Dari Bali untuk NKRI: Ansor dan DNB Gaungkan “Satu Nafas Kebangsaan” Lintas Iman

IMG-20260301-WA0029
Kolaborasi lintas iman dalam Buka Puasa Bersama bertema “Satu Nafas Kebangsaan” yang digelar PW GP Ansor Bali bersama Yayasan Duwe Nyama Bali di Istana Taman Jepun, Denpasar, Minggu (1/3/2026), sebagai komitmen menjaga toleransi dan keutuhan NKRI.

DENPASAR | Dunia News Bali – Semangat kebangsaan kembali ditegaskan dari Pulau Dewata. Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda (GP) Ansor Bali bersama Yayasan Duwe Nyama Bali (DNB) menggelar Buka Puasa Bersama dan Santunan Anak Yatim, Minggu (1/3/2026) di Istana Taman Jepun, dengan mengusung tema “Satu Nafas Kebangsaan: Buka Puasa Lintas Iman, Menjaga NKRI dari Bali”, sebagai wujud nyata toleransi dan persatuan lintas iman dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Kegiatan yang menjadi agenda rutin setiap Ramadan ini dihadiri perwakilan Ansor dari seluruh kabupaten/kota di Bali serta sejumlah organisasi keagamaan, kepemudaan, hingga unsur pemerintah dan aparat keamanan. Berdasarkan daftar undangan VIP, hadir jajaran PW NU Provinsi Bali beserta badan otonomnya, PC PMII Kota Denpasar, unsur Polda Bali, Badan Intelijen Negara Daerah Bali, Badan Kesbangpol Provinsi Bali, INTI Bali, PITI Bali, Pemuda Lintas Iman, hingga Ketua KNPI Provinsi Bali.

Ketua Panitia, Imam Hambali, menegaskan bahwa kegiatan ini tidak sekadar menjadi agenda seremonial Ramadan, melainkan ruang empati dan aksi nyata kepedulian sosial.

Baca juga:  Pemkab Badung Lakukan Penataan Pasir, Pulihkan Kondisi Pantai Kuta dari Abrasi

“Kami ingin berbagi dan merasakan apa yang dirasakan anak-anak yang tidak lagi memiliki orang tua. Ansor harus hadir bukan hanya dalam wacana, tetapi dalam tindakan nyata,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, santunan diberikan kepada anak yatim dari lingkungan masyarakat umum yang benar-benar membutuhkan, bukan dari panti asuhan. Langkah ini diambil agar bantuan tepat sasaran dan langsung menyentuh masyarakat sekitar.

Ketua PW GP Ansor Bali, H. Tommy Reza Kurniawan, menegaskan bahwa Ramadan harus menjadi momentum memperkuat moderasi beragama dan solidaritas kebangsaan, khususnya di Bali yang dikenal sebagai daerah dengan tingkat keberagaman tinggi.

“Kita hidup berdampingan dengan saudara-saudara kita yang mayoritas Hindu. Pemuda Islam harus menjadi pemuda moderat, mampu menjaga hubungan baik, saling menghormati, dan menjadi garda terdepan dalam menjaga harmoni,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Duwe Nyama Bali, Ida Bagus Denny Ary Djodhi, SH, ST, MT, menyampaikan bahwa keterlibatan DNB dalam kegiatan ini merupakan wujud komitmen menjaga toleransi yang telah menjadi identitas Bali.

Baca juga:  Seng Dibongkar, Jatiluwih Pasang Rem Pembangunan demi Selamatkan Sawah Warisan Dunia

“Buka puasa ini bukan sekadar makan bersama, tetapi ruang silaturahmi lintas agama. Hadir Muslim, Hindu, Kristiani, hingga komunitas Tionghoa. Ini bukti bahwa Bali adalah barometer toleransi nasional,” katanya.

Momentum Ramadan dengan tema “Satu Nafas Kebangsaan” ini pun menjadi pesan tegas dari Bali: keberagaman adalah kekuatan, persatuan adalah harga mati, dan toleransi adalah fondasi dalam menjaga keutuhan NKRI.

Momentum Ramadan dengan tema “Satu Nafas Kebangsaan” ini pun menjadi pesan tegas dari Bali, keberagaman adalah kekuatan, persatuan adalah harga mati, dan toleransi adalah fondasi dalam menjaga keutuhan NKRI.

Di tengah berbagai dinamika sosial dan tantangan kebangsaan, Bali kembali menunjukkan jati dirinya, bahwa perbedaan bukan alasan untuk terpecah, melainkan energi untuk bersatu. Dari Pulau Dewata, satu nafas kebangsaan kembali ditegaskan: Indonesia akan tetap kokoh selama kebersamaan dirawat dan toleransi dijaga tanpa kompromi. (Ich)

Berita Terpopular

tanah lot
galungan