DENPASAR – Dunianewsbali.com, Rektor Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) STIKOM Bali, Dr. Dadang Hermawan, menegaskan pentingnya pendidikan tinggi sebagai bekal strategis bagi generasi muda dalam menghadapi dinamika global yang kian kompleks dan penuh ketidakpastian.
Pesan tersebut disampaikan Dr. Dadang dalam kegiatan Coffee Morning ITB STIKOM Bali bersama rekan-rekan media, yang dirangkaikan dengan pelepasan mahasiswa peserta program kuliah sambil magang ke Jepang, Rabu (7/1/2026).
Dalam pemaparannya, Dr. Dadang menjelaskan bahwa dunia saat ini berada dalam situasi VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity). Kondisi tersebut menuntut hadirnya sumber daya manusia yang adaptif, berpikir kritis, serta memiliki wawasan luas.

“Perubahan berlangsung sangat cepat dan masa depan semakin sulit diprediksi. Pendidikan menjadi fondasi utama agar generasi muda mampu mengambil keputusan secara tepat di tengah berbagai tantangan global,” ujar Dr. Dadang.
Ia juga menyoroti angka partisipasi pendidikan tinggi pada kelompok usia 18–24 tahun yang dinilai masih perlu terus didorong. Menurutnya, terdapat hubungan erat antara tingkat partisipasi pendidikan tinggi dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Semakin tinggi partisipasi pendidikan tinggi, semakin besar peluang peningkatan kesejahteraan. Ini merupakan tantangan bersama yang harus dijawab dengan kebijakan dan inovasi pendidikan,” jelasnya.
Sebagai wujud komitmen, ITB STIKOM Bali menghadirkan beragam skema perkuliahan dan pembiayaan, mulai dari beasiswa pemerintah, beasiswa yayasan, hingga sistem kuliah fleksibel seperti kuliah sambil bekerja dan kuliah sambil magang ke luar negeri.
Saat ini, ITB STIKOM Bali menaungi enam program studi, menjalin puluhan kerja sama internasional, serta menerapkan sistem perkuliahan yang beragam, mencakup kelas online, offline, hybrid, kelas karyawan, hingga kelas akhir pekan, guna menjangkau kebutuhan pendidikan masyarakat yang semakin dinamis. (red)