KEK Kura Kura Bali Raih Dukungan Komisi XII DPR RI untuk Pengembangan Investasi Hijau

DENPASAR | Dunia News Bali – Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura Bali menerima kunjungan kerja reses Komisi XII DPR RI pada 23 Juli 2026. Kunjungan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan fungsi pengawasan DPR RI terhadap sektor Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), lingkungan hidup, serta investasi.

Selain jajaran Komisi XII DPR RI, kegiatan ini juga dihadiri sejumlah mitra kerja, di antaranya perwakilan Kementerian ESDM, Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), serta Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Ketenagakerjaan Provinsi Bali.

Presiden Direktur PT Bali Turtle Island Development (BTID), Tuti Hadiputranto, menyambut langsung rombongan dan memaparkan arah pengembangan KEK Kura Kura Bali sebagai destinasi pariwisata terintegrasi bertaraf internasional yang tetap menjunjung tinggi kelestarian lingkungan dan pelestarian budaya Bali.

Menurut Tuti, pembangunan kawasan tersebut tidak sekadar berorientasi pada pembangunan hotel dan fasilitas wisata, melainkan menciptakan ekosistem integrated tourism destination yang tangguh, berkelanjutan, serta memiliki daya saing global.

Ia menjelaskan, konsep tata ruang KEK Kura Kura Bali mengusung lima fondasi utama, yakni Living, Learning, Leisure, Landscape, Lifestyle, dan Longevity sebagai pijakan dalam membangun kawasan yang seimbang antara aktivitas ekonomi, lingkungan, dan kualitas hidup.

Baca juga:  " Butuh yang Pasti ", Masyarakat Resah Pajak Spa Naik Selangit

Komitmen terhadap keberlanjutan diwujudkan melalui berbagai langkah nyata, termasuk penanaman sekitar 700 ribu bibit pohon yang kini telah menghijaukan kawasan dan membentuk habitat bagi sedikitnya 160 spesies burung yang telah terdata.

Pada aspek infrastruktur, kawasan ini juga menerapkan penggunaan material conblock (paving block) berongga untuk meningkatkan daya resap air, membangun tujuh danau retensi sebagai penampung air hujan yang dimanfaatkan kembali untuk irigasi kawasan, serta menata jaringan kelistrikan berkapasitas 6,4 Megawatt dan infrastruktur telekomunikasi 5G di bawah tanah.

Paparan tersebut mendapat apresiasi dari Ketua Tim Kunjungan Kerja Komisi XII DPR RI, Sugeng Suparwoto. Menurutnya, KEK Kura Kura Bali berhasil menghadirkan integrasi yang harmonis antara pelestarian lingkungan, budaya, ekonomi kreatif, hingga investasi berkelanjutan dalam satu ekosistem pembangunan.

Sugeng menilai konsep maupun implementasi kawasan tersebut menghadirkan pendekatan baru dalam pengembangan destinasi wisata, yakni menggabungkan keindahan alam, seni, dan budaya secara terpadu.

Di sisi lain, ia juga mengingatkan pentingnya penguatan ketahanan energi di Bali. Menurutnya, cadangan daya listrik (reserve margin) di Pulau Dewata masih tergolong minim sehingga perlu mendapat perhatian serius agar sejalan dengan pengembangan pariwisata berbasis energi ramah lingkungan.

Baca juga:  Hari Lahir Pancasila 2026, Anom Gumanti Bacakan Teks Pancasila di Puspem Badung

Sugeng turut menyinggung tingginya ketergantungan Bali terhadap Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD). Karena itu, setiap rencana pembangunan infrastruktur energi, termasuk proyek Floating Storage Regasification Unit (FSRU) LNG di perairan Serangan, menurutnya harus dikaji secara cermat dengan mempertimbangkan aspirasi masyarakat setempat.

Dalam kesempatan yang sama, Deputi Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal Kementerian Investasi/BKPM, Edy Junaidi, menyampaikan bahwa KEK Kura Kura Bali menjadi salah satu contoh investasi berkualitas yang tengah didorong pemerintah.

Ia menjelaskan, dengan luas kawasan hampir 500 hektare, proyek tersebut diproyeksikan mampu menyerap sekitar 5.000 tenaga kerja, atau rata-rata 10 pekerja per hektare, angka yang dinilai berada di atas rata-rata nasional.

Edy menambahkan, kualitas investasi tidak hanya diukur dari besarnya nilai modal yang ditanamkan, tetapi juga dari multiplier effect atau dampak berganda yang dihasilkan bagi masyarakat dan ekosistem di sekitarnya.

Rangkaian kunjungan ditutup dengan peninjauan ke Sira Village-Grand Outlet Bali, yang dijadwalkan mulai beroperasi pada 31 Juli 2026. Kehadiran destinasi tersebut diharapkan semakin memperkuat posisi KEK Kura Kura Bali sebagai kawasan pariwisata terintegrasi sekaligus pusat industri kreatif yang berdaya saing. (red/ich)

Berita Terpopular

Scroll to Top