluang kewirausahaan di masa mendatang.
Sejumlah tokoh yang tampil sebagai pembicara di antaranya fisikawan teoretis sekaligus penulis buku terlaris Dr. Michio Kaku, pendiri XPRIZE Peter Diamandis, pengusaha Indonesia Merry Riana, serta Pendiri dan CEO Genius Group, Roger James Hamilton.
Selain menjadi ruang pertukaran wawasan, Genius Future Summit 2026 juga membuka kesempatan bagi peserta untuk memperluas jejaring internasional, membangun kolaborasi, dan menggali peluang baru di berbagai sektor.
Dalam rangkaian acara tersebut, Peter Diamandis menyampaikan presentasi utama mengenai pesatnya perkembangan teknologi dan potensi perubahan besar yang ditimbulkannya. Sementara itu, Merry Riana mengangkat perspektif mengenai masa depan pendidikan di Indonesia.
Pembahasan lainnya mencakup perkembangan teknologi robotika, sektor properti, serta dinamika dan tantangan menjalankan bisnis di Bali.
Rangkaian diskusi ditutup dengan sesi bersama Dr. Michio Kaku dan Roger James Hamilton. Seluruh agenda berlangsung di Labyrinth Convention Center dan Labyrinth Dome, Nuanu Creative City.
CEO Nuanu Creative City, Lev Kroll, mengatakan bahwa mempertemukan individu dengan latar belakang pemikiran dan keahlian berbeda merupakan salah satu tujuan utama pembangunan Nuanu.
Menurutnya, Nuanu ingin menjadi ruang terbuka bagi masyarakat internasional untuk bertukar gagasan, berdiskusi, serta bersama-sama memahami berbagai perubahan yang terjadi di dunia.
“Mempertemukan orang-orang dengan beragam pemikiran dan keahlian, baik pembicara maupun peserta, merupakan salah satu tujuan utama Nuanu dibangun. Kami ingin menciptakan ruang bagi orang-orang untuk saling bertukar gagasan dan berdiskusi. Kami terus berupaya untuk belajar, mempertanyakan berbagai hal, dan memahami dunia dengan lebih baik. Melalui acara seperti ini, kami dapat menjalani proses tersebut bersama orang-orang yang datang dan terlibat di dalamnya. Ini menjadi sesuatu yang sangat berarti bagi kami,” ujar Lev Kroll.
Paparkan Perkembangan Ekosistem dan Program Nuanu
Tidak hanya menghadirkan diskusi mengenai masa depan teknologi, Genius Future Summit 2026 juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan perkembangan berbagai proyek dan inisiatif yang tengah dikembangkan di Nuanu Creative City.
Hal tersebut dipaparkan dalam sesi Nuanu Forum yang menghadirkan Angela Stead selaku Direktur Genius Group, Auditya Sari sebagai Project Manager Nuanu Social Fund, serta Ni Komang Sri Junisabtika selaku Venue Manager Magic Garden di Nuanu Creative City.
Ketiganya memaparkan perkembangan kawasan, program pemberdayaan masyarakat, serta berbagai aktivitas yang dijalankan melalui proyek-proyek dalam ekosistem Nuanu.
Salah satu isu penting yang mendapat perhatian dalam forum tersebut adalah pendidikan, khususnya bagaimana teknologi dan kewirausahaan dapat berperan dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi perubahan dunia kerja dan kehidupan di masa depan.
Pembahasan ini juga berkaitan dengan kerja sama strategis antara Nuanu Creative City dan Genius Group (NYSE American: GNS). Kolaborasi tersebut mencakup pengembangan Genius City sebagai kawasan pendidikan dan kewirausahaan di Nuanu, termasuk penerapan model pendidikan Genius School dan program Genius Apprentice di ProEd Global School.
Kerja sama yang diselesaikan pada November 2025 dengan valuasi gabungan sebesar US$14 juta tersebut mengintegrasikan program pendidikan dan kewirausahaan Genius Group dengan ekosistem Nuanu yang mencakup berbagai bidang di Bali.
Pada pagi hari terakhir penyelenggaraan summit, sejumlah pembicara dan tamu VIP juga berkesempatan mengunjungi beberapa fasilitas di kawasan Nuanu, termasuk kampus ProEd di Nuanu dan Luna Beach Club.
Pendidikan Dinilai Harus Beradaptasi dengan Perkembangan AI
Pendiri sekaligus CEO Genius Group, Roger James Hamilton, menekankan pentingnya transformasi sistem pendidikan agar mampu menjawab tantangan perkembangan teknologi yang semakin cepat.
Menurutnya, kemajuan AI dan teknologi baru telah mengubah kebutuhan dunia kerja. Karena itu, sistem pendidikan perlu memberikan bekal yang relevan agar generasi muda tidak hanya mampu mengikuti perubahan, tetapi juga memiliki kemampuan menciptakan peluang di masa depan.
“Dunia berubah begitu cepat, terutama dengan perkembangan kecerdasan buatan (AI) dan teknologi baru. Namun, sebagian besar sistem pendidikan kita masih mempersiapkan generasi muda untuk menghadapi dunia yang sudah tidak lagi relevan. Saya percaya pendidikan seharusnya memberikan kepercayaan diri, keterampilan, dan kesempatan bagi setiap individu untuk membentuk masa depan mereka sendiri,” ungkap Roger.
Ia menjelaskan, konsep Genius City dikembangkan sebagai lingkungan pendidikan yang menghubungkan proses belajar dengan dunia usaha, kewirausahaan, dan teknologi.
Dengan pendekatan tersebut, peserta didik diharapkan dapat mengembangkan gagasan sekaligus memperoleh kesempatan untuk mewujudkannya menjadi sesuatu yang nyata.
Nuanu Kembangkan Kawasan Kreatif Terintegrasi Seluas 44 Hektare
Sebagai kawasan kreatif yang berdiri di atas lahan seluas 44 hektare di pesisir Tabanan, Bali, Nuanu Creative City mengintegrasikan sejumlah sektor dalam satu ekosistem, meliputi pendidikan, seni dan budaya, kesehatan dan kebugaran, alam, hunian, serta gaya hidup.
Kawasan ini tercatat memiliki rata-rata sekitar 2.500 pengunjung setiap hari dan menjadi lokasi penyelenggaraan berbagai kegiatan budaya berskala internasional, termasuk Art & Bali dan FOTO Bali Festival.
Selain kegiatan seni dan budaya, Nuanu juga mengembangkan berbagai program pendidikan serta aktivitas yang melibatkan masyarakat dalam ekosistem kawasan.
Melalui Genius Future Summit 2026, Nuanu Creative City kembali memperkuat posisinya sebagai ruang pertemuan internasional bagi para ilmuwan, pelaku usaha, investor, pendidik, dan berbagai pemangku kepentingan untuk membicarakan perubahan global.
Forum ini diharapkan tidak hanya menghasilkan pertukaran gagasan selama konferensi berlangsung, tetapi juga membuka peluang kolaborasi dan diskusi berkelanjutan dalam menghadapi masa depan teknologi, pendidikan, dan kewirausahaan.
Tentang Nuanu Creative City
Nuanu merupakan kawasan kreatif seluas 44 hektare di Bali, Indonesia, yang mengusung konsep kehidupan harmonis. Kawasan ini menjadi ekosistem bagi para kreator, pemimpin, dan agen perubahan untuk membangun budaya yang mendorong perubahan positif.
Dengan mengintegrasikan pendidikan, seni dan budaya, kebugaran, hiburan, serta kehidupan yang terinspirasi alam, Nuanu memiliki visi menghadirkan masa depan ketika berbagai elemen kehidupan dapat berkembang secara selaras.
Tentang Genius Group
Genius Group (NYSE: GNS) merupakan perusahaan berorientasi Bitcoin yang menyediakan solusi pendidikan dan akselerasi berbasis AI untuk menghadapi masa depan dunia kerja.
Perusahaan ini melayani sekitar 5,8 juta pengguna di lebih dari 100 negara melalui model Genius City dan pasar digital daring yang menyediakan pelatihan AI, perangkat AI, serta talenta AI.
Genius Group mengembangkan jalur pembelajaran AI yang personal dan berbasis kewirausahaan dengan mengintegrasikan kemampuan manusia, keterampilan AI, serta solusi teknologi bagi individu, perusahaan, dan pemerintahan.
Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui https://www.geniusgroup.ai/.
Editor: Dnb13