Putu Suasta: GHBC 2026 Momentum Perkuat UMKM dan Bangun Ekonomi Berbasis Dharma

DENPASAR | Dunia News Bali – Budayawan sekaligus pemerhati sosial-politik Bali, Putu Suasta, menilai penyelenggaraan Global Hindu Business Conference (GHBC) 2026 menjadi momentum strategis untuk memperkuat sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Menurutnya, penguatan UMKM sangat penting mengingat mayoritas masyarakat Hindu masih berada pada kelompok ekonomi menengah ke bawah.

Ia mengatakan, peningkatan kapasitas UMKM tidak hanya berdampak pada pertumbuhan ekonomi masyarakat, tetapi juga mampu memperkuat nilai-nilai spiritual yang menjadi fondasi kehidupan.

“Saya sering ke Mojokerto, Pasuruan, Pati, Rembang, kemudian ke Dieng hingga Wonosobo. Mayoritas masyarakat di sana masih berada pada kelompok ekonomi menengah ke bawah. Karena itu, GHBC 2026 menjadi momentum yang sangat kuat untuk mendorong penguatan UMKM,” ujar Putu Suasta di sela-sela pelaksanaan GHBC 2026 di Universitas Hindu Indonesia (UNHI) Denpasar, Sabtu (11/7/2026).

Menurut Putu Suasta, pengembangan UMKM berbasis nilai Dharma merupakan langkah yang mampu menghadirkan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan penguatan spiritualitas masyarakat.

Ia mencontohkan perhatian besar Perdana Menteri India Narendra Modi terhadap pengembangan UMKM sebagai bagian dari pembangunan yang berlandaskan budaya dan nilai-nilai Dharma.

“Karena itu, kawasan seperti Candi Prambanan juga menjadi bagian dari upaya menghidupkan kembali keyakinan terhadap Dharma sebagai bagian dari pembangunan ekonomi. Hal itu akan memperkuat fondasi budaya masyarakat,” katanya.

Baca juga:  Cabut Garis Satpol PP, WN Korea Selatan Dideportasi dari Bali

Putu Suasta menambahkan, nilai-nilai kebajikan, empati, serta semangat saling membantu merupakan ajaran universal yang dimiliki seluruh agama. Oleh sebab itu, kolaborasi lintas sektor harus terus diperkuat agar mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Inilah yang kita sebut kolaborasi. Kegiatan seperti ini harus terus dilakukan secara berkelanjutan agar benar-benar menjadi kekuatan yang nyata,” ujarnya.

Menurutnya, kolaborasi tersebut juga harus diwujudkan melalui perluasan jejaring bisnis global sehingga mampu membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.

Ia menilai penguatan UMKM menjadi kebutuhan mendesak, sebab kondisi ekonomi yang lemah akan berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.

“Kalau ekonomi tidak kuat tentu sangat berat. Banyak masyarakat terbebani pinjaman maupun cicilan. Karena itu, UMKM harus terus diperkuat,” tegasnya.

Soroti Pengembangan Kawasan Prambanan

Dalam kesempatan itu, Putu Suasta juga menyoroti pengembangan kawasan Candi Prambanan yang menurutnya mendapat perhatian dari Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri India Narendra Modi.

Ia mengaku telah mengunjungi kawasan tersebut beberapa bulan lalu dan melihat langsung perkembangan revitalisasi yang sedang berlangsung.

“Sebagian kawasan Prambanan sudah selesai dikembangkan. Saya melihat langsung kondisinya sekitar dua hingga tiga bulan lalu. Namun, masih ada beberapa titik yang membutuhkan dukungan percepatan pendanaan dan pembangunan,” katanya.

Baca juga:  Gubernur Bali Apresiasi Kerangka Pandai, Solusi Baru Investasi Properti yang Patuh Hukum

Menurut Putu Suasta, kawasan Prambanan merupakan bagian penting dari peradaban Mataram Kuno yang memiliki keterkaitan sejarah dengan wilayah Klaten, Borobudur, Wonosobo hingga Dieng.

Ia meyakini perhatian Narendra Modi terhadap pengembangan kawasan tersebut akan membuka peluang dukungan dari berbagai negara.

“Ketika Narendra Modi datang, tentu akan memberikan dampak besar sebagai salah satu tokoh Hindu global. Saya yakin banyak negara akan ikut memberikan dukungan,” ujarnya.

Putu Suasta juga mengapresiasi komitmen Modi dalam membangun berbagai pusat peradaban serta rumah ibadah Hindu di berbagai negara.

“Komitmen itu sudah dibuktikan. Sebagai pemimpin India dengan jumlah penduduk terbesar di dunia, beliau memiliki perhatian besar terhadap pengembangan peradaban Hindu,” katanya.

Selain itu, ia menilai Presiden Prabowo Subianto memiliki ketertarikan mempelajari berbagai literatur lintas agama sebagai bekal dalam membangun kesejahteraan bangsa.

“Presiden Prabowo banyak membaca buku, termasuk literatur dari berbagai agama. Semua pemimpin tentu memiliki kelebihan dan kekurangan, namun yang terpenting adalah bagaimana kita bersama-sama mendorong agar cita-cita pembangunan yang baik bisa terwujud,” ujarnya.

GHBC 2026 Perkuat Kolaborasi Bisnis Global

Global Hindu Business Conference (GHBC) 2026 resmi dibuka di Universitas Hindu Indonesia (UNHI) Denpasar mengusung tema “Towards Dharmanomics: Designing the Future”. Konferensi internasional tersebut diikuti sekitar 200 peserta dari 10 negara yang terdiri atas pengusaha, investor, diplomat, akademisi, hingga profesional.

Baca juga:  Bali Bersih Sampah: Wamenko Pangan Targetkan Bebas Sampah Desember 2026

Executive Chairman Paradise Group of Companies, Dato’ Pardip K. Kukreja, mengatakan GHBC dirancang sebagai wadah memperkuat kolaborasi ekonomi global yang berlandaskan nilai Dharma, integritas, dan kepemimpinan yang bertanggung jawab.

Selama tiga hari pelaksanaan, peserta mengikuti berbagai agenda, mulai dari keynote speech, diskusi panel, business matching, business networking, pameran produk dan jasa, hingga kunjungan lapangan untuk membuka peluang kerja sama konkret.

Konferensi ini juga menjadi wadah pengembangan Global Hindu Entrepreneur Network (GHEN) yang bertujuan menghubungkan pengusaha, profesional, dan pemimpin bisnis dari berbagai negara guna membangun ekosistem ekonomi yang etis, inklusif, dan berkelanjutan.

Pelaksanaan GHBC 2026 turut mendapat dukungan dari Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka, Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa, serta sejumlah tokoh nasional dan internasional yang menilai forum tersebut mampu memperkuat investasi, mendorong inovasi, mengembangkan UMKM, sekaligus memperkokoh posisi Bali sebagai pusat jejaring bisnis global berbasis nilai-nilai Dharma. (red/riza)

Berita Terpopular

Scroll to Top