DENPASAR | Dunia News Bali – Aksi bersih-bersih sampah plastik digelar di kawasan mangrove Batu Lumbang, Pesanggaran, Denpasar, Jumat pagi, melibatkan personel gabungan dari Satpol PP Provinsi Bali, Ditpolairud Polda Bali, Sintesia Animalia Indonesia (SAI), UPTD Tahura, komunitas Kawan Alam, hingga kelompok nelayan setempat.
Kegiatan yang dilakukan dengan menggunakan kano tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-76 Satpol PP dan HUT ke-64 Satlinmas. Puluhan personel menyusuri kawasan mangrove untuk mengangkat sampah plastik yang tersangkut di akar-akar pohon mangrove.
Kasatpol PP Provinsi Bali, Dewa Nyoman Rai Dharmadi, mengatakan kegiatan sosial tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan, khususnya ekosistem mangrove yang memiliki fungsi penting bagi keseimbangan alam dan kawasan pesisir.
Ia menjelaskan, banyaknya sampah plastik yang terbawa aliran sungai hingga bermuara ke laut menjadi ancaman serius bagi kelestarian hutan mangrove. Karena itu, diperlukan keterlibatan semua pihak untuk menjaga lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan.
“Permasalahan sampah tidak bisa diselesaikan sendiri. Jika sampah dibuang dari hulu sungai, akhirnya akan bermuara ke laut dan berdampak pada kawasan mangrove,” ujarnya.
Menurut Dewa Dharmadi, kegiatan tersebut juga menjadi sarana edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga lingkungan dan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Ia menegaskan, menjaga alam Bali merupakan tanggung jawab bersama demi keberlanjutan ekosistem di masa depan.
Pihaknya turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh instansi dan komunitas yang terlibat dalam aksi sosial tersebut. Kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi langkah positif dalam memperkuat upaya pelestarian lingkungan di Bali.
Sementara itu, Kabagbinops Ditpolairud Polda Bali, AKBP Agung Purnama, yang mewakili Dirpolairud Polda Bali, menyampaikan ucapan selamat atas HUT Satpol PP dan Satlinmas. Ia berharap sinergi antarinstansi dapat terus terjalin dalam menciptakan keamanan dan menjaga kelestarian lingkungan di Bali.
Menurutnya, kegiatan bersih-bersih sampah plastik tersebut sejalan dengan program Korpolairud Baharkam Polri dalam menjaga ekosistem pesisir dan laut, termasuk kawasan mangrove, padang lamun, terumbu karang, serta wilayah pasang surut.
Founder Kawan Alam, Henny Paula Sitohang, juga memberikan apresiasi terhadap aksi nyata yang dilakukan Satpol PP Bali. Ia menilai kegiatan tersebut menjadi contoh konkret kepedulian terhadap lingkungan.
“Kami sangat menghargai aksi nyata seperti ini. Bukan hanya sebatas ajakan, tetapi benar-benar diwujudkan melalui tindakan langsung di lapangan,” katanya.
Apresiasi serupa disampaikan Direktur Yayasan Sintesia Animalia Indonesia, Jovand Imanuel Calvary. Ia menilai kawasan mangrove memiliki fungsi strategis sebagai habitat satwa, pelindung pantai, sekaligus penyangga keseimbangan lingkungan.
Menurut Jovand, menjaga kebersihan kawasan mangrove dari sampah plastik menjadi tanggung jawab bersama. Ia berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan demi terciptanya ekosistem yang sehat dan berkelanjutan.
Dukungan juga datang dari Kelompok Nelayan Segara Guna Batu Lumbang. Wakil Kelompok Nelayan Segara Guna sekaligus Manager Ekowisata Mangrove Batu Lumbang, Wayan Pasek Pastika, mengaku sangat terbantu dengan kegiatan bersih-bersih yang dilakukan personel gabungan.
Ia mengatakan, setiap hari sedikitnya 12 orang melakukan pembersihan di kawasan tersebut. Namun, tingginya volume sampah plastik membuat dukungan dari berbagai pihak sangat dibutuhkan.
“Kami merasa sangat terbantu karena sampah plastik di kawasan ini memang cukup banyak, terutama sampah anorganik,” ujarnya. (red)



