Kwarda Pramuka Bali Sukses Gelar Webinar Nasional, Gerakan Bali Menanam 1 Juta Pohon Libatkan 1.000 Peserta

DENPASAR | Dunia News Bali – Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Bali melalui Pramuka Peduli menggelar Webinar Nasional Pramuka Peduli Tahun 2026 secara daring, Minggu (8/11/2026). Kegiatan ini menjadi salah satu langkah strategis untuk memperkuat keterlibatan anggota Pramuka dalam pelestarian lingkungan sekaligus upaya pengurangan risiko bencana di Bali.

Mengangkat tema “Cinta Alam, Peduli Sesama, Pramuka Bergerak untuk Bali Lestari”, webinar tersebut secara khusus membahas “Peran Strategis Pramuka Peduli dalam Gerakan Bali Menanam 1 Juta Pohon untuk Pelestarian Lingkungan dan Pengurangan Risiko Bencana.”

Kegiatan ini mendapat respons positif dengan keikutsertaan sekitar 1.000 peserta dari berbagai wilayah. Partisipasi tersebut menunjukkan besarnya perhatian jajaran Gerakan Pramuka terhadap isu lingkungan, konservasi, dan kesiapsiagaan menghadapi bencana.

Sambutan Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Bali, Prof. Dr. Ir. Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati, M.Si. (Cok Ace), disampaikan melalui Wakil Ketua Bidang Pengabdian Masyarakat, Bela Negara, dan Lingkungan Hidup, I Gede Agus Argawa Tangkas, S.H., M.Si.

Dalam sambutannya, Cok Ace menegaskan bahwa menjaga kelestarian lingkungan bukan semata-mata menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan kewajiban bersama seluruh lapisan masyarakat.

Baca juga:  KJPP Terjepit! Penilaian Tanah PKB Diduga Disimpangkan, PT Adi Murti Siap Tempur Sampai Titik Akhir

Menurutnya, anggota Pramuka memiliki landasan moral yang kuat untuk mengambil peran tersebut, sebagaimana tercermin dalam Dasa Darma Pramuka kedua, yakni Cinta Alam dan Kasih Sayang Sesama Manusia.

“Gerakan menanam pohon bukan hanya kegiatan penghijauan seremonial belaka, tetapi merupakan bagian dari investasi kehidupan dan upaya pengurangan risiko bencana. Keberhasilan gerakan ini diukur dari berapa banyak pohon yang tumbuh, hidup, dan memberikan manfaat bagi lingkungan, yang harus dijaga secara berkelanjutan melalui aksi pemeliharaan,” pesan Cok Ace sebagaimana dibacakan I Gede Agus Argawa Tangkas.

Ketua Panitia yang juga Sekretaris Bidang Abdimas, Lingkungan Hidup dan Bela Negara Kwarda Bali, I Gede Wirawan, S.H., M.H., C.PS., C.LS., menjelaskan bahwa webinar tersebut diikuti kurang lebih 1.000 peserta.

Peserta berasal dari berbagai kwartir cabang (Kwarcab) di Bali, meliputi Karangasem, Bangli, Buleleng, Denpasar, Badung, Gianyar, Klungkung, Tabanan, dan Jembrana.

Selain unsur Kwarda, kegiatan ini juga diikuti jajaran Pusdiklatda, Pramuka Peduli, serta masyarakat umum. Bahkan, partisipasi peserta turut datang dari luar Bali, di antaranya Aceh dan Bengkulu.

Webinar menghadirkan sejumlah narasumber yang memiliki kompetensi di bidang lingkungan hidup, konservasi, serta pengurangan risiko bencana.

Baca juga:  Ketum JMSI Teguh Santosa: Jurnalisme Harus Cegah Krisis Kemanusiaan, Bukan Sekadar Jadi 'Pemadam Kebakaran'

Mereka adalah I Gede Agus Argawa Tangkas selaku Wakil Ketua Bidang Abdimas, Lingkungan Hidup dan Bela Negara Kwarda Bali; Made Agung Ari Yasa dari unsur Pusdiklatda Bali; Sutha Wijaya selaku Ketua Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Provinsi Bali; serta Ade dari perwakilan pengelola Daerah Aliran Sungai (DAS) Bali.

Dalam pemaparan materi, para narasumber menyoroti sejumlah aspek penting yang menjadi fondasi keberhasilan Gerakan Bali Menanam 1 Juta Pohon.

Pertama, pentingnya konservasi Daerah Aliran Sungai (DAS) dan pengelolaan tata air. Keberadaan pohon serta vegetasi memiliki fungsi ekologis yang sangat penting, mulai dari membantu penyerapan air hujan, memperkuat struktur tanah, mengurangi erosi, mencegah tanah longsor, hingga menjaga keseimbangan hidrologis kawasan DAS di Bali.

Kedua, pemanfaatan teknologi digital dalam pemantauan penghijauan. Gerakan Bali Menanam 1 Juta Pohon tidak boleh berhenti pada aktivitas menanam, tetapi harus dilanjutkan dengan perawatan dan pemeliharaan secara rutin.

Setiap pohon juga diarahkan untuk didaftarkan melalui sistem aplikasi digital dengan metode tagging. Langkah ini bertujuan memantau perkembangan pohon, memastikan keberlanjutan pemeliharaan, sekaligus mengevaluasi sebaran data penghijauan yang dilakukan organisasi.

Baca juga:  Perempuan Kuasai Sirkuit Mandalika, Kartini Race 2026 Cetak Sejarah Baru Motorsport Indonesia

Ketiga, penguatan mitigasi risiko bencana. Para peserta mendapatkan pemahaman mengenai siklus penanggulangan bencana yang mencakup tahap prabencana, saat kondisi darurat, hingga pascabencana.

Perhatian terhadap kelompok masyarakat rentan juga menjadi aspek penting dalam upaya meminimalkan dampak bencana hidrometeorologi, terutama di tengah meningkatnya tantangan perubahan iklim global.

Melalui penyelenggaraan webinar nasional ini, Kwarda Gerakan Pramuka Bali berharap seluruh jajaran Pramuka di kabupaten/kota dapat menerjemahkan pengetahuan yang diperoleh menjadi aksi nyata di wilayah masing-masing.

Gerakan penanaman pohon diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan sesaat, tetapi berkembang menjadi gerakan berkelanjutan yang disertai pemeliharaan, pemantauan, dan evaluasi.

Dengan keterlibatan aktif anggota Pramuka dan dukungan berbagai elemen masyarakat, Gerakan Bali Menanam 1 Juta Pohon diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pelestarian lingkungan, menjaga keseimbangan ekosistem, serta mengurangi risiko bencana.

Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari tanggung jawab bersama untuk memastikan Bali tetap lestari dan mampu menjadi penyangga kehidupan bagi generasi sekarang maupun masa mendatang. (Dnb13) 

Berita Terpopular

Scroll to Top