Sari Galung Dorong Bulan Bahasa Bali VIII 2026 Lebih Bermakna dan Berkarakter

Sari Galung Dorong Bulan Bahasa Bali VIII 2026 Lebih Bermakna dan Berkarakter
Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Bali, Ni Wayan Sari Galung, S.Sos.

DENPASAR | Dunia News Bali, Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Bali, Ni Wayan Sari Galung, S.Sos, berharappelaksanaan Bulan Bahasa Bali (BBB) Ke-VIII Tahun 2026 dapat berlangsung lebih bermakna serta mampu memperkuat karakter dan jati diri masyarakat Bali.

Bulan Bahasa Bali Ke-VIII akan digelar pada 1–28 Februari 2026 dengan mengusung tema “Atma Kerthi Udiana Purnaning Jiwa”. Menurut Sari Galung, momentum ini diharapkan mampu memberikan dampak positif yang lebih besar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

“Melalui Bulan Bahasa Bali, kami berharap nilai-nilai budaya dan identitas masyarakat Bali semakin kuat dan terus berkembang,” ujarnya.

Selain itu, politisi PDI Perjuangan asal Sesetan, Denpasar Selatan ini juga menekankan pentingnya kesiapan sarana dan prasarana pendukung kegiatan. Menurutnya, fasilitas yang memadai akan sangat menunjang kelancaran seluruh rangkaian acara.

Ia menambahkan, pelaksanaan BBB Ke-VIII bertujuan untuk memuliakan Bahasa, Aksara, dan Sastra Bali agar semakin dipahami, dihargai, dan dimaknai oleh masyarakat luas.

“Bahasa, aksara, dan sastra Bali harus terus dilestarikan agar tetap hidup dan relevan dalam kehidupan generasi sekarang maupun mendatang,” katanya.

Baca juga:  Pakar Komunikasi Soal Gelar Pahlawan Soeharto: Sudah Memimpin Indonesia Puluhan Tahun dan Banyak yang Dibangun

Dalam kesempatan tersebut, Sari Galung juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan selama pelaksanaan kegiatan. Menurutnya, kebersihan merupakan salah satu prioritas utama demi menciptakan suasana yang nyaman dan tertib.

Pelaksanaan Bulan Bahasa Bali ini merupakan bagian dari implementasi Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 1 Tahun 2018 serta Peraturan Gubernur Bali Nomor 80 Tahun 2018 tentang perlindungan dan penggunaan Bahasa, Aksara, dan Sastra Bali.

“Dalam regulasi tersebut sudah diatur secara tegas mengenai upaya pelindungan dan pelestarian bahasa daerah sebagai warisan budaya,” imbuhnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa Bulan Bahasa Bali juga menjadi wahana untuk memuliakan bahasa ibu yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh para leluhur.

“Bahasa, aksara, dan sastra Bali bukan sekadar alat komunikasi, tetapi juga mengandung nilai, etika, serta pengetahuan yang membentuk kesadaran spiritual dan kebudayaan masyarakat Bali,” pungkasnya. (bud)

Berita Terpopular

selamat natal
tanah lot
natal
happy
galungan
galungan1
galunan2