KARANGASEM | Dunia News Bali – Desa Dukuh, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem tengah mempersiapkan diri untuk bertransformasi menjadi Desa Wisata Religi dengan mengoptimalkan potensi lokal dan kearifan masyarakat setempat.
Upaya tersebut dilakukan melalui kolaborasi Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) bersama Pemerintah Desa Dukuh dalam Program Pemberdayaan Desa Binaan (PDB). Program ini difasilitasi Direktorat Pemberdayaan dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kemendiktisaintek bersama Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Undiksha.

Pelaksanaan PDB di Desa Dukuh, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem memasuki tahun kedua. Program tersebut berlandaskan Kontrak Induk Hibah Pengabdian Masyarakat Nomor 182/C3/DT.05.00/PM/2026 tertanggal 13 April 2026 dan Kontrak Turunan Nomor 282/UN48.16/PM.01.01/2026 tertanggal 14 April 2026.
Penetapan Desa Dukuh sebagai Desa Binaan Undiksha juga mengacu pada Keputusan Rektor Universitas Pendidikan Ganesha Nomor 1772/UN48/PM/2025. Program tersebut mencakup empat kabupaten di Bali, yakni Buleleng, Bangli, Karangasem, dan Klungkung.

Pada tahun kedua, kegiatan PDB menyasar dua kelompok mitra, yakni Subak Abian Bhuana Kusuma dan Pokdarwis Dukuh Nawa Citha. Untuk Mitra 1, program difokuskan pada penguatan aspek produksi, manajemen, dan pemasaran.
Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah pemanfaatan limbah kulit jambu mete yang sebelumnya hanya menjadi sisa produksi. Melalui sosialisasi, pelatihan, serta penerapan teknologi sederhana, limbah tersebut diolah menjadi arang.
Pengolahan tersebut diarahkan untuk menghasilkan biobriket sebagai bahan bakar alternatif. Selain itu, arang aktif maupun vernis dari asap cair juga dikembangkan sebagai produk bernilai tambah. Langkah ini diharapkan dapat menjadikan limbah sebagai bahan baku terbarukan sekaligus mendukung penghematan energi dalam proses produksi kacang mete melalui konsep zero waste.
Dalam pelaksanaannya, tim PDB Undiksha memberikan pendampingan pada sejumlah bidang. Ni Ketut Sari Adnyani mendampingi pengurusan P-IRT, sedangkan Ni Komang Ayu Agustini menangani bidang teknik sipil dan penyusunan master plan. Proses survei dan pemetaan dibantu I Gede Yudi Wisnawa, sementara Dewa Ayu Eka Agustini memberikan pendampingan lanjutan berupa pembekalan Bahasa Inggris kepada Sekaa Truna-Truni untuk mendukung kemampuan mereka dalam memandu wisata.
Setiap tahapan kegiatan juga melibatkan mahasiswa sebagai bagian dari proses pendampingan kepada masyarakat.
Selain penguatan produksi, mitra mendapatkan pembekalan mengenai pencatatan dan pembukuan usaha secara sistematis, khususnya untuk usaha jambu mete, arak ental, dan gula ental. Pencatatan tersebut diharapkan dapat membantu kelancaran pengelolaan usaha sekaligus menjadi dasar bagi mitra dalam mengambil keputusan bisnis.
Dari sisi pemasaran, pendampingan juga diarahkan pada pengembangan kemasan dan pemenuhan P-IRT sehingga produk yang dihasilkan memiliki nilai jual serta daya saing yang lebih baik.
Sementara itu, pendampingan terhadap Mitra Pokdarwis Dukuh Nawa Citha pada tahun kedua lebih diarahkan pada aspek manajemen dan pengembangan Desa Wisata Religi. Salah satu agenda utamanya adalah penyusunan Master Plan Desa Wisata Religi Dukuh.
Master plan tersebut akan dilengkapi dengan narasi sejarah, legenda lokal, serta nilai-nilai spiritual yang berkembang di masyarakat. Narasi tersebut diharapkan menjadi bagian penting dalam pemetaan sekaligus penguatan daya tarik berbagai objek wisata religi yang terdapat di Desa Dukuh.
Selain aspek manajemen, program di bidang sosial kemasyarakatan juga masih dalam proses. Salah satu langkah yang disiapkan adalah pembentukan wadah koordinasi formal berupa Badan Pengelola Bersama.
Wadah tersebut nantinya diharapkan dapat mengatur Standar Operasional Prosedur (SOP), pembagian tugas, mekanisme pengawasan, hingga pertanggungjawaban dalam pengelolaan Desa Wisata Religi secara berkelanjutan.
Program PDB ini mendapat dukungan dari Pemerintah Desa Dukuh. Tim pelaksana mendapat kesempatan untuk melakukan pendampingan secara intensif dan terprogram terhadap dua kelompok mitra sasaran, baik mitra Subak maupun Pokdarwis.
Kepala Desa Dukuh, I Gede Suarsana, S.E., menyambut baik pelaksanaan program PDB tahun kedua tersebut. Ia juga terlibat dalam diskusi bersama tim Undiksha terkait berbagai program kerja yang akan direalisasikan sepanjang 2026.
Atas pendampingan tersebut, Pemerintah Desa Dukuh menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada LPPM Undiksha serta DPPM Kemendiktisaintek yang telah memberikan kesempatan kepada Desa Dukuh menjadi bagian dari program Desa Binaan.
“Harapan kami, pengembangan Desa Wisata Religi dapat mengeksplorasi potensi kearifan lokal, baik destinasi wisata maupun kuliner lokal khas Desa Dukuh, sehingga dapat mendatangkan income generating bagi warga desa,” pungkasnya. (red/riza)