Winie Kaori: Perempuan Harus Berani Tolak Kekerasan dan Jaga Martabat

IMG-20260411-WA0123
Semangat Kartini masa kini tercermin dalam kebersamaan para peserta arisan gotong royong Teras Ayung bertema “Kartini Masa Kini” yang digelar di UC Silver Bali, Denpasar, Jumat (10/4/2026).

DENPASAR | Dunia News Bali – Semangat emansipasi perempuan kembali bergema, menjelang peringatan Hari Kartini melalui kegiatan arisan gotong royong Teras Ayung bertema “Kartini Masa Kini” di UC Silver Bali, Jumat, 10 April 2026.

Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk merefleksikan peran perempuan di era modern.

Tidak sekadar peringatan seremonial, acara ini juga menjadi ruang diskusi dan penguatan nilai keberanian, kemandirian, serta kesetaraan perempuan dalam kehidupan sosial dan ekonomi.

Berbagai kalangan perempuan hadir dalam kegiatan tersebut.

Menariknya, acara ini juga melibatkan penyandang disabilitas dari Yayasan Cahaya Mutiara Ubud sebagai bentuk nyata inklusivitas dan kesetaraan.

Suasana hangat dan penuh kebersamaan terasa sepanjang acara. Para peserta diajak untuk memaknai kembali perjuangan Raden Ajeng Kartini dalam konteks kekinian, terutama dalam menghadapi tantangan zaman yangsemakin kompleks.

Ketua Umum DPC HIPPI Denpasar, Ni Kadek Winie Kaori Intan Mahkota

Ketua Umum DPC HIPPI Denpasar, Ni Kadek Winie Kaori Intan Mahkota menegaskan pentingnya keberanian perempuan dalam menjaga diri dan martabat.

“Perempuan harus berani berkata tidak terhadap segala bentuk kekerasan. Kita mampu melindungi diri, menjaga harkat dan martabat, serta membangun nilai diri melalui komunikasi, sikap, dan tindakan,” kata Winie Kaori.

Baca juga:  Menyuarakan Nurani Bukan Kejahatan, Koalisi Bali Tuding Polisi Langgar HAM

Winie Kaori juga mendorong perempuan untuk terus mengasah keterampilan, berani bermimpi, dan menciptakan peluang baru sebagai wujud nyata semangat Kartini masa kini.

Sementara itu, Ketua DPD HIPPI Bali, Dr. AAA. Ngurah Tini Rusmini Gorda menekankan bahwa emansipasi perempuan harus diwujudkan melalui kontribusi nyata di berbagai bidang, terutama pendidikan.

“Melalui pendidikan, perempuan bisa terlibat secara aktif untuk kepentingan keluarga dan bangsa. Setiap zaman akan melahirkan inovasi-inovasi dari pemikiran Kartini,” jelasnya.

Tini Gorda juga mengingatkan pentingnya literasi digital bagi perempuan, khususnya dalam mendampingi anak di era teknologi.

“Perempuan harus aware terhadap teknologi, sehingga anak-anak tidak keluar dari pengawasan keluarga. Pendampingan harus terus diedukasi dan diadvokasi agar anak tidak terpapar dampak negatif teknologi,” paparnya.

Terkait budaya patriarki, Tini Gorda menilai komunikasi dan pembagian peran menjadi kunci untuk menciptakan kesetaraan.

“Budaya patriarki perlu dikomunikasikan. Yang penting adalah berbagi peran, sehingga hal-hal negatif tidak menjadi penghalang bagi perempuan untuk maju,” tegasnya.

Selain itu, Tini Gorda juga menekankan pentingnya pendidikan dan kemandirian ekonomi dalam mencegah kekerasan terhadap perempuan.

Baca juga:  Discover Local, Komitmen Mercure Kuta Bali Hidupkan Budaya dan UMKM Lokal

“Kalau ingin speak up, perempuan harus punya ilmu. Pendidikan adalah kunci, dan kemandirian ekonomi akan memperkuat posisi perempuan sehingga kekerasan bisa diminimalkan,” ungkapnya.

Kehadiran penyandang disabilitas turut memperkuat pesan inklusivitas dalam kegiatan ini. Salah satu peserta, Ni Made Ratni dari Yayasan Cahaya Mutiara Ubud di Tampaksiring, menyebut Hari Kartini sebagai simbol kemandirian perempuan.

“Hari Kartini menunjukkan bahwa perempuan bisa lebih mandiri. Tidak hanya tinggal di rumah, tetapi juga dapat berkarier, berkarya, dan menginspirasi banyak orang,” ungkapnya.

Ia juga menyoroti masih adanya ketimpangan peran, khususnya bagi perempuan yang telah menikah.

“Perempuan bisa bekerja dan mengurus anak, dan laki-laki juga seharusnya bisa berbagi peran tersebut,” tegasnya.

Kegiatan ini menegaskan bahwa semangat Kartini masa kini tidak hanya soal kesetaraan, tetapi juga keberanian perempuan untuk berdaya dan berkontribusi secara inklusif di berbagai lini kehidupan. (Ich)

Berita Terpopular