Dilantik Jadi Ketua Orado Bali, Dewa Jack Dorong Domino Masuk Cabang Olahraga Nasional

IMG-20260410-WA0078
Ketua Orado Bali, Dewa Jack, menerima bendera pataka saat prosesi pelantikan Pengurus Provinsi Orado Bali yang digelar di Bali, Jumat (10/04/2026). Prosesi ini menandai dimulainya kepengurusan baru dalam upaya mengembangkan olahraga domino sebagai cabang olahraga prestasi yang profesional dan berjenjang.

DENPASAR | Dunia News Bali – Dewa Mahayadnya yang dikenal dengan sapaan Dewa Jack resmi menjabat sebagai Ketua Orado Provinsi Bali. Pelantikan ini menjadi titik awal penguatan organisasi sekaligus pengembangan olahraga domino agar lebih terstruktur dan berorientasi prestasi.

Usai dilantik, Dewa Jack menegaskan bahwa fokus utama kepengurusannya adalah memperkuat organisasi hingga ke tingkat kabupaten/kota. Pembentukan pengurus cabang telah mulai dilakukan sebagai fondasi penting dalam membangun sistem pembinaan atlet yang berkelanjutan.

Tidak hanya itu, Orado Bali juga langsung menggerakkan program kompetisi berjenjang. Dimulai dari Kejuaraan Cabang (Kejurcab), para atlet terbaik akan melaju ke Kejuaraan Provinsi (Kejurprov), sebelum akhirnya dipersiapkan untuk tampil di Kejuaraan Nasional (Kejurnas) yang akan digelar di Bogor.

“Pembentukan pengurus cabang sudah kami jalankan. Selanjutnya kami menggelar kejuaraan cabang, di mana para pemenang akan bertanding di tingkat provinsi, lalu berlanjut ke kejuaraan nasional,” ujar Dewa Jack, Jumat (10/04/2026).

Sementara itu, Kejurprov ORADO Bali 2026 telah memasuki fase kompetitif dengan diumumkannya pembagian grup. Pada kategori senior, Grup A diisi Tabanan, Gianyar, Karangasem, dan Bangli, sedangkan Grup B mempertemukan Klungkung, Denpasar, Badung, dan Buleleng.

Baca juga:  I Wayan Bawa: “Hentikan Pengkhianatan Desa Adat! MDA Harus Kembali ke Jalur Perda!”

Adapun di kategori junior, Grup A dihuni Klungkung, Bangli, Buleleng, dan Karangasem. Sementara Grup B diisi oleh Badung, Gianyar, dan Tabanan. Komposisi tersebut dinilai akan menghadirkan pertandingan yang sengit sejak babak awal.

Dewa Jack menekankan bahwa pembinaan atlet menjadi kunci utama dalam mengubah persepsi masyarakat terhadap permainan domino. Selama ini, domino kerap dipandang negatif, namun melalui pendekatan olahraga, stigma tersebut diharapkan dapat dihapus.

Ia menjelaskan, domino yang sebelumnya hanya dimainkan sebagai hiburan saat berkumpul kini diarahkan menjadi olahraga prestasi dengan aturan baku. Sistem pertandingan juga telah dilengkapi dengan kehadiran wasit untuk memastikan jalannya kompetisi tetap adil dan profesional.

Dalam format resmi, permainan domino tidak lagi bersifat bebas, melainkan dimainkan secara berpasangan dengan regulasi ketat. Hal ini menuntut kemampuan strategi dan kerja sama tim yang tinggi dari setiap atlet.

Lebih jauh, Dewa Jack optimistis domino akan segera mendapat pengakuan sebagai cabang olahraga resmi di bawah Komite Olahraga Nasional Indonesia. Saat ini, Orado telah terbentuk di 38 provinsi dan ratusan kabupaten/kota di Indonesia.

Baca juga:  Mahakarya GWK yang Tak Terbendung: Jejak Sejarah Panjang dari Patung Raksasa Hingga Solusi Konflik Akses Warga

Di sisi lain, Ketua Harian PB Orado, Giri Bayu Kusumah, menyampaikan bahwa pihaknya terus melengkapi persyaratan administratif guna memperoleh pengakuan dari KONI.

Ia mengungkapkan, secara organisasi Orado telah memenuhi kriteria, termasuk cakupan kepengurusan yang luas di seluruh Indonesia. Selain itu, Kejuaraan Nasional yang akan digelar pada 24–26 April menjadi bagian dari upaya memperkuat legitimasi tersebut.

Menurutnya, komunikasi dengan KONI pusat terus dilakukan secara intensif. Orado pun menargetkan domino dapat tampil sebagai cabang olahraga resmi pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.

Tak hanya berhenti di tingkat nasional, Orado juga tengah merancang ekspansi ke level internasional. Rencana pembentukan federasi domino di kawasan Asia hingga dunia sedang disiapkan, termasuk penyelarasan aturan agar sesuai standar global.

“Target kami tidak hanya di dalam negeri, tetapi juga internasional. Kami ingin domino berkembang menjadi olahraga global dengan sistem yang terstandarisasi,” pungkasnya. (red/ich)

Berita Terpopular