Patung Sabdo Palon Dinilai Jadi Simbol Peradaban Bali, Generasi Muda Diajak Lestarikan Warisan Leluhur

Prosesi ritual sebelum pengeboran awal pembangunan Patung Sabdo Palon di kawasan Ungasan, Badung, Sabtu (6/6/2026). (ist)

BADUNG | Dunia News Bali – Pembangunan Patung Sabdo Palon di Desa Ungasan, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, mendapat dukungan dan apresiasi dari berbagai kalangan, termasuk tokoh spiritual dan budaya di Bali. Proyek yang digagas Yayasan Sabdo Palon Nusantara itu dinilai bukan sekadar pembangunan monumen, melainkan simbol penting yang merepresentasikan nilai budaya, persatuan, spiritualitas, dan perdamaian.

Ketua Yayasan Perpustakaan Maharishi Markandeya MMR, Puneet Malhotra, menyampaikan ucapan selamat kepada Yayasan Sabdo Palon Nusantara dan Ida Bagus Dharmika (Gus Marhaen) atas dimulainya pembangunan patung yang disebut-sebut akan menjadi salah satu yang terbesar di dunia.

Menurut Puneet, momentum groundbreaking yang berlangsung pada Sabtu (6/6/2026) tersebut memiliki makna strategis karena dapat menjadi tonggak sejarah dalam memperkuat identitas bangsa sekaligus menginspirasi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menghargai dan menjaga warisan leluhur.

Ia menegaskan bahwa kemajuan bangsa tidak hanya ditentukan oleh perkembangan teknologi dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga oleh kemampuan masyarakat dalam memahami sejarah, budaya, serta nilai-nilai luhur yang diwariskan para pendahulu.

Baca juga:  Warga Binaan Lapas Kerobokan Unjuk Karya dan Talenta di IPPAFest 2025

“Generasi muda harus menjadi pelopor persatuan, penjaga budaya, sekaligus penerus cita-cita luhur bangsa Indonesia. Pemahaman terhadap sejarah dan kearifan leluhur menjadi fondasi penting dalam membangun masa depan bangsa,” ujar Puneet saat ditemui di lokasi groundbreaking.

Lebih lanjut, ia menilai semangat besar yang lahir dari pembangunan Patung Sabdo Palon turut memberikan inspirasi bagi Yayasan Perpustakaan Maharishi Markandeya untuk menggagas pembangunan Monumen Maharishi Markandeya di Bali pada masa mendatang.

Puneet menjelaskan, Maharishi Markandeya merupakan tokoh penting dalam sejarah spiritual Bali. Sosok suci tersebut dikenal sebagai peletak dasar nilai dharma, keharmonisan dengan alam, spiritualitas, serta tata kehidupan masyarakat Bali yang hingga kini masih diwariskan dari generasi ke generasi.

Karena itu, ia berharap Bali ke depan tidak hanya dikenal sebagai destinasi wisata internasional, tetapi juga berkembang menjadi pusat peradaban, pendidikan karakter, dan pengembangan nilai-nilai budaya berbasis spiritualitas.

Menurutnya, Bali memiliki potensi besar untuk menjadi pusat perdamaian dunia yang mampu menyebarkan inspirasi melalui kekayaan budaya dan kearifan lokal Nusantara kepada masyarakat internasional.

Baca juga:  Kalapas Kerobokan Buka Pekan Olahraga HBP ke-61 Junjung Tinggi Sportivitas 

“Semoga seluruh proses pembangunan Patung Sabdo Palon dapat berjalan lancar, memperoleh restu Ida Sang Hyang Widhi Wasa, serta memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat Indonesia maupun dunia,” pungkasnya. (red/ich)

Berita Terpopular

Scroll to Top