Hari Lingkungan Sedunia, Diah Werdhi Srikandi Apresiasi Misi Green Step yang Diusung Putri Anak Indonesia Bali 2026

Tokoh perempuan Bali sekaligus Kelompok Ahli Pembangunan Gubernur Bali Bidang Perempuan dan Anak, Dr. I Gusti Ayu Diah Werdhi Srikandi W.S., S.E., M.M. saat menyampaikan materi edukasi pengelolaan sampah dan pelestarian lingkungan dalam sebuah kegiatan di Denpasar. Diah mengapresiasi misi “Green Step – Peduli Lingkungan” yang diusung Putri Anak Indonesia Bali 2026 sebagai gerakan positif untuk mendorong generasi muda menjadi pelopor lingkungan. Foto: ist

DENPASAR | Dunia News Bali – Peringatan Hari Lingkungan Sedunia menjadi momentum bagi tokoh perempuan Bali, Dr. I Gusti Ayu Diah Werdhi Srikandi W.S., S.E., M.M., untuk memberikan apresiasi kepada Gusti Ayu Whidya Agung Candradevi, siswi kelas VI SD Taman Rama Denpasar yang berhasil meraih gelar Putri Anak Indonesia Bali 2026.

Diah Werdhi Srikandi menilai capaian tersebut bukan sekadar prestasi pribadi, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar untuk memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan lingkungan. Menurutnya, peran yang kini diemban Whidya dapat menjadi sarana untuk menginspirasi generasi muda agar lebih peduli terhadap kelestarian alam.

“Selamat Hari Lingkungan Sedunia. Kemenangan ini bukanlah akhir dari sebuah perjalanan, melainkan awal dari sebuah pengabdian,” ujar Diah Werdhi Srikandi di Denpasar, Jumat (5/6).

Sebagai Kelompok Ahli Pembangunan Gubernur Bali Bidang Perempuan dan Anak sekaligus Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Bali Bidang Pendidikan dan Kebudayaan, ia mengapresiasi tema “Green Step – Peduli Lingkungan” yang diusung Whidya selama mengikuti ajang tersebut.

Baca juga:  Rayakan 49 Tahun Tirta Mangutama, Mengalirkan Kehidupan dengan Menanam Penjaga Pesisir

Menurutnya, gerakan tersebut memiliki pesan kuat bahwa perubahan besar dapat dimulai dari tindakan sederhana. Menanam pohon, memilah sampah, hingga mengajak masyarakat menjaga lingkungan merupakan langkah nyata yang mampu memberikan dampak positif bagi masa depan Bali dan Indonesia.

Diah berharap Whidya dapat menjadi contoh bagi anak-anak dan remaja seusianya untuk menumbuhkan kesadaran lingkungan sejak dini. Ia menilai generasi muda memiliki peran strategis sebagai agen perubahan dalam menghadapi berbagai tantangan lingkungan di masa depan.

“Jadilah suara bagi lingkungan, inspirasi bagi teman-teman sebaya, dan pelopor gerakan hijau yang membawa harapan bagi bumi yang lebih lestari. Anak-anak hari ini adalah pemimpin masa depan yang akan menentukan wajah dunia esok hari,” katanya.

Ketua Kaukus Perempuan Parlemen Bali periode 2019–2024 itu juga menilai konsep Green Step dan pendekatan eco-conscious yang diusung Whidya sangat relevan dengan upaya pengembangan pariwisata berkelanjutan serta pengurangan penggunaan plastik sekali pakai.

Ia menyebut gagasan tersebut sejalan dengan program Pemerintah Provinsi Bali yang saat ini terus menggalakkan pengurangan timbulan sampah plastik melalui Gerakan Bali Bersih Sampah. Karena itu, Diah berharap Whidya mampu menjadi agent of change bagi generasi muda, khususnya Gen Z, dalam memberikan edukasi dan keteladanan terkait pelestarian lingkungan.

Baca juga:  Integrasi 27 Ribu Aplikasi Dimulai dari Bali, Bansos Berbasis AI Siap Diluncurkan 2026

Lebih lanjut, Diah mengungkapkan ketertarikannya untuk mengetahui lebih jauh mengenai konsep Green Step yang dikembangkan Whidya. Sebagai bagian dari Tim PSBS PADAS Provinsi Bali, ia berencana bertemu langsung dengan Putri Anak Indonesia Bali 2026 tersebut guna mendalami gagasan yang diusungnya.

“Ini sangat menarik. Selamat mengemban amanah sebagai Putri Anak Indonesia Bali 2026. Terus berkarya, menginspirasi, dan menjaga alam Indonesia. Selamat Hari Lingkungan Sedunia,” tutupnya. (red/ich)

Berita Terpopular

Scroll to Top