Di Balik Panjangnya Antrean BBM Denpasar, Ada Aksi Solidaritas Ketut Sudiarsa dan Semeton MSP

Foto Kolase: I Ketut Sudiarsa bersama relawan Semeton MSP membagikan bantuan makanan kepada masyarakat yang mengantre BBM di sejumlah SPBU wilayah Denpasar, Bali. Sebanyak 6.000 nasi bungkus dan 30 dus air minum kemasan disalurkan sebagai bentuk kepedulian sosial, Rabu (14/10/2026).

DENPASAR | Dunia News Bali – Kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak antrean panjang bahan bakar minyak (BBM) di Bali diwujudkan melalui aksi sosial yang dilakukan tokoh masyarakat I Ketut Sudiarsa bersama komunitas Semeton MSP. Mereka turun langsung ke sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Denpasar untuk membagikan 1.000 nasi bungkus dan 30 dus air minum kemasan secara gratis, Rabu (14/10/2026).

Aksi kemanusiaan yang menyasar warga di kawasan Renon dan sekitarnya ini dilakukan untuk membantu masyarakat yang harus mengantre berjam-jam demi mendapatkan BBM. Di tengah cuaca panas dan kondisi antrean kendaraan yang mengular, bantuan makanan dan minuman tersebut diharapkan dapat meringankan beban warga.

Kegiatan dimulai serentak pukul 11.00 WITA dengan menyasar empat titik SPBU di wilayah Denpasar. Para relawan membagikan nasi bungkus dan air minum langsung kepada masyarakat yang sedang menunggu giliran mengisi bahan bakar.

Inisiator kegiatan, I Ketut Sudiarsa, mengatakan aksi tersebut berawal dari keprihatinannya melihat kondisi warga yang harus bertahan di tengah antrean panjang. Menurutnya, masyarakat tidak hanya kehilangan waktu, tetapi juga harus menghadapi rasa lapar, haus, dan kelelahan akibat cuaca panas.

Baca juga:  Ascott Bali Perkuat Hospitality Inklusif, Libatkan Teman Tuli dan Difabel dalam Program “Speak Without Sound”

“Kami prihatin melihat antrean masyarakat yang mengular sampai berkilometer. Mereka terlihat lapar serta lelah karena kepanasan. Untuk itulah kami hadir, sekadar untuk membantu menghilangkan rasa lapar dan dahaga mereka,” ujar Sudiarsa di sela-sela kegiatan.

Selain mengajak masyarakat untuk saling membantu, Sudiarsa juga mendorong pihak terkait agar mengambil langkah konkret untuk mengatasi persoalan antrean BBM. Ia mengusulkan agar operasional SPBU dibuka selama 24 jam sebagai salah satu upaya mengurai antrean sekaligus mencegah potensi terjadinya tindakan anarkis akibat situasi yang berkepanjangan.

Menurutnya, penanganan kondisi tersebut membutuhkan perhatian dan langkah cepat agar masyarakat tidak terus-menerus menghadapi kesulitan dalam memperoleh bahan bakar untuk menunjang aktivitas sehari-hari.

Sementara itu, Ketua Semeton MSP, I Made Somya Putra, S.H., M.H., mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan bijak menghadapi situasi yang terjadi. Ia berharap persoalan ketersediaan BBM di Bali dapat segera teratasi sehingga aktivitas masyarakat kembali berjalan normal.

“Semoga kesulitan ini cepat berlalu dan keadaan kembali pulih. Kita pernah melewati masa yang jauh lebih parah dari ini, yaitu saat pandemi COVID-19,” tutur Somya Putra, yang juga merupakan Managing Partner di The Somya International Law Office.

Baca juga:  Konektivitas Melejit, Ngurah Rai Sambut Rute dan Maskapai Baru Sepanjang 2025

Ia menegaskan, semangat gotong royong perlu terus diperkuat ketika masyarakat menghadapi situasi sulit. Menurutnya, kepedulian tidak cukup hanya disampaikan melalui kata-kata, tetapi perlu diwujudkan dalam tindakan nyata yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Situasi global saat ini memang sedang membuat semua negara pusing. Oleh karena itu, mari kita bersikap bijak. Daripada sekadar mengeluh, kita pilih bergerak konkret saja untuk membantu masyarakat. Semoga apa yang kami lakukan ini bermanfaat,” pungkasnya.

Aksi berbagi yang dilakukan Ketut Sudiarsa bersama Semeton MSP menjadi wujud solidaritas di tengah persoalan antrean BBM di Denpasar. Melalui pembagian ribuan nasi bungkus dan air minum, mereka berharap dapat membantu memenuhi kebutuhan warga yang sedang mengantre sekaligus menghidupkan semangat kepedulian dan gotong royong di tengah masyarakat.

Di sisi lain, upaya penanganan antrean dan pemulihan pelayanan BBM diharapkan dapat segera dilakukan agar masyarakat tidak terus menghadapi antrean panjang yang berpotensi mengganggu aktivitas ekonomi dan kehidupan sehari-hari. (dnb13)

Berita Terpopular

Scroll to Top