DENPASAR | dunianewsbali – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Bali resmi mengesahkan penggabungan BPR Nusamba grup ke dalam PT BPR Nusamba Mengwi pada Selasa (19/5/2026). Langkah konsolidasi BPR Bali ini diambil untuk memperkuat modal, meningkatkan efisiensi, dan memperluas pembiayaan sektor UMKM daerah.
OJK Bali Beri Lampu Hijau Merger BPR Nusamba Grup
Kepala OJK Provinsi Bali, Parjiman, menyerahkan langsung Salinan Surat Keputusan SK KEP-39/D.03/2026 terkait izin penggabungan usaha ini.
Ada empat wilayah yang terdampak aksi korporasi lintas wilayah ini. Berikut adalah daftar BPR yang resmi melebur ke dalam PT BPR Nusamba Mengwi:
-
- PT BPR Nusamba Kubutambahan
- PT BPR Nusamba Tegallalang
- PT BPR Nusamba Manggis
- PT BPR Mitra Harmoni Mataram
”Proses penggabungan BPR ini merupakan tindak lanjut dari amanat UU P2SK BPR (Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023) serta POJK Nomor 7 Tahun 2024,” ujar Parjiman di Kantor OJK Bali.
Lonjakan Aset dan Komitmen Perlindungan Nasabah
Pasca-merger, struktur keuangan PT BPR Nusamba Mengwi mengalami lonjakan performa yang sangat signifikan. Rincian data keuangan terbaru mencatat:
-
-
- Total Aset: Rp 799.338.046.381,00
- Proporsi Kredit: Rp 462.753.767.651,00
- Dana Pihak Ketiga (DPK): Rp 698.030.108.546,00
-
OJK menegaskan bahwa proses integrasi ini sudah melalui penilaian komprehensif, mulai dari aspek kesehatan bank hingga kepatuhan regulasi. Parjiman juga menjamin bahwa seluruh hak, kewajiban, dan layanan nasabah dipastikan aman dan tetap berjalan normal.
Tren Konsolidasi BPR di Bali Terus Berlanjut
Aksi merger ini mengubah lanskap industri keuangan di Pulau Dewata. Per Mei 2026, jumlah BPR/BPRS di wilayah kerja OJK Bali kini menyusut menjadi 121 BPR dan 1 BPRS.
Angka tersebut menurun dibandingkan tahun sebelumnya yang mencatat 127 BPR. Penurunan jumlah entitas ini merupakan dampak positif dari gelombang konsolidasi yang terus didorong oleh regulator.
Melalui langkah strategis ini, OJK berharap industri BPR tumbuh lebih sehat, kompetitif, dan adaptif. Ke depan, bank yang kuat diharapkan mampu memberikan kontribusi lebih besar bagi sektor riil dan pertumbuhan ekonomi nasional. (*)



