DENPASAR | dunianewsbali – I Putu Andika, S.E., resmi terpilih sebagai Ketua Dewan Pengurus Provinsi Asosiasi Perusahaan Klining Servis Indonesia (Apklindo) Bali periode 2026–2031 melalui Musyawarah Provinsi (Musprov) ke-1 di Rumah Jabatan Wakil Bupati Badung, Kamis (22/10/2026).
Musyawarah perdana ini dibuka oleh Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta, S.H., mewakili Pemerintah Kabupaten Badung, serta dihadiri Ketua Umum DPN Apklindo periode 2025–2030 H. Kus Junianto, S.E.
Agenda ini menjadi ajang konsolidasi pelaku usaha dalam menentukan peta jalan industri kebersihan lima tahun ke depan.
Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta, S.H. (tengah) melakukan salam komando bersama Ketua Umum DPN Apklindo H. Kus Junianto, S.E. (kedua kanan) dan Ketua Terpilih Apklindo Bali I Putu Andika, S.E. (kiri) usai pembukaan Musyawarah Provinsi (Musprov) ke-1 Apklindo Bali di Rumah Jabatan Wakil Bupati Badung, Bali
Keterpilihan Putu Andika menandai dimulainya era baru organisasi dalam memperjuangkan posisi pengusaha lokal di tengah gempuran korporasi luar.
Bendung Monopoli Korporasi Multinasional dan Mantan BUMN
Sebagai nahkoda baru, Putu Andika secara gamblang membedah ancaman persaingan usaha yang kian sempit di Pulau Dewata. Pasar lokal kini diserbu anak perusahaan mantan BUMN hingga korporasi multinasional berskala raksasa.
Ketua Terpilih DPN Apklindo Bali periode 2026–2031, I Putu Andika, S.E., menyampaikan sambutan dan visi kerja dalam gelaran Musprov ke-1 Apklindo Bali di Rumah Jabatan Wakil Bupati Badung.
”Saat ini banyak perusahaan multinasional dan mantan BUMN yang sudah membentuk perusahaan masuk ke Bali. Kami tentu harus berbenah diri agar menjadi satu kompetitor yang sejajar, bisa bekerja bersama dan berkolaborasi dengan pengusaha-pengusaha lokal. Walaupun itu kue kecil, kita bagi bersama. Kebersamaan dan sinergitas itu yang harus kita terapkan,” ungkap Putu Andika.
Jaga Kelangsungan Pekerja Padat Karya, Tolak Otomatisasi Robot
Kekhawatiran pengusaha daerah tidak hanya berkutat pada ekspansi korporasi luar, melainkan juga wacana otomasi alat pembersih (roboclean). Ketua Umum DPN Apklindo H. Kus Junianto menegaskan bahwa asosiasi menolak keras penerapan robot pembersih di industri domestik.
Ketua Umum DPN Apklindo H. Kus Junianto, S.E. memaparkan arah kebijakan organisasi pada pembukaan Musprov ke-1 Apklindo Bali di Rumah Jabatan Wakil Bupati Badung.
”Kalau di Indonesia rasanya belum cocok untuk kita menggunakan robot atau sejenis roboclean. Satu tenaga robot menghilangkan lima tenaga kerja. Populasi kita 280 juta jiwa dan setiap tahun banyak lulusan baru, sehingga saat ini belum relevan,” tegas Kus Junianto.
Sikap tersebut diamini Pemkab Badung yang meminta industri klining servis tetap menempatkan krama lokal sebagai prioritas utama.
”Harapan kami tentu mengedepankan potensi kearifan lokal yang ada di Provinsi Bali dan Kabupaten Badung. Kami atas nama pemerintah selalu akan mendukung perusahaan yang menyerap tenaga kerja lokal,” kata Bagus Alit Sucipta.
Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta, S.H. memberikan arahan saat membuka Musprov ke-1 Apklindo Bali di Rumah Jabatan Wakil Bupati Badung.
Angkat Derajat Profesi dan Tuntut Regulasi Adil
Putu Andika mengingatkan bahwa sektor jasa kebersihan di Bali memiliki daya tahan tangguh, terbukti berhasil melewati badai pandemi Covid-19 tanpa gelombang PHK massal. Karena itu, ia bertekad mengubah stigma negatif terhadap profesi cleaning service.
Prioritas program kerja kepengurusan Apklindo Bali 2026–2031 berfokus pada tiga aspek utama:
Martabat dan Kepastian Kerja: Menjamin profesi klining servis bukan pekerjaan kasar rendahan, melainkan profesi dengan kontrak kerja yang jelas dan berjangka panjang.
Kepatuhan Jaminan Sosial: Mendorong kepastian pemenuhan BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan dari regulasi pemerintah tanpa membebani hak pekerja.
Jenjang Karier Global: Menyelaraskan langkah bersama DPN Apklindo guna membuka jenjang karier dari cleaner, pengawas, manajer, hingga peluang penempatan ke luar negeri seperti Dubai dan Jepang.
Lewat nakhoda baru periode 2026–2031, Putu Andika berjanji menjadikan Apklindo Bali sebagai rumah bersama yang melindungi keberlanjutan bisnis lokal serta menjamin masa depan pekerja daerah. (brv)