Bupati Badung Dampingi Gubernur Bali Berguru Skema Obligasi Daerah di DKI Jakarta, Dorong Percepatan Infrastruktur

BADUNG | Dunia News Bali – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa mendampingi Gubernur Bali Wayan Koster dalam audiensi bersama Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (4/8). Pertemuan tersebut membahas berbagai peluang kerja sama strategis, mulai dari pembiayaan pembangunan, pengembangan infrastruktur, kebudayaan, hingga sektor pariwisata.

Salah satu poin penting yang menjadi pembahasan adalah pemanfaatan skema obligasi daerah sebagai alternatif pembiayaan pembangunan berkelanjutan. Langkah ini dinilai menjadi solusi untuk mempercepat pembangunan tanpa hanya bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menyampaikan apresiasinya kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang telah membuka ruang diskusi mengenai skema pembiayaan kreatif tersebut. Menurutnya, Kabupaten Badung mulai membuka peluang untuk memanfaatkan obligasi daerah sebagai instrumen pendanaan pembangunan, khususnya dalam menjaga keberlanjutan sektor pariwisata dan mempercepat pembangunan infrastruktur.

“Karena itulah kami sedang membuka diri menuju obligasi daerah. Kalau melihat Rasio Cakupan Layanan Utang (DSCR) yang kami miliki, tampaknya sudah cukup memenuhi persyaratan. Tinggal proses administrasi pelaksanaan obligasi daerah yang harus dipersiapkan. Mudah-mudahan dengan dukungan regulasi dari pemerintah pusat, skema ini dapat menjadi pendorong percepatan pembangunan infrastruktur di Badung,” ujar Adi Arnawa.

Baca juga:  Kisruh!!! Pemilihan Bandesa Adat, Panitia Bungkam, Krama Keberatan Sebut Perarem Tidak Sesuai Awig-Awig Desa Adat Jero Kuta Pejeng, Gianyar

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan pemerintah daerah harus mulai berpikir lebih kreatif dalam meningkatkan kapasitas pembiayaan pembangunan. Menurutnya, daerah tidak lagi bisa hanya mengandalkan pola pembiayaan konvensional, melainkan perlu menerapkan berbagai inovasi melalui skema creative financing.

Ia mencontohkan Kabupaten Badung yang memiliki APBD sekitar Rp13 triliun, salah satu yang terbesar di Indonesia. Namun, besarnya anggaran tersebut tetap memerlukan dukungan pembiayaan alternatif untuk menjawab berbagai tantangan pembangunan.

“Harus ada yang disebut out of the box. Badung memiliki APBD yang sangat besar, tetapi untuk menyelesaikan persoalan pembangunan tetap membutuhkan creative financing. Kami berdiskusi mengenai hal itu karena saya melihat Badung memiliki peluang seperti Jakarta untuk menerbitkan obligasi daerah,” kata Pramono.

Di sisi lain, Gubernur Bali Wayan Koster menjelaskan bahwa kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian agar Pemerintah Provinsi Bali melakukan studi tiru ke DKI Jakarta terkait penerapan pembiayaan kreatif.

Menurut Koster, terdapat tiga fokus utama yang dipelajari, yakni penerapan obligasi daerah, pengaturan koefisien lantai bangunan dalam pemanfaatan ruang, serta berbagai inovasi sumber pembiayaan pembangunan infrastruktur di luar APBD.

Baca juga:  Bank BPD Bali Raih Penghargaan Nasional ITAY 2026, Tegaskan Komitmen Inklusi Keuangan dan Pemberdayaan UMKM

“Pertama adalah obligasi daerah, kedua koefisien lantai bangunan terkait pemanfaatan ruang, dan ketiga inovasi sumber pembiayaan pembangunan infrastruktur di luar APBD. Dari pertemuan ini saya mendapat banyak gambaran dari Bapak Gubernur DKI Jakarta yang nantinya dapat diterapkan di Provinsi Bali,” pungkasnya. (red/ich)

Berita Terpopular

Scroll to Top