DPD PDIP Bali Gelar Pementasan Kolosal Bung Karno Bertema “Satyam Eva Jayate”

Pengurus dan panitia Bulan Bung Karno 2026 saat menggelar rapat persiapan pementasan kolosal “Satyam Eva Jayate” di Kantor DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali, Denpasar, Rabu (27/5/2026). Pagelaran tersebut akan mengangkat perjalanan hidup Bung Karno sebagai media edukasi sejarah bagi generasi muda.

DENPASAR — DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali akan menggelar puncak Perayaan Bulan Bung Karno Tahun 2026 melalui pagelaran seni musik dan teater kolosal bertema perjalanan hidup Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno. Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada 6 Juni 2026 di Gedung Dharma Negara Alaya, Denpasar.

Mengangkat tema “Satyam Eva Jayate – Pada Akhirnya Kebenaran yang Akan Menang”, pertunjukan ini tidak hanya menjadi sajian seni, tetapi juga dirancang sebagai ruang edukasi sejarah kebangsaan bagi masyarakat, khususnya generasi muda.

Koordinator kegiatan, I Gusti Ngurah Alit Kesuma Kelakan, menjelaskan bahwa pertunjukan akan mengisahkan perjalanan hidup Bung Karno secara utuh, mulai dari situasi bangsa sebelum kelahirannya hingga akhir hayat Sang Proklamator.

Menurutnya, pementasan akan menggambarkan masa kecil Bung Karno, perjuangannya mendirikan Partai Nasional Indonesia (PNI), masa penahanan oleh Belanda, pidato bersejarah 1 Juni 1945 tentang lahirnya Pancasila, hingga perjalanan beliau sebagai Presiden Republik Indonesia.

“Dalam pementasan ini akan dimunculkan bagaimana situasi sebelum Bung Karno lahir, gejolak bangsa saat itu, kemudian masa kecil Bung Karno, perjuangannya mendirikan PNI, ditahan Belanda, pidato 1 Juni 1945 tentang lahirnya Pancasila, hingga menjadi Presiden Republik Indonesia,” ujar Alit Kelakan di Denpasar, Rabu (27/5/2026).

Baca juga:  DPRD Badung Soroti Pentingnya Peran HNSI bagi Nelayan Lokal

Tak hanya itu, peristiwa G30S, fitnah politik yang dialami Bung Karno, hingga masa-masa ketika dirinya dijauhi menjelang wafat juga akan diangkat dalam pertunjukan sebagai bagian dari perjalanan sejarah bangsa.

“Semua itu kami tampilkan sebagai satu rangkaian perjalanan hidup Bung Karno yang penuh nilai perjuangan sampai lahirnya bangsa Indonesia,” tambah Alit Kelakan yang juga Anggota DPR RI Dapil Bali.

Pagelaran tersebut akan memadukan unsur teater kolosal, musik, tari, multimedia, serta tata cahaya teatrikal dengan melibatkan kolaborasi lintas seniman Bali. Konsep ini diharapkan mampu menghadirkan pengalaman yang emosional sekaligus edukatif bagi penonton.

Selain pertunjukan seni, panitia juga menyiapkan special photobox bertema Bulan Bung Karno yang dapat digunakan masyarakat secara gratis selama kegiatan berlangsung.

Wakil Koordinator kegiatan, Dr (c) I Made Supartha, S.H., M.H., mengatakan photobox tersebut sengaja dihadirkan untuk mendekatkan generasi muda dengan sosok Bung Karno melalui pendekatan visual yang lebih kreatif dan relevan dengan perkembangan zaman.

“Photobox ini gratis untuk masyarakat yang hadir saat pagelaran seni Bung Karno. Kami ingin generasi muda lebih dekat dengan sosok Bung Karno melalui konsep yang kreatif dan kekinian,” ujar Supartha yang juga Ketua Fraksi PDIP DPRD Bali.

Baca juga:  Silaturahmi dan Bakti Sosial ke Panti Asuhan Warnai HUT ke-18 PPWI di Bangka Belitung

Photobox itu dirancang dengan konsep vintage bernuansa sejarah perjuangan Bung Karno dan dilengkapi template bertema nasionalisme yang dapat langsung dibagikan ke media sosial.

Sementara itu, Wakil Sekretaris Bidang Program DPD PDI Perjuangan Bali, Ida Bagus Made Kresna Dana, menegaskan bahwa Bulan Bung Karno memiliki makna historis yang sangat penting karena bulan Juni menjadi momentum lahirnya Bung Karno sekaligus lahirnya Pancasila.

“Bung Karno lahir di bulan Juni, Pancasila lahir di bulan Juni, dan ketokohan serta warisan pemikiran beliau harus terus dilanjutkan oleh generasi muda. Karena itu dalam perayaan ini kami banyak mengundang anak-anak muda, tokoh muda, hingga BEM mahasiswa,” katanya.

Ia menilai pendekatan seni pertunjukan dan photobox menjadi salah satu cara efektif untuk menghubungkan semangat perjuangan Bung Karno dengan budaya generasi masa kini.

“Salah satu daya tarik bagi generasi muda adalah bagaimana kita menghubungkan nilai perjuangan Bung Karno dengan budaya hari ini. Dari photobox juga kami ingin membangun pemahaman baru tentang Bung Karno,” ujarnya.

Baca juga:  20 Tahun MCW News, Buktikan Eksistensi Lewat Aksi Nyata untuk Sesama

Melalui Perayaan Bulan Bung Karno Tahun 2026, DPD PDI Perjuangan Bali berharap nilai-nilai nasionalisme, gotong royong, keberanian melawan ketidakadilan, serta keberpihakan kepada rakyat kecil yang diwariskan Bung Karno dapat terus hidup dan diwariskan kepada generasi penerus bangsa.

Berita Terpopular

Scroll to Top