Ketua Umum JMSI Teguh Santosa Dorong Media Siber Perkuat Literasi Pendidikan

IMG-20260502-WA0054
Ketua Umum Jaringan Media Siber Indonesia, Teguh Santosa. (Foto: Ist)

JAKARTA | Dunia News Bali – Peran media siber kian strategis dalam mendorong percepatan kemajuan pendidikan nasional. Di tengah derasnya transformasi digital, ekosistem pendidikan dan media dituntut berjalan beriringan guna membentuk sumber daya manusia (SDM) yang adaptif dan kompetitif di tingkat global.

Hal tersebut disampaikan Ketua Umum Jaringan Media Siber Indonesia, Dr. Teguh Santosa, dalam keterangannya kepada media, Sabtu (2/5/2026), bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional.

Menurut Teguh, proses pendidikan kini tidak lagi terbatas pada ruang kelas formal. Kehadiran media siber telah memperluas ruang belajar yang dapat diakses jutaan masyarakat.

“Media siber hari ini bisa disebut sebagai ruang belajar kedua. Ia menjangkau anak-anak bangsa tanpa batas geografis,” ujarnya.

Ia menilai, percepatan distribusi informasi melalui portal berita, platform digital, hingga kanal edukasi daring membuka peluang besar bagi pemerataan akses pengetahuan. Kondisi ini dinilai mampu menjawab kesenjangan kualitas pendidikan antarwilayah.

Namun demikian, Teguh menegaskan bahwa besarnya peran tersebut harus diimbangi dengan tanggung jawab. Media siber tidak hanya dituntut menyajikan informasi, tetapi juga berperan dalam mengkurasi konten yang mendidik dan membangun karakter.

Baca juga:  DPR Resmi Bentuk Tim Pengawas Intelijen, Puan Maharani Tekankan Sinergi Nasional

“Pers harus hadir bukan sekadar menyampaikan berita, tetapi juga mencerdaskan dan membentuk karakter bangsa,” tegasnya.

Sebagai akademisi di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, Teguh juga menyoroti tantangan era kecerdasan buatan dan otomatisasi yang berpotensi mengubah lanskap dunia kerja. Ia mengingatkan pentingnya peningkatan literasi digital serta kemampuan berpikir kritis generasi muda.

“Tanpa SDM yang adaptif, melek teknologi, dan bernalar kritis, kita berisiko tertinggal dan hanya menjadi penonton di negeri sendiri,” katanya.

Dalam konteks tersebut, ia menilai jurnalisme yang berpihak pada literasi menjadi kontribusi konkret pers dalam meningkatkan kualitas SDM Indonesia.

JMSI pun mendorong seluruh anggotanya untuk memperbanyak produksi konten edukatif yang relevan bagi siswa, guru, maupun orang tua. Mulai dari pembahasan kurikulum, praktik pembelajaran inovatif, hingga penguatan literasi digital dan kewargaan.

Ia juga mengingatkan agar media tidak terjebak pada konten sensasional semata. Sebaliknya, narasi tentang guru inspiratif, inovasi pendidikan, serta prestasi pelajar di daerah perlu diperkuat.

Lebih jauh, Teguh mengajak kolaborasi lintas sektor antara media siber, pemerintah—termasuk Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia—serta sekolah, perguruan tinggi, dan komunitas belajar.

Baca juga:  Musda IPeKB Bali: Dwi Prisaadi Terpilih Lagi, Fokus Penguatan Kompetensi Penyuluh KB

Menurutnya, ruang dialog publik yang terbuka dan konstruktif sangat penting untuk memastikan kebijakan pendidikan berbasis data dan realitas di lapangan.

“Hardiknas 2026 harus menjadi momentum untuk menegaskan kembali posisi pers sebagai mitra strategis pembangunan manusia Indonesia,” ujarnya.

Menutup pernyataannya, Teguh menegaskan bahwa kualitas SDM merupakan faktor penentu dalam persaingan global. Ia berharap peringatan Hardiknas tahun ini menjadi pengingat bahwa mencerdaskan kehidupan bangsa adalah tanggung jawab bersama, termasuk insan media siber. (red)

Berita Terpopular