BM PAN Bidik Partisipasi Gen Z dan Milenial, Mulai Konsolidasi Perdana dari Bali

DENPASAR | Dunia News Bali – Barisan Muda Penegak Amanat Nasional (BM PAN) mendorong generasi muda untuk semakin memahami politik dan mengambil peran aktif dalam kehidupan demokrasi. Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan “Ngopi Bareng DPW BM PAN Bali” yang digelar di Cafe Satu Titik Bareto, Denpasar, Bali, Kamis (23/7/2026) malam.

Mengangkat tema “Ngobrolin Pemuda Indonesia: BM PAN Ajak Anak Muda Melek Politik”, kegiatan tersebut dikemas dalam suasana santai dan terbuka sebagai ruang bertukar gagasan mengenai posisi strategis generasi muda dalam menentukan arah demokrasi dan masa depan Indonesia.

Agenda ini sekaligus menjadi konsolidasi perdana Ketua Umum BM PAN terpilih, Slamet Ariyadi, setelah Kongres VII BM PAN di Anyar, Banten. Kehadirannya di Bali mendapat sambutan antusias dari jajaran Pengurus DPW BM PAN Bali, Ketua DPD BM PAN se-Bali, kader, relawan, simpatisan, hingga puluhan anak muda dari berbagai latar belakang.

Diskusi yang dimulai sekitar pukul 19.00 WITA itu berlangsung hangat dan interaktif. Berbagai pandangan mengemuka, terutama mengenai pentingnya meningkatkan kesadaran politik di kalangan generasi muda sekaligus membuka ruang partisipasi yang lebih luas dalam kehidupan demokrasi.

Ketua DPW BM PAN Bali, Unggi Tunggur Suryawan, mengapresiasi keputusan Slamet Ariyadi menjadikan Bali sebagai daerah pertama yang dikunjungi dalam agenda konsolidasi setelah Kongres VII BM PAN.

Baca juga:  Operasi Senyap KPK, Pejabat Bea Cukai Terjaring OTT

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Saudara Slamet Ariyadi yang telah memilih Pulau Dewata sebagai lokasi konsolidasi perdana pasca Kongres VII BM PAN. Ini merupakan kehormatan bagi seluruh kader BM PAN Bali sekaligus menjadi penyemangat untuk terus bergerak membesarkan organisasi,” ujar Unggi.

Menurutnya, meski Slamet Ariyadi belum resmi dilantik sebagai Ketua Umum BM PAN, langkah cepat untuk turun langsung menemui jajaran organisasi di daerah dinilai menunjukkan keseriusan dalam membangun dan memperkuat BM PAN ke depan.

“Beliau telah memberikan jawaban atas keseriusannya memimpin BM PAN ke depan. Pemimpin muda seperti inilah yang kami harapkan agar BM PAN semakin kuat hingga ke tingkat provinsi. Kami optimistis, dengan kepemimpinan Saudara Slamet Ariyadi, PAN di Bali juga memiliki peluang lebih besar untuk meraih kursi DPR RI pada pemilu mendatang,” katanya.

Sementara itu, Slamet Ariyadi menjelaskan, pemilihan Bali sebagai lokasi konsolidasi pertamanya bukan tanpa pertimbangan. Menurut dia, Bali memiliki posisi strategis karena dikenal dengan kekayaan budaya, kuatnya semangat kebhinekaan, sekaligus menjadi salah satu wajah Indonesia di mata dunia.

Baca juga:  Tanggapan Terkait Pernyataan Wakil Ketua KPK Alexander Marwata: “Jika Tangkap Jaksa, Kejagung Akan Tutup Pintu Koordinasi dan Supervisi”

“Konsolidasi perdana BM PAN pasca Kongres VII kami selenggarakan di Bali bukan tanpa alasan. Selain dikenal sebagai daerah yang kaya akan budaya, memiliki semangat kebhinekaan yang kuat, serta menjadi wajah Indonesia di mata dunia, Bali juga menjadi simbol persatuan dalam keberagaman,” ungkap Slamet.

Ia berharap BM PAN Bali dapat menjadi salah satu motor penggerak untuk memperkuat basis organisasi sekaligus berkontribusi membesarkan Partai Amanat Nasional (PAN). Langkah tersebut diharapkan turut mendukung target PAN untuk menembus tiga besar pada Pemilu mendatang.

Lebih jauh, Slamet mengatakan konsep “Ngopi Bareng” sengaja dipilih agar komunikasi politik dapat berlangsung lebih dekat, cair, dan relevan dengan karakter generasi muda. Forum semacam ini diharapkan mampu mendorong anak muda agar tidak bersikap apatis terhadap politik dan demokrasi.

“Melalui kegiatan ini kami berharap semakin banyak pemuda dan pemudi Bali yang melek terhadap politik serta memiliki kesadaran untuk ikut mengawal demokrasi agar berjalan dengan baik, sehat, dan bermartabat. Politik bukan hanya milik para elite, tetapi juga ruang pengabdian bagi generasi muda untuk turut menentukan arah masa depan bangsa,” tegas Slamet.

Menurut Slamet, keterlibatan generasi muda menjadi semakin penting seiring Indonesia menghadapi bonus demografi yang diperkirakan mencapai puncaknya pada 2030. Momentum tersebut, kata dia, harus diiringi dengan kesiapan anak muda mengambil peran strategis dalam pembangunan, menjaga kualitas demokrasi, serta memperkokoh persatuan bangsa.

Baca juga:  Musda IX DPD Pengajian Al Hidayah Provinsi Bali, Sugawa Korry Tegaskan Dukungan Golkar

Pendekatan dialogis yang dilakukan BM PAN juga mendapat apresiasi dari salah seorang peserta, Gusti Lasa, komika atau stand-up comedian asal Bali. Ia menilai pola komunikasi melalui diskusi santai lebih sesuai untuk menjangkau generasi Z dan milenial dibandingkan pendekatan politik yang hanya mengandalkan orasi.

“Saya mengapresiasi BM PAN yang memilih berdialog langsung dengan anak muda, khususnya generasi Z dan milenial. Sekarang zamannya sudah berubah. Anak muda tidak lagi cukup hanya mendengar orasi dari panggung ke panggung. Yang dibutuhkan adalah ruang diskusi yang santai, terbuka, dan persuasif agar mereka semakin melek politik dan mau ikut berkontribusi bagi bangsa,” ujar Gusti Lasa.

Melalui “Ngopi Bareng DPW BM PAN Bali”, BM PAN menegaskan komitmennya untuk memperluas ruang dialog politik yang inklusif dan mudah dijangkau generasi muda. Sebagai organisasi sayap kepemudaan PAN, BM PAN berharap semakin banyak anak muda yang tidak sekadar memahami politik, tetapi juga berani terlibat aktif dalam mengawal demokrasi, menjaga persatuan, dan berkontribusi terhadap pembangunan Indonesia. (red/ich)

Berita Terpopular

Scroll to Top