Sampah Kiriman Kepung Pantai Kuta, Graha Wicaksana Desak Kolaborasi Nasional

IMG-20260204-WA0136
Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Badung, I Nyoman Graha Wicaksana

KUTA | Dunia News Bali – Sorotan Presiden Prabowo Subianto terhadap tumpukan sampah di kawasan wisata, khususnya Pantai Kuta, mendapat apresiasi dari Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Badung, I Nyoman Graha Wicaksana. Ia menilai perhatian pemerintah pusat menjadi sinyal penting bahwa persoalan lingkungan di kawasan pariwisata perlu ditangani secara serius dan berkelanjutan.

Menurut Graha Wicaksana, persoalan sampah di Pantai Kuta bukanlah hal baru. Masalah ini kerap berulang, terutama saat musim angin barat. Kompleksitas persoalan tersebut, kata dia, menuntut adanya kerja sama lintas sektor, mulai dari pemerintah daerah, pelaku pariwisata, masyarakat, hingga kalangan akademisi.

“Masalah sampah di Pantai Kuta ini sudah lama terjadi dan selalu berulang. Terutama saat musim angin barat. Karena sangat kompleks, penanganannya harus melibatkan banyak pihak,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan selama ini telah melakukan berbagai upaya rutin untuk membersihkan kawasan pantai. Namun, faktor alam dan posisi geografis Kuta sebagai wilayah hilir membuat sampah musiman terus berdatangan, meski telah dibersihkan secara berkala.

Baca juga:  Menggali Potensi Desa Adat Pukuh, Peran Jejaring Dewi dan Dewa Nyoman Budiasa (DNB)

“Sampah biasanya datang dari akhir tahun hingga awal tahun berikutnya. Umumnya berupa kayu, ranting pohon, serta sampah plastik,” jelasnya.

Graha Wicaksana menegaskan, posisi Pantai Kuta sebagai daerah hilir menuntut adanya kerja sama dengan wilayah di bagian hulu. Upaya pengurangan sampah, menurutnya, tidak bisa hanya difokuskan di kawasan pantai, tetapi juga harus dimulai dari sumbernya.

“Karena Kuta berada di hilir, maka perlu sinergi dengan pihak-pihak terkait di hulu agar sampah bisa dikurangi sejak awal,” katanya.

Lebih lanjut, ia mendorong pemerintah daerah untuk merancang langkah-langkah yang lebih strategis, termasuk pemanfaatan teknologi dalam penanganan sampah. Salah satu upaya yang bisa ditempuh adalah menggandeng perguruan tinggi guna mencari solusi yang lebih efektif dan inovatif.

Selain penanganan teknis, Graha Wicaksana juga menekankan pentingnya membangun kesadaran masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan. Menurutnya, pembentukan budaya bersih membutuhkan waktu panjang dan konsistensi.

“Gerakan membangun budaya masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan harus terus dilakukan. Ini tidak bisa instan, perlu proses yang berkelanjutan,” tegasnya.

Baca juga:  Gubernur Bali Apresiasi Kerangka Pandai, Solusi Baru Investasi Properti yang Patuh Hukum

Ia menambahkan, penanganan sampah di Pantai Kuta perlu dilakukan melalui pendekatan jangka pendek dan jangka panjang secara bersamaan. Penanganan cepat dibutuhkan untuk menjaga kebersihan kawasan wisata, sementara edukasi masyarakat menjadi fondasi untuk solusi jangka panjang.

“Selain langkah cepat di lapangan, harus dibarengi dengan upaya membangun kultur masyarakat agar tidak membuang sampah ke sungai dan lingkungan sekitarnya,” ujar mantan Ketua LPM Kelurahan Kuta itu.

Graha Wicaksana juga mengapresiasi sinergi TNI, Polri, dan masyarakat yang beberapa hari terakhir turun langsung membersihkan pantai. Ia menyebut kegiatan tersebut rutin dilakukan setiap kali sampah kiriman datang, meski volumenya kerap sangat besar.

“Kolaborasi ini sudah sering dilakukan. Namun, karena volume sampah sangat besar dan terus berdatangan, belum semuanya bisa tertangani secara maksimal,” pungkasnya. (red)

Berita Terpopular

selamat natal
tanah lot
natal
happy
galungan
galungan1
galunan2