SMK PGRI 5 Denpasar Sambut 894 Siswa Baru, Perkuat Keadaban Digital untuk Cetak Lulusan Siap Kerja

DENPASAR | Dunia News Bali – SMK PGRI 5 Denpasar terus memperkuat komitmennya dalam membangun karakter peserta didik melalui penerapan budaya Keadaban Digital. Upaya tersebut menjadi bagian dari visi sekolah dalam mencetak lulusan yang tidak hanya kompeten di bidang vokasi, tetapi juga bijak dan bertanggung jawab dalam memanfaatkan teknologi digital.

Komitmen itu ditegaskan saat penutupan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Pelajaran 2026/2027 yang secara resmi ditutup oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Denpasar, Dr. Ir. I Gusti Ngurah Eddy Mulya, S.E., M.Si., di kampus SMK PGRI 5 Denpasar, Jumat (17/7/2026).

Dalam sambutannya, Eddy Mulya menyampaikan bahwa penutupan MPLS menandai selesainya tahapan awal perjalanan para siswa baru di lingkungan sekolah. Ia menilai SMK PGRI 5 Denpasar sebagai salah satu sekolah vokasi unggulan di Bali yang layak menjadi contoh dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, serta berlandaskan budaya Keadaban Digital.

Menurutnya, kemampuan memahami dan menerapkan Keadaban Digital merupakan kebutuhan penting di tengah perkembangan teknologi yang berlangsung sangat cepat. Karena itu, para pelajar harus mampu memanfaatkan teknologi secara positif agar memberikan manfaat bagi pengembangan diri dan masa depan mereka.

Baca juga:  Koalisi Nilai Dakwaan terhadap Tomy Priatna Wiria Cacat Hukum, Soroti Ancaman terhadap Demokrasi

“Apabila kita memanfaatkan teknologi digital dengan baik, maka kita akan memperoleh hikmah dan manfaat dari digitalisasi. Sebaliknya, jika tidak dimanfaatkan secara benar, teknologi dapat membawa dampak yang kurang baik,” ujar Eddy Mulya.

Ia juga mengingatkan pentingnya etika dalam bermedia digital. Menurutnya, penggunaan teknologi harus disertai sikap bijaksana agar generasi muda tidak mudah terpengaruh informasi palsu (hoaks), konten menyesatkan, maupun berbagai promosi negatif yang beredar di media sosial.

“Anak-anak harus memiliki adab dan kebijaksanaan dalam menggunakan teknologi digital sehingga tidak mudah terpengaruh informasi yang tidak benar maupun hal-hal yang tidak semestinya,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Eddy Mulya turut mengapresiasi tingginya kepercayaan masyarakat terhadap SMK PGRI 5 Denpasar. Tahun ajaran 2026/2027, sekolah ini menerima 894 siswa baru, yang disebut sebagai jumlah penerimaan peserta didik terbesar untuk jenjang SMK di Bali.

Menurutnya, capaian tersebut menjadi bukti nyata tingginya kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pendidikan yang diberikan SMK PGRI 5 Denpasar.

“Saya sebagai Ketua PGRI Bali sangat mengapresiasi SMK PGRI 5 Denpasar. Jumlah peserta didik yang begitu besar menunjukkan betapa besarnya kepercayaan masyarakat kepada sekolah ini,” ungkapnya.

Baca juga:  Pengurukan Pesisir Sawangan Disorot Pansus TRAP DPRD Bali, Izin Belum Lengkap dan Kesucian Dipertaruhkan

Ia berharap seluruh siswa memanfaatkan masa pendidikan selama tiga tahun untuk meningkatkan keterampilan, kompetensi, serta karakter sehingga mampu bersaing di dunia kerja.

“Saya ingin seluruh alumni SMK PGRI 5 Denpasar menjadi pribadi yang sukses dan mampu bersaing secara kompetitif dengan memanfaatkan teknologi digital secara bijak melalui prinsip Keadaban Digital,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala SMK PGRI 5 Denpasar, Nuning Kurniawati, S.E., M.M., M.Pd., menjelaskan bahwa meningkatnya jumlah peserta didik baru merupakan hasil dari komitmen sekolah dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan. Hal itu dilakukan melalui pengembangan sarana dan prasarana secara berkelanjutan, serta peningkatan kompetensi tenaga pendidik melalui berbagai program pendidikan dan pelatihan.

Nuning menegaskan bahwa konsep Keadaban Digital tidak hanya diterapkan dalam proses pembelajaran, tetapi juga menjadi bagian dari tata kelola sekolah, termasuk dalam penyampaian informasi, aturan, dan tata tertib kepada seluruh peserta didik melalui berbagai media komunikasi.

Ia mencontohkan, seluruh ketentuan sekolah, termasuk penggunaan twibbon selama pelaksanaan MPLS, telah disosialisasikan secara langsung maupun melalui aplikasi WhatsApp sehingga seluruh siswa memahami aturan yang berlaku.

Baca juga:  OTT KPK Seret Wakil Ketua PN Depok, Dugaan Suap Sengketa Lahan Terbongkar

“Seluruh tata tertib sudah kami informasikan kepada peserta didik, baik secara langsung maupun melalui media komunikasi. Semua ketentuan telah disusun sesuai aturan sekolah sebagai bagian dari implementasi Keadaban Digital,” pungkasnya. (red/riza)

Berita Terpopular

Scroll to Top