India Cultural Centre Bali Mangkrak 22 Tahun, DPRD Dorong Skema Tukar Guling

DENPASAR | dunianewsbali – Proyek India Cultural Centre Bali (ICCB) di Jalan Tantular, Renon, mangkrak sejak tahun 2004 hingga memicu sorotan tajam terkait penyelamatan aset daerah. Sekretaris Pansus TRAP DPRD Bali, Dr. Somvir, kini tengah mengupayakan solusi win-win melalui skema hubungan antarpemerintah (G2G).

​Mangkrak 22 Tahun, DPRD Bali Desak Solusi G2G

​Aset milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali yang dipergunakan untuk proyek ICCB ini tercatat sudah terbengkalai selama 22 tahun. Guna menyelamatkan aset tersebut, DPRD Bali berencana menggelar koordinasi khusus dalam waktu dekat.

Sekretaris Pansus TRAP DPRD Bali, Dr Somvir

Sekretaris Panitia Khusus Tata Ruang, Aset Daerah, dan Perizinan (Pansus TRAP) DPRD Bali, Dr. Somvir, memastikan akan ada pengawasan intensif terhadap polemik lahan ini. Pihaknya membidik kerja sama bilateral antara Pemprov Bali dan Pemerintah India.

​”Dulu ceritanya Pemerintah Bali telah memberikan tanah itu ke Pemerintah India, kita berharap ada timbal balik bahwa Pemerintah India juga bisa bangun Pusat Kebudayan Bali di tepian Sungai Gangga,” ujar Dr. Somvir, Senin (1/6/2026).

Skema Tukar Guling Lahan di Tepian Sungai Gangga

​Hingga saat ini, lahan di kawasan strategis Renon tersebut sama sekali tidak menunjukkan tanda-tanda progres pembangunan. Hal ini memicu keresahan publik yang mempertanyakan kejelasan pemanfaatan aset daerah.

Baca juga:  Sambut Nyepi, BTID Perkuat Sinergi Budaya Lewat Safari Ogoh-Ogoh di Enam Banjar Desa Serangan

​Sebagai langkah konkret, Pansus TRAP DPRD Bali akan mengundang sejumlah pihak terkait untuk duduk bersama, antara lain:

  • ​Gubernur Bali
  • ​Duta Besar India untuk Indonesia
  • ​Konsulat India di Bali

​Dr. Somvir berharap, jika proyek di Renon dilanjutkan, Pemerintah India bersedia memberikan kompensasi serupa untuk kebudayaan Bali. “Jika berlanjut, semoga Pemerintah India mau memberikan tanah mereka untuk dibangun Pusat Kebudayaan Bali di tepi Sungai Gangga,” tegasnya.​

Komitmen Hubungan Bilateral dan Sorotan Program Beasiswa India

​Meskipun pembangunan fisik gedung ICCB mengalami jalan buntu, upaya diplomasi dan hubungan bilateral di bidang non-fisik sebenarnya terus diupayakan. Direktur India Cultural Centre Bali (ICCB), Manohar Puri, sempat menegaskan komitmennya untuk mempererat kemitraan strategis ini, terutama dengan Pemerintah Kota Denpasar.

Lahan pusat Kebudayaan India yang terbengkalai di Jl Tantular Renon, Denpasar

Manohar Puri menyoroti adanya kemiripan historis, seni, dan budaya yang sangat kuat antara India dan Bali sebagai fondasi utama kerja sama ini.

​”Ketertarikan kami bekerja sama dengan Pemkot Denpasar karena sebagai Ibu Kota Provinsi Bali ini memiliki visi dan misi yang berwawasan budaya. Kami ingin mempererat hubungan atau kemitraan kedua negara dalam bidang-bidang itu,” ungkap Manohar Puri saat melakukan audiensi ke Pemkot Denpasar.

Baca juga:  n-JAWA-ni: Kearifan Lokal Jawa yang Mendunia

Lebih lanjut, Manohar Puri menjelaskan bahwa program ini membuka peluang besar bagi generasi muda di Bali untuk memperluas wawasan ke tingkat internasional melalui portal beasiswa India Council for Cultural Relations (ICCR) yang diluncurkan di New Delhi.

​”Kerja sama dalam bidang pendidikan merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan dan merupakan sebuah mandat bagi ICCR,” tambah Manohar Puri.

Bentuk sinergi non-fisik yang ditawarkan oleh pihak ICCB meliputi:

  • 17 Skema Beasiswa: Pendidikan komprehensif yang didanai oleh Kementerian Luar Negeri India dan Kementerian Ayush (Ilmu Kedokteran Tradisional India).
  • Program Beasiswa Internasional: Akses jejaring global seperti Beasiswa Mekong Gangga, Beasiswa Afrika, hingga beasiswa kerja sama kawasan lainnya.
  • Pertukaran Edukasi dan Seni: Rencana pengiriman guru untuk belajar Bahasa Indonesia maupun Bahasa India, serta ruang bagi seniman lokal untuk menampilkan kesenian Bali di India.

​Langkah diplomasi non-fisik tersebut disambut baik oleh Kepala Dinas Kebudayaan Kota Denpasar saat itu, I Gusti Bagus Mataram. Namun, bagaimanapun juga, penyelesaian sengketa fisik lahan di Jalan Tantular tetap menjadi prioritas utama yang mendesak untuk dituntaskan oleh DPRD dan Pemprov Bali saat ini agar aset daerah tidak hilang begitu saja. (Red).

Berita Terpopular

Scroll to Top