Puspa Negara: PSEL Bukti Presiden Prabowo Serius Beri Perhatian pada Bali dan Atasi Darurat Sampah

Presiden Prabowo Subianto (kiri) dan Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kabupaten Badung, I Wayan Puspa Negara. S.P., M.Si

BADUNG | Dunia News Bali – Dimulainya pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Bali mendapat apresiasi dari Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kabupaten Badung, I Wayan Puspa Negara. Menurutnya, proyek strategis tersebut menjadi bukti nyata keseriusan Presiden Prabowo Subianto dalam mengatasi persoalan darurat sampah yang selama ini menjadi tantangan bagi Bali, khususnya kawasan Denpasar Raya.

Pembangunan PSEL yang resmi dimulai pada Rabu (8/7) merupakan hasil kolaborasi Danantara Indonesia bersama PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera) dengan nilai investasi mencapai Rp3 triliun. Kehadiran fasilitas ini diyakini menjadi solusi jangka panjang dalam pengelolaan sampah sekaligus mendukung keberlanjutan sektor pariwisata di Pulau Dewata.

Saat dikonfirmasi awak media di Kabupaten Badung, Kamis (9/7), Puspa Negara menyampaikan rasa terima kasih kepada Presiden Prabowo yang dinilainya bergerak cepat menghadirkan solusi konkret terhadap persoalan sampah di Bali.

“Semoga Bapak Prabowo selalu sehat, bahagia, sukses dan cemerlang. PSEL saya pastikan dapat memperkuat daya dukung Bali menuju pariwisata hijau dan berkelanjutan (Green and Sustainable Tourism),” ujar Puspa Negara.

Baca juga:  BPN dan Kejati Bali Verifikasi Lahan Pengganti PT BTID, Hasilnya Dinyatakan Ada

Ia menjelaskan, fasilitas PSEL dibangun di kawasan Pelindo Benoa, Denpasar Selatan, dengan kapasitas pengolahan mencapai 1.500 ton sampah per hari. Selain mengurangi timbunan sampah, fasilitas tersebut juga akan menghasilkan energi listrik yang mampu memenuhi kebutuhan sekitar 100.000 rumah tangga, dengan target mulai beroperasi pada semester pertama tahun 2028.

Dalam implementasinya, PSEL Bali akan menggunakan teknologi moving grate incinerator yang dilengkapi sistem pengendalian emisi berstandar Eropa. Teknologi ini diharapkan mampu mengurangi dampak lingkungan sekaligus menjadi solusi bagi pengelolaan sampah di wilayah Denpasar, Badung, Gianyar, dan Tabanan.

Puspa Negara juga memberikan apresiasi kepada Gubernur Bali yang dinilainya memiliki komitmen sejalan dalam mendukung percepatan pembangunan proyek strategis tersebut.

“Saya melihat fasilitas ini adalah solusi yang mengarah tuntas terhadap krisis sampah yang membebani pariwisata Bali,” katanya.

Lebih lanjut, ia berharap keberadaan PSEL dapat mempercepat transformasi sistem pengelolaan sampah di TPA Suwung dari pola open dumping menuju pengelolaan yang lebih modern dan ramah lingkungan. Selain mampu mengurangi volume sampah dan menekan emisi karbon hingga 80 persen, proyek ini juga diproyeksikan membuka sekitar 1.200 lapangan kerja baru.

Baca juga:  Ketua Bawaslu Badung Hadiri Rakornas Evaluasi IIPP 2025, Dorong Penguatan Integritas Partai Politik

Pembangunan PSEL ditargetkan selesai dalam waktu sekitar 15 bulan atau pada akhir 2027. Dengan investasi sebesar Rp3 triliun, proyek tersebut diharapkan menjadi tonggak baru pengelolaan sampah di Bali sekaligus memperkuat citra Pulau Dewata sebagai destinasi wisata yang bersih, hijau, dan berkelanjutan.

“Presiden Prabowo sangat konsen terhadap Bali. Saya yakin proyek ini akan mengakhiri polemik sampah yang selama ini membebani pariwisata, memperbaiki citra Pulau Dewata, serta mendukung kemajuan pariwisata yang lebih hijau dan berkelanjutan. Terima kasih Bapak Presiden Prabowo, semoga PSEL ini menjadikan Bali tetap bersih, aman, lestari, dan indah,” pungkasnya. (riza)

Berita Terpopular

Scroll to Top