Dari Executive Chef Jadi Pengusaha, Gus Wira Hadirkan Babi Guling GW di Denpasar

DENPASAR | Dunia News Bali – Setelah sekitar 17 tahun meniti karier di industri pariwisata, Gus Wira memutuskan meninggalkan kenyamanan sebagai karyawan dan mengambil langkah baru dengan terjun ke dunia usaha kuliner.

Langkah tersebut ditandai dengan dibukanya Warung Babi Guling GW di Jalan Achmad Yani Utara, Denpasar, Senin (7/9/2026).

GW merupakan singkatan dari nama Gus Wira. Usaha tersebut tidak semata-mata dibangun sebagai bisnis kuliner, tetapi juga diharapkan menjadi ruang positif bagi anak-anak muda untuk berkegiatan, mengembangkan potensi, sekaligus membuka peluang peningkatan ekonomi.

Gus Wira melihat kebiasaan anak muda yang gemar berkumpul dan nongkrong dapat diarahkan menjadi aktivitas yang lebih produktif. Karena itu, Warung Babi Guling GW diharapkan dapat menjadi tempat berkumpul sekaligus ruang bagi anak muda untuk berusaha bersama.

“Kalau untuk menonjolkan sesuatu secara spesifik, saat ini kami belum ada karena masih dalam tahap mencari jati diri. Ini pertama kalinya kami membuka usaha babi guling,” ujar Gus Wira.

Mengusung slogan “Autentik, Nikmat dan Lezat”, Warung Babi Guling GW masih dalam proses membangun karakter dan identitas usahanya.

Baca juga:  FSI Bali Perkuat Sinergi dengan KONI, Bidik Medali PON dan Tuan Rumah Kejuaraan Internasional 2026

Gus Wira juga mengaku terbuka terhadap kritik maupun saran dari pelanggan dan rekan-rekannya. Masukan tersebut, kata dia, akan menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki kualitas makanan maupun pelayanan.

“Semoga Babi Guling GW bisa semakin berkembang dan dinikmati oleh masyarakat luas,” katanya.

Dari sisi harga, warung ini menyasar konsumen dari berbagai kalangan, terutama anak muda dan masyarakat dengan kemampuan ekonomi yang beragam. Harga menu babi guling ditawarkan mulai Rp15 ribu.

Adapun pilihan paket yang tersedia terdiri atas Paket Anak seharga Rp15.000, Paket Biasa Rp25.000, dan Paket Pisah Rp35.000.

Selain babi guling, tersedia pula menu iga bakar babi yang disajikan dengan sambal tempong.

Untuk Paket Biasa, pelanggan mendapatkan sejumlah pilihan lauk dan pelengkap, di antaranya daging babi guling, kulit, sate, sayur, serta berbagai tambahan lainnya.

“Ada juga kulit babi guling, sate, terus ada sayur. Mungkin kita seminggu sekali bervariasi, kadang diganti dengan lawar, terus ada gorengan paru, gorengan usus dan kerupuk babi, kemudian ada kuah balung,” jelas Gus Wira.

Baca juga:  Pegadaian Kanwil VII Denpasar Dukung Pelestarian Penyu di Jembrana Lewat Program Pegadaian Peduli

Dari Hotel Beralih ke Dunia Usaha

Keputusan membuka Warung Babi Guling GW menjadi babak baru dalam perjalanan karier Gus Wira. Sebelumnya, ia menghabiskan sebagian besar perjalanan profesionalnya di industri perhotelan.

Karier Gus Wira di sektor pariwisata dimulai pada 2009. Ia mengawali perjalanan dari posisi cook hingga kemudian dipercaya menduduki jabatan executive chef.

Pengalaman selama bertahun-tahun di bidang kuliner dan perhotelan menjadi bekal bagi Gus Wira ketika memutuskan membangun usaha sendiri.

Di tengah pilihan banyak anak muda untuk meniti karier sebagai karyawan, Gus Wira justru memilih mencoba membangun bisnis dari bawah.

Melalui Warung Babi Guling GW, ia berharap usaha yang baru dirintis tersebut dapat berkembang secara berkelanjutan. Lebih dari itu, Gus Wira ingin warung tersebut menjadi wadah positif bagi anak muda untuk berkarya, berdaya, dan ikut meningkatkan perekonomian bersama. (red/ich)

Berita Terpopular

Scroll to Top