DENPASAR – Semangat gotong royong dalam mencerdaskan anak bangsa terpancar kuat di kawasan Jalan Imam Bonjol, Denpasar. Yayasan Forkom Sahabat Surga Bali kembali melaksanakan aksi rutin “Jumat Berbagi” dengan menyambangi Yayasan Cahaya Ikhlas, sebuah lembaga yang berkomitmen penuh pada pendidikan anak yatim dan dhuafa.
Momen haru sekaligus penuh syukur ini menjadi jembatan kebaikan antara donatur dan pengelola yayasan. Fatimah Arsini, perwakilan dari Yayasan Forkom Sahabat Surga, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari perjalanan panjang mereka yang telah konsisten berjalan selama 18 tahun.

”Semoga apa yang kami berikan bisa bermanfaat buat anak-anak yatim yang sedang mengejar ilmunya di tempat ini. Insya Allah kami akan istikamah untuk terus membersamai para santri,” tutur Fatimah, Kamis (7/5/2026).
Kehadiran bantuan ini disambut hangat oleh Bunda Zahro, pengasuh Yayasan Cahaya Al Ikhlas. Ia mengungkapkan bahwa amanah yang diemban yayasannya cukup besar, yakni menanggung pembiayaan pendidikan bagi kurang lebih 200 anak asuh.
“Alhamdulillah, mudah-mudahan kegiatan Forkom Sahabat Surga Bali selalu diridhoi Allah. Terima kasih sudah membersamai kami, karena bantuan ini sangat membantu terutama untuk pembiayaan pendidikan anak-anak yang kami asuh,” ungkap Bunda Zahro.

Dirinya menjelaskan bahwa para santri binaannya tidak hanya menetap di satu titik, melainkan tersebar di berbagai pondok pesantren di Bali hingga Jawa dan Lombok. Selain membina Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) setiap hari, yayasan juga memfasilitasi santri di berbagai lembaga ternama seperti Raudhatul Huffadz di Kediri (Tabanan), Nurul Jadid Paiton, Darul Ulum, hingga beberapa pondok di Singaraja dan Lombok.
“Kami membiayai pendidikan mereka di pondok-pondok. Ada yang di Singaraja, Darul Quran, hingga Paiton. Anak-anak menyebar di Jawa dan Bali agar mereka bisa fokus menempuh pendidikan secara gratis,” tambahnya.
Kolaborasi ini diharapkan menjadi inspirasi bagi masyarakat luas bahwa konsistensi dalam berbagi, sekecil apa pun, mampu memberikan dampak besar bagi keberlangsungan pendidikan generasi muda, khususnya para yatim dan penghafal Al-Qur’an. (Brv)



